Detail Katalog
ID: 31572Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT DALAM PENINGKATAN AKUNTABILITAS PENGHAPUSAN ASET DAERAH DI KABUPATEN KETAPANG / Hutabarat, Theodorus Sunardi
Pengarang:
Hutabarat, Theodorus Sunardi ; Rizari
Hutabarat, Theodorus Sunardi ; Rizari
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Administrasi Publik
Deskripsi Fisik:
11
11
Nomor Panggil:
351.598 324 1 HUT i
351.598 324 1 HUT i
Control Number:
INLIS000000001194796
INLIS000000001194796
BIB ID:
0010-0326000243
0010-0326000243
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang: banyaknya barang rusak berat yang belum dihapuskan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya padahal kabupaten ketapang sendiri sudah menggunakan sistem berbasis e-government dalam proses pendataan dan pengelolaan barang milik daerahnya. Tujuan : untuk mengetahui dan menganalisa implementasi e-government dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan aset pada proses penghapusan barang milik derah dan untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dan upaya mengatasi faktor penghambat dalam peningkatan akuntabilitas penghapusan aset melalui implementasi e-government di kabupaten ketapang. Metode : Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara (6 informan), observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan Teori penelitian dengan menggunakan teori implementasi e-government dari Pairs Cheek dimana faktor yang mempengaruhi kesuksesan implementasi e-government adalah faktor teknologi informasi, manusia dan organisasi. Hasil/Temuan : ketiga faktor yang dimaksud tersebut belum bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah daerah kabupaten Ketapang. Di kabupaten Ketapang sendiri sistem penghapusan masih didalam tahap digitasi, selain itu faktor sumber daya manusia yaitu pengurus barang yang pasif dan budaya organisasi yang hanya melakukan pencatatan pada saat penganggaran dan pengadaan saja membuat banyak aset yang rusak berat tidak diketahui keberadaannya atau hilang sehingga tidak bisa dilakukan proses penghapusan. Kesimpulan : Pelaksanaan penghapusan aset daerah di Kabupaten Ketapang melalui e-govenrment masih dikatakan belum baik dikarenakan Kualitas Output dan Input belum memadai, staff dan keterampilan yang belum baik, dan struktur organisasi yang belum bisa menunjang pengelolaan aset daerah.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06544/IPDN/2023 |
351.598 324 1 HUT i |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194796 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260317084105 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0326000243 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT DALAM PENINGKATAN AKUNTABILITAS PENGHAPUSAN ASET DAERAH DI KABUPATEN KETAPANG /$c Hutabarat, Theodorus Sunardi | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Hutabarat, Theodorus Sunardi | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13563 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Rizari | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 351.598 324 1 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 351.598 324 1 HUT i | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Publik | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang: banyaknya barang rusak berat yang belum dihapuskan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya padahal kabupaten ketapang sendiri sudah menggunakan sistem berbasis e-government dalam proses pendataan dan pengelolaan barang milik daerahnya. Tujuan : untuk mengetahui dan menganalisa implementasi e-government dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan aset pada proses penghapusan barang milik derah dan untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dan upaya mengatasi faktor penghambat dalam peningkatan akuntabilitas penghapusan aset melalui implementasi e-government di kabupaten ketapang. Metode : Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara (6 informan), observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan Teori penelitian dengan menggunakan teori implementasi e-government dari Pairs Cheek dimana faktor yang mempengaruhi kesuksesan implementasi e-government adalah faktor teknologi informasi, manusia dan organisasi. Hasil/Temuan : ketiga faktor yang dimaksud tersebut belum bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah daerah kabupaten Ketapang. Di kabupaten Ketapang sendiri sistem penghapusan masih didalam tahap digitasi, selain itu faktor sumber daya manusia yaitu pengurus barang yang pasif dan budaya organisasi yang hanya melakukan pencatatan pada saat penganggaran dan pengadaan saja membuat banyak aset yang rusak berat tidak diketahui keberadaannya atau hilang sehingga tidak bisa dilakukan proses penghapusan. Kesimpulan : Pelaksanaan penghapusan aset daerah di Kabupaten Ketapang melalui e-govenrment masih dikatakan belum baik dikarenakan Kualitas Output dan Input belum memadai, staff dan keterampilan yang belum baik, dan struktur organisasi yang belum bisa menunjang pengelolaan aset daerah. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 17 Mar 2026