Detail Katalog

ID: 31502
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

HAMBATAN PEGAWAI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM MENANGANI KASUS KEKERASAN ANAK DI KOTA PAREPARE / Muhammad Raynaldi Kurniawan

Pengarang:
Muhammad Raynaldi Kurniawan ; Halilul Khairi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Perlindungan anak
Deskripsi Fisik:
9
Nomor Panggil:
353.5 MUH h
Control Number:
INLIS000000001194726
BIB ID:
0010-0326000173
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Hal yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini adalah banyaknya kasus kekerasan anak di Kota Parepare. Tujuan : Disusun guna mengetahui dan mendeskripsikan hambatan pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menangani kasus kekerasan anak di Kota Parepare. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori hambatan sebagai pemandu dalam penelitian. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Informan yang diwawancarai adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala bidang perlindungan perempuan dan anak, Kepala sub bagian umum dan kepegawaian, Sub Koordinator pemenuhan hak dan perlindungan anak, Pengawas Perlindungan Perempuan dan Anak, Staf bidang perlindungan perempuan dan anak, dan Masyarakat (anak atau orang tua dari anak korban kekerasan). Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukan bahwa pegawai Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Parepare memiliki berbagai macam hambatan dalam menjalankan pekerjaannya diantaranya hambatan internal yaitu kurangnya pegawai, jabatan tak sesuai keahlian dan sarana prasarana yang kurang memadai serta hambatan eksternal yaitu pengaduan oleh masyarakat yang terhambat karena terintimidasi, sosialisasi ke masyarakat yang masih kurang, kurangnya koordinasi kerja sama antara pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Parepare dengan Polres Kota Parepare, pengawasan di masyarakat yang tergolong kurang. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hambatan pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menangani kasus kekerasan anak terbagi dua yaitu hambatan internal dan hambatan eksternal.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06475/IPDN/2023 353.5 MUH h Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194726 1
005 _ _ 20260316101457 2
035 # # $a 0010-0326000173 3
035 # # $a 0010-0326000172 4
035 # # $a 0010-0326000170 5
245 1 # $a HAMBATAN PEGAWAI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM MENANGANI KASUS KEKERASAN ANAK DI KOTA PAREPARE /$c Muhammad Raynaldi Kurniawan 6
100 _ # $a Muhammad Raynaldi Kurniawan 7
300 # # $a 9 8
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12294 9
700 _ # $a Halilul Khairi 10
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 11
082 # # $a 353.5 12
084 # # $a 353.5 MUH h 13
650 # 4 $a Perlindungan anak 14
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Hal yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini adalah banyaknya kasus kekerasan anak di Kota Parepare. Tujuan : Disusun guna mengetahui dan mendeskripsikan hambatan pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menangani kasus kekerasan anak di Kota Parepare. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori hambatan sebagai pemandu dalam penelitian. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Informan yang diwawancarai adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala bidang perlindungan perempuan dan anak, Kepala sub bagian umum dan kepegawaian, Sub Koordinator pemenuhan hak dan perlindungan anak, Pengawas Perlindungan Perempuan dan Anak, Staf bidang perlindungan perempuan dan anak, dan Masyarakat (anak atau orang tua dari anak korban kekerasan). Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukan bahwa pegawai Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Parepare memiliki berbagai macam hambatan dalam menjalankan pekerjaannya diantaranya hambatan internal yaitu kurangnya pegawai, jabatan tak sesuai keahlian dan sarana prasarana yang kurang memadai serta hambatan eksternal yaitu pengaduan oleh masyarakat yang terhambat karena terintimidasi, sosialisasi ke masyarakat yang masih kurang, kurangnya koordinasi kerja sama antara pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Parepare dengan Polres Kota Parepare, pengawasan di masyarakat yang tergolong kurang. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hambatan pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menangani kasus kekerasan anak terbagi dua yaitu hambatan internal dan hambatan eksternal. 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name