Detail Katalog
ID: 31518Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBATASAN TIMBULAN SAMPAH PLASTlK SEKALl PAKAI DI KABUPATEN GIANYAR PROVINSl BALl / Anak Agung Ngurah Surya Wibisana
Pengarang:
Anak Agung Ngurah Surya Wibisana ; Andi Pitono
Anak Agung Ngurah Surya Wibisana ; Andi Pitono
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Pengelolaan lingkungan hidup
Deskripsi Fisik:
11 : Ilus
11 : Ilus
Nomor Panggil:
353.635 986 232 ANA i
353.635 986 232 ANA i
Control Number:
INLIS000000001194742
INLIS000000001194742
BIB ID:
0010-0326000189
0010-0326000189
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Produksi sampah yang meningkat tiap tahunnya berdampak pada kerusakan lingkungan dan menggangggu ekosistem alam serta menyerang habitat satwa dan tumbuhan. Kebutuhan akan barang berbahan plastik di Provinsi Bali sangat tinggi. Hal Ini dikarenakan masyarakat yang sudah terbiasa dengan kegunaan barang yang berbahan plastik. Total penambahan volume timbulan sampah plastik harian di Provinsi Bali secara keseluruhan dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 sebesar 39,7 ton. Hal ini merupakan permasalahan yang serius, mengingat lingkungan merupakan objek yang harus dijaga kelestariannya. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan implementasi kebijakan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai di Kabupaten Gianyar Provinsi Bali, faktor penghambat serta upaya untuk mengatasi dan mengoptimalkannya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini informan ditentukan melalui teknik purposive dan snowball sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan teori Implementasi Kebijakan menurut Merilee S. Grindle (1980) yang terdiri dari 2 (dua) dimensi yaitu isi kebijakan dan konteks kebijakan yang menunjukan bahwa Dinas Lingkungan Hidup sudah melaksanakan kebijakan dengan baik namun belum berjalan dengan maksimal karena terdapat beberapa hambatan meliputi kendala pada sumber daya manusia, yaitu PNS yang masih belum mencukupi dan tidak ada pegawai ahli dalam bidang kebijakan ini, Selain itu, permasalahan yang paling terlihat adalah ada pada pedagang di pasar, toko klontong, dan masyarakat yang kurang patuh dengan aturan yang ada dalam kebijakan. Kesimpulan: implementasi kebijakan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai telah dilakukan dengan baik namun belum maksimal dan mengalami beberapa hambatan. Guna mengatasi hambatan yang dialami disarankan agar Dinas Lingkungan Hidup melakukan sosialisasi di Banjar-banjar (dusun) dimana seluruh masyarakat dalam banjar tersebut diundang untuk hadir guna mendengarkan dan menyimak terkait sosialisasi Pergub Bali Nomor 97 tahun 2018. Sosialisasi ini dilakukan untuk melarang pelaku usaha melayani pembeli dengan kantong plastik sekali pakai, menyediakan totebag atau tas belanja ramah lingkungan dan mengajak masyarakat untuk membawa tas belanja ramah lingkungan setiap saat dan setiap ingin berbelanja.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06491/IPDN/2023 |
353.635 986 232 ANA i |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194742 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260316114205 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0326000189 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBATASAN TIMBULAN SAMPAH PLASTlK SEKALl PAKAI DI KABUPATEN GIANYAR PROVINSl BALl /$c Anak Agung Ngurah Surya Wibisana | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Anak Agung Ngurah Surya Wibisana | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13323 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Andi Pitono | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 353.635 986 232 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 353.635 986 232 ANA i | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Pengelolaan lingkungan hidup | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Produksi sampah yang meningkat tiap tahunnya berdampak pada kerusakan lingkungan dan menggangggu ekosistem alam serta menyerang habitat satwa dan tumbuhan. Kebutuhan akan barang berbahan plastik di Provinsi Bali sangat tinggi. Hal Ini dikarenakan masyarakat yang sudah terbiasa dengan kegunaan barang yang berbahan plastik. Total penambahan volume timbulan sampah plastik harian di Provinsi Bali secara keseluruhan dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 sebesar 39,7 ton. Hal ini merupakan permasalahan yang serius, mengingat lingkungan merupakan objek yang harus dijaga kelestariannya. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan implementasi kebijakan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai di Kabupaten Gianyar Provinsi Bali, faktor penghambat serta upaya untuk mengatasi dan mengoptimalkannya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini informan ditentukan melalui teknik purposive dan snowball sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan teori Implementasi Kebijakan menurut Merilee S. Grindle (1980) yang terdiri dari 2 (dua) dimensi yaitu isi kebijakan dan konteks kebijakan yang menunjukan bahwa Dinas Lingkungan Hidup sudah melaksanakan kebijakan dengan baik namun belum berjalan dengan maksimal karena terdapat beberapa hambatan meliputi kendala pada sumber daya manusia, yaitu PNS yang masih belum mencukupi dan tidak ada pegawai ahli dalam bidang kebijakan ini, Selain itu, permasalahan yang paling terlihat adalah ada pada pedagang di pasar, toko klontong, dan masyarakat yang kurang patuh dengan aturan yang ada dalam kebijakan. Kesimpulan: implementasi kebijakan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai telah dilakukan dengan baik namun belum maksimal dan mengalami beberapa hambatan. Guna mengatasi hambatan yang dialami disarankan agar Dinas Lingkungan Hidup melakukan sosialisasi di Banjar-banjar (dusun) dimana seluruh masyarakat dalam banjar tersebut diundang untuk hadir guna mendengarkan dan menyimak terkait sosialisasi Pergub Bali Nomor 97 tahun 2018. Sosialisasi ini dilakukan untuk melarang pelaku usaha melayani pembeli dengan kantong plastik sekali pakai, menyediakan totebag atau tas belanja ramah lingkungan dan mengajak masyarakat untuk membawa tas belanja ramah lingkungan setiap saat dan setiap ingin berbelanja. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 16 Mar 2026