Detail Katalog
ID: 31556Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
EFEKTIVITAS INOVASI SMART VILLAGE DALAM MENGATASI STUNTING DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT PROVINSI LAMPUNG / Muhammad Andi Timor Pratama
Pengarang:
Muhammad Andi Timor Pratama
Muhammad Andi Timor Pratama
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Kesejahteraan sosial
Deskripsi Fisik:
11 : ilust.
11 : ilust.
Nomor Panggil:
352.635 981 852 MUH e
352.635 981 852 MUH e
Control Number:
INLIS000000001194780
INLIS000000001194780
BIB ID:
0010-0326000227
0010-0326000227
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Berdasarkan data di smart village, saat ini sebanyak 21.786
balita di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Dari jumlah itu terdapat balita stunting sebanyak 1.185
balita. Hasil SSGI pada tahun 2022 menunjukkan Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki
prevalensi stunting 5,4%. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas
Inovasi Smart Village dalam mengatasi Stunting di Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi
Lampung. Metode: Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti mengambil tempat penelitian di
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung.
Hasil/Temuan: Adapun hasil penelitian ini adalah, untuk dimensi Pencapaian Tujuan, inovasi smart
village dilaksanakan dengan berfokus pada target yang telah ditetapkan serta dengan meningkatkan
Kinerja, kerja sama dan memaksimalkan setiap daya yang ada. Untuk dimensi Integritas, inovasi smart
village dilaksanakan dengan memonitoring pertumbuhan anak melalui penyajian data yang lengkap
dan tepat terutama data sasaran bagi keluarga beresiko stunting. Sedangkan dimensi Adaptasi
dilaksanakan dengan menyesuaikan inovasi smart village melalui observasi, wawancara, dan survei
untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah stunting di Kabupaten Tulang
Bawang Barat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa inovasi
smart village dalam mengatasi stunting di Kabupaten Tulang Bawang Barat berjalan dengan efektif.
Saran yang diberikan adalah Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan
mengembangkan program pelatihan dan pendidikan melalui kerja sama antar setiap sektor pada
penerapan inovasi smart village dalam mengatasi stunting.
balita di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Dari jumlah itu terdapat balita stunting sebanyak 1.185
balita. Hasil SSGI pada tahun 2022 menunjukkan Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki
prevalensi stunting 5,4%. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas
Inovasi Smart Village dalam mengatasi Stunting di Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi
Lampung. Metode: Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti mengambil tempat penelitian di
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung.
Hasil/Temuan: Adapun hasil penelitian ini adalah, untuk dimensi Pencapaian Tujuan, inovasi smart
village dilaksanakan dengan berfokus pada target yang telah ditetapkan serta dengan meningkatkan
Kinerja, kerja sama dan memaksimalkan setiap daya yang ada. Untuk dimensi Integritas, inovasi smart
village dilaksanakan dengan memonitoring pertumbuhan anak melalui penyajian data yang lengkap
dan tepat terutama data sasaran bagi keluarga beresiko stunting. Sedangkan dimensi Adaptasi
dilaksanakan dengan menyesuaikan inovasi smart village melalui observasi, wawancara, dan survei
untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah stunting di Kabupaten Tulang
Bawang Barat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa inovasi
smart village dalam mengatasi stunting di Kabupaten Tulang Bawang Barat berjalan dengan efektif.
Saran yang diberikan adalah Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan
mengembangkan program pelatihan dan pendidikan melalui kerja sama antar setiap sektor pada
penerapan inovasi smart village dalam mengatasi stunting.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06528/IPDN/2023 |
352.635 981 852 MUH e |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 12 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194780 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260316040812 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0326000227 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a EFEKTIVITAS INOVASI SMART VILLAGE DALAM MENGATASI STUNTING DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT PROVINSI LAMPUNG /$c Muhammad Andi Timor Pratama | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Muhammad Andi Timor Pratama | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 : $b ilust. | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13488 | 7 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 8 |
| 082 | # |
# |
$a 352.635 981 852 | 9 |
| 084 | # |
# |
$a 352.635 981 852 MUH e | 10 |
| 600 | # |
4 |
$a Kesejahteraan sosial | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Berdasarkan data di smart village, saat ini sebanyak 21.786 balita di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Dari jumlah itu terdapat balita stunting sebanyak 1.185 balita. Hasil SSGI pada tahun 2022 menunjukkan Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki prevalensi stunting 5,4%. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Inovasi Smart Village dalam mengatasi Stunting di Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung. Metode: Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti mengambil tempat penelitian di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung. Hasil/Temuan: Adapun hasil penelitian ini adalah, untuk dimensi Pencapaian Tujuan, inovasi smart village dilaksanakan dengan berfokus pada target yang telah ditetapkan serta dengan meningkatkan Kinerja, kerja sama dan memaksimalkan setiap daya yang ada. Untuk dimensi Integritas, inovasi smart village dilaksanakan dengan memonitoring pertumbuhan anak melalui penyajian data yang lengkap dan tepat terutama data sasaran bagi keluarga beresiko stunting. Sedangkan dimensi Adaptasi dilaksanakan dengan menyesuaikan inovasi smart village melalui observasi, wawancara, dan survei untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah stunting di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa inovasi smart village dalam mengatasi stunting di Kabupaten Tulang Bawang Barat berjalan dengan efektif. Saran yang diberikan adalah Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan mengembangkan program pelatihan dan pendidikan melalui kerja sama antar setiap sektor pada penerapan inovasi smart village dalam mengatasi stunting. | 12 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 16 Mar 2026