Detail Katalog

ID: 31421
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

STRATEGI KEARIFAN LOKAL DALAM PENCEGAHAN KONFLIK ANTAR KELURAHAN DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT / M. Cahyo Ghanny Zeidan Maulana

Pengarang:
M. Cahyo Ghanny Zeidan Maulana ; H. Abdul Rahman
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Kontrol Sosial
Deskripsi Fisik:
9
Nomor Panggil:
303.335 986 511 M. s
Control Number:
INLIS000000001194645
BIB ID:
0010-0326000092
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Konflik sosial yang terjadi antara lingkungan Monjok Culik dan Karang Taliwang termasuk kedalam konflik sosial yang berkepanjangan bermula pada tahun 2015. Konflik lingkungan Monjok Culik dan Karang Taliwang yang sudah berdamai, namun potensi konflik yang dirasakan menjadi alasan pemerintah daerah untuk terus melakukan pencegahan konflik agar tidak timbul kembali. Dalam menyelesaikan permasalahan dan pencegahan konflik, pemerintah daerah Kota Mataram melakukan pendekatan kearifan lokal sebagai langkah pertama. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kearifan lokal dalam pencegahan konflik sosial antara Monjok Culik dan Karang Taliwang di Kota Mataram. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik analisis data yaitu dimulai dari pengumpulan data, reduksi data lalu penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah menggunakan kearifan lokal sebagai langkah pertama dalam pencegahan konflik sosial yang ada di Kota Mataram. Pencegahan konflik yang dilakukan berdasarkan konsep strategi pencegahan konflik meliputi, Peringatan dini, tindakan membangun kepercayaan, dan misi diplomatik. Kesimpulan: Pemerintah daerah Kota Mataram dalam pencegahan konflik sosial menggunakan sistem restorative justice dan berdasarkan nilai-nilai adat lokal dan kearifan lokal. Berbagai kearifan lokal diangkat dalam pengelolaan konflik antar kedua lingkungan ini. Persetujuan dan kesepakatan bersama telah dibuat oleh kedua belah pihak yang difasilitasi pemerintah. Namun, dalam pencegahan konflik kedepannya diperlukan perhatian lebih oleh pemerintah
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06441/IPDN/2023 303.335 986 511 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194645 1
005 _ _ 20260302020753 2
035 # # $a 0010-0326000092 3
245 1 # $a STRATEGI KEARIFAN LOKAL DALAM PENCEGAHAN KONFLIK ANTAR KELURAHAN DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT /$c M. Cahyo Ghanny Zeidan Maulana 4
100 _ # $a M. Cahyo Ghanny Zeidan Maulana 5
300 # # $a 9 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14866 7
700 _ # $a H. Abdul Rahman 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 303.335 986 511 10
084 # # $a 303.335 986 511 M. s 11
650 # 4 $a Kontrol Sosial 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Konflik sosial yang terjadi antara lingkungan Monjok Culik dan Karang Taliwang termasuk kedalam konflik sosial yang berkepanjangan bermula pada tahun 2015. Konflik lingkungan Monjok Culik dan Karang Taliwang yang sudah berdamai, namun potensi konflik yang dirasakan menjadi alasan pemerintah daerah untuk terus melakukan pencegahan konflik agar tidak timbul kembali. Dalam menyelesaikan permasalahan dan pencegahan konflik, pemerintah daerah Kota Mataram melakukan pendekatan kearifan lokal sebagai langkah pertama. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kearifan lokal dalam pencegahan konflik sosial antara Monjok Culik dan Karang Taliwang di Kota Mataram. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik analisis data yaitu dimulai dari pengumpulan data, reduksi data lalu penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah menggunakan kearifan lokal sebagai langkah pertama dalam pencegahan konflik sosial yang ada di Kota Mataram. Pencegahan konflik yang dilakukan berdasarkan konsep strategi pencegahan konflik meliputi, Peringatan dini, tindakan membangun kepercayaan, dan misi diplomatik. Kesimpulan: Pemerintah daerah Kota Mataram dalam pencegahan konflik sosial menggunakan sistem restorative justice dan berdasarkan nilai-nilai adat lokal dan kearifan lokal. Berbagai kearifan lokal diangkat dalam pengelolaan konflik antar kedua lingkungan ini. Persetujuan dan kesepakatan bersama telah dibuat oleh kedua belah pihak yang difasilitasi pemerintah. Namun, dalam pencegahan konflik kedepannya diperlukan perhatian lebih oleh pemerintah 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name