Detail Katalog

ID: 31571
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

STRATEGI DINAS KESEHATAN KOTA KOTAMOBAGU DALAM PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KOTA KOTAMOBAGU PROVINSI SULAWESI UTARA / Mustika Cintia Gonibala

Pengarang:
Mustika Cintia Gonibala ; Agus Sumarno
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Adm. kesehatan
Deskripsi Fisik:
11
Nomor Panggil:
353.659 841 2 MUS s
Control Number:
INLIS000000001194795
BIB ID:
0010-0326000242
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu indikator pemenuhan kebutuhan gizi akan di berikan melalui kelayakan sanitasi dan keamanan pangan memiliki pengaruh terhadap asupan gizi seseorang. Sehingga proses tumbuh dan kembang seorang anak akan menentukan bagaimana kelangsungan hidup mereka dimasa mendatang. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dari Strategi Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu Dalam Penurunan Angka Stunting di Kota Kotamobagu. Metode: Informasi yang diperoleh dalam sesuatu riset kualitatif bertabiat deskriptif ialah informasi yang dikumpulkan dalam wujud perkata hasil wawancara yang didukung dengan catatan dari hasil lapangan, dokumentasi, rekaman, serta pendukung yang lain. Hasil/Temuan: Pemerintahan Kota Kotamobagu terus menunjukan komitmennya dalam menurunkan angka stunting. Berbagai Langkah di lakukan salah satunya dengan mengelar Rembuk stunting melibatkan lintas sektor pada tanggal 23 Agustus 2022. Walikota Kotamobagu dalam sambutannya mengatakan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 haris pertama kehidupan di mana hal ini tentunya sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Kesimpulan: Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan data lewat observasi, dokumentasi dan wawancara serta seluruh komponen dari SWOT di bab 4, maka disimpulkan bahwa faktor faktor penghambat dari penurunan angka stunting di Kota Kotamobagu yaitu kurangnya pengetahuan tentang pentingnya gizi bagi ibu hamil dan balita, ketidaktahuan pola hidup sehat, pentingnya air bersih dan sanitasi, dan peningkatan ekonomi di masyarakat.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06543/IPDN/2023 353.659 841 2 MUS s Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194795 1
005 _ _ 20260317083159 2
035 # # $a 0010-0326000242 3
245 1 # $a STRATEGI DINAS KESEHATAN KOTA KOTAMOBAGU DALAM PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KOTA KOTAMOBAGU PROVINSI SULAWESI UTARA /$c Mustika Cintia Gonibala 4
100 _ # $a Mustika Cintia Gonibala 5
300 # # $a 11 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13757 7
700 _ # $a Agus Sumarno 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 353.659 841 2 10
084 # # $a 353.659 841 2 MUS s 11
650 # 4 $a Adm. kesehatan 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu indikator pemenuhan kebutuhan gizi akan di berikan melalui kelayakan sanitasi dan keamanan pangan memiliki pengaruh terhadap asupan gizi seseorang. Sehingga proses tumbuh dan kembang seorang anak akan menentukan bagaimana kelangsungan hidup mereka dimasa mendatang. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dari Strategi Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu Dalam Penurunan Angka Stunting di Kota Kotamobagu. Metode: Informasi yang diperoleh dalam sesuatu riset kualitatif bertabiat deskriptif ialah informasi yang dikumpulkan dalam wujud perkata hasil wawancara yang didukung dengan catatan dari hasil lapangan, dokumentasi, rekaman, serta pendukung yang lain. Hasil/Temuan: Pemerintahan Kota Kotamobagu terus menunjukan komitmennya dalam menurunkan angka stunting. Berbagai Langkah di lakukan salah satunya dengan mengelar Rembuk stunting melibatkan lintas sektor pada tanggal 23 Agustus 2022. Walikota Kotamobagu dalam sambutannya mengatakan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 haris pertama kehidupan di mana hal ini tentunya sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Kesimpulan: Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan data lewat observasi, dokumentasi dan wawancara serta seluruh komponen dari SWOT di bab 4, maka disimpulkan bahwa faktor faktor penghambat dari penurunan angka stunting di Kota Kotamobagu yaitu kurangnya pengetahuan tentang pentingnya gizi bagi ibu hamil dan balita, ketidaktahuan pola hidup sehat, pentingnya air bersih dan sanitasi, dan peningkatan ekonomi di masyarakat. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name