Detail Katalog

ID: 31553
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ANALISIS KEMAMPUAN DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI : Studi Kasus Pada Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2011-2022 / Apriediya Pradigma Sirestu

Pengarang:
Apriediya Pradigma Sirestu ; Jatnika Dwi Asri
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Keuangan daerah
Deskripsi Fisik:
22 : ilust.
Nomor Panggil:
336.259 865 21 APR a
Control Number:
INLIS000000001194777
BIB ID:
0010-0326000224
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan terkait dengan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sumbawa menjadi suatu hal yang sangat penting, karena kemampuan dan kemandirian keuangan daerah masih tergolong rendah dan memperihatinkan. Mengingat keuangan daerah digunakan sebagai pembiayaan pembangunan daerah. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh antara kemampuan dan kemandirian keuangan daerah serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun anggaran 2011-2022. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan regresi linier berganda, dimana penulis menghitung besarnya nilai rasio kemampuan dan kemandirian keuangan daerah yang sekaligus menjadi teknik analisis data yang digunakan kemudian mendeskripsikan hasil yang diperoleh setelah itu penulis melihat pengaruhnya dengan pertumbuhan ekonomi selama dua belas tahun terakhir yaitu 2011-2022 melalui aplikasi SPSS 25. Sebagaimana penelitian ini dilakukan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumbawa. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa nilai dari rasio kemampuan keuangan daerah Kabupaten Sumbawa selama dua belas tahun terakhir yaitu pada tahun 2011-2022 tergolong masih rendah dengan hasil perhitungan rasio kemampuankeuangan daerah terendah pada tahun 2016 yaitu 8,850% dan tertinggi pada tahun 2017 sebesar 14,897%. Kemudian Kemandirian keuangan daerah Kabupaten Sumbawa selama dua belas tahun terakhir masih tergolong instruktif dengan rasio tertinggi pada tahun 2017 sebesar 18,281% dan terendah tahun 2012 sebesar 8,803%. Berdasarkan hasil uji parsial antara kemampuan keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemandirian keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi terbukti berpengaruh atas uji t yang dilakukan. Sedangkan melalui uji F atau simultan juga memperlihatkan bahwa variabel independen terhadap variabel dependen memiiliki pengaruh serta dengan nilai koefisien determinasi sebesar 93,8%. Kesimpulan: Berdasarkan uji variabel secara parsial antara kemampuan keuangan daerah (X1) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) terbukti berpengaruh, dan antara kemandirian keuangan darah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) juga berpengaruh positif serta secara simultan antara kemampuan keuangan daerah (X1) dan kemandirian keuangan daerah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) berpengaruh positif dan signifikan
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06526/IPDN/2023 336.259 865 21 APR a Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194777 1
005 _ _ 20260316033523 2
035 # # $a 0010-0326000224 3
245 1 # $a ANALISIS KEMAMPUAN DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI : $b Studi Kasus Pada Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2011-2022 /$c Apriediya Pradigma Sirestu 4
100 _ # $a Apriediya Pradigma Sirestu 5
300 # # $a 22 : $b ilust. 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12546 7
700 _ # $a Jatnika Dwi Asri 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 336.259 865 21 10
084 # # $a 336.259 865 21 APR a 11
600 # 4 $a Keuangan daerah 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan terkait dengan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sumbawa menjadi suatu hal yang sangat penting, karena kemampuan dan kemandirian keuangan daerah masih tergolong rendah dan memperihatinkan. Mengingat keuangan daerah digunakan sebagai pembiayaan pembangunan daerah. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh antara kemampuan dan kemandirian keuangan daerah serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun anggaran 2011-2022. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan regresi linier berganda, dimana penulis menghitung besarnya nilai rasio kemampuan dan kemandirian keuangan daerah yang sekaligus menjadi teknik analisis data yang digunakan kemudian mendeskripsikan hasil yang diperoleh setelah itu penulis melihat pengaruhnya dengan pertumbuhan ekonomi selama dua belas tahun terakhir yaitu 2011-2022 melalui aplikasi SPSS 25. Sebagaimana penelitian ini dilakukan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumbawa. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa nilai dari rasio kemampuan keuangan daerah Kabupaten Sumbawa selama dua belas tahun terakhir yaitu pada tahun 2011-2022 tergolong masih rendah dengan hasil perhitungan rasio kemampuankeuangan daerah terendah pada tahun 2016 yaitu 8,850% dan tertinggi pada tahun 2017 sebesar 14,897%. Kemudian Kemandirian keuangan daerah Kabupaten Sumbawa selama dua belas tahun terakhir masih tergolong instruktif dengan rasio tertinggi pada tahun 2017 sebesar 18,281% dan terendah tahun 2012 sebesar 8,803%. Berdasarkan hasil uji parsial antara kemampuan keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemandirian keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi terbukti berpengaruh atas uji t yang dilakukan. Sedangkan melalui uji F atau simultan juga memperlihatkan bahwa variabel independen terhadap variabel dependen memiiliki pengaruh serta dengan nilai koefisien determinasi sebesar 93,8%. Kesimpulan: Berdasarkan uji variabel secara parsial antara kemampuan keuangan daerah (X1) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) terbukti berpengaruh, dan antara kemandirian keuangan darah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) juga berpengaruh positif serta secara simultan antara kemampuan keuangan daerah (X1) dan kemandirian keuangan daerah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) berpengaruh positif dan signifikan 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name