Detail Katalog

ID: 31609
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

STRATEGI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM PENCATATAN AKTA PERKAWINAN BAGI MASYARAKAT TIONGHOA DI KOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT / Femmy Febriyanti

Pengarang:
Femmy Febriyanti ; Gatiningsih
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Catatan sipil
Deskripsi Fisik:
10 : Ilus
Nomor Panggil:
352.387 598 441 FEM s
Control Number:
INLIS000000001194833
BIB ID:
0010-0326000280
Catatan
Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Kota Singkawang merupakan kota dengan mayoritas masyarakat Tionghoanya yang memiliki beragam budaya, salah satunya kawin foto. Kawin foto merupakan adat perkawinan dengan pertemuan keluarga membuat acara tanpa mencatatkan perkawinannya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sama seperti kawin siri. Masyarakat Tionghoa menganggap jika kawin foto saja sudah cukup tanpa mencatatkan perkawinannya ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, hal ini menyebabkan angka kepemilikan akta perkawinan di Kota Singkawang rendah. Tujuan: untuk mengetahui strategi, kendala, serta upaya dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam mengatasi rendahnya kepemilikan akta perkawinan. Metode: Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Hasil: hasil penelitian ini adalah 1) Strategi guna meningkatkan pencatatan perkawinan yakni sosialisasi kepada masyarakat Tionghoa tentang pencatatan perkawinan, kerjasama antar instansi maupun vihara atau klenteng, meningkatkan pelayanan publik, memberikan pelatihan Bahasa asing kepada pegawai, melakukan pelayanan jemput bola atau pelayanan keliling. 2) Hambatannya antara lain : kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencatatan perkawinan, belum adanya kerjasama tertulis. Tidak semua vihara dan klenteng dapat mengeluarkan surat pemberkatan, kurangnya ASN di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, belum berjalannya Dukcapil Online, keterampilan pegawai dalam berbahasa asing masih kurang 3) Upaya dinas kependudukan dan pencatatan sipil yakni sosialisasi kepada masyarakat dan mengajukan permohonan untuk penambahan ASN di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan untuk meningkatkan sosialisasi serta pelayanan bagi masyarakat Tionghoa yang ingin melakukan pencatatan perkawinan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06580/IPDN/2023 352.387 598 441 FEM s Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194833 1
005 _ _ 20260317015411 2
035 # # $a 0010-0326000280 3
245 1 # $a STRATEGI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM PENCATATAN AKTA PERKAWINAN BAGI MASYARAKAT TIONGHOA DI KOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT /$c Femmy Febriyanti 4
100 _ # $a Femmy Febriyanti 5
300 # # $a 10 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14633 7
700 _ # $a Gatiningsih 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 352.387 598 441 10
084 # # $a 352.387 598 441 FEM s 11
650 # 4 $a Catatan sipil 12
520 # # $a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Kota Singkawang merupakan kota dengan mayoritas masyarakat Tionghoanya yang memiliki beragam budaya, salah satunya kawin foto. Kawin foto merupakan adat perkawinan dengan pertemuan keluarga membuat acara tanpa mencatatkan perkawinannya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sama seperti kawin siri. Masyarakat Tionghoa menganggap jika kawin foto saja sudah cukup tanpa mencatatkan perkawinannya ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, hal ini menyebabkan angka kepemilikan akta perkawinan di Kota Singkawang rendah. Tujuan: untuk mengetahui strategi, kendala, serta upaya dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam mengatasi rendahnya kepemilikan akta perkawinan. Metode: Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Hasil: hasil penelitian ini adalah 1) Strategi guna meningkatkan pencatatan perkawinan yakni sosialisasi kepada masyarakat Tionghoa tentang pencatatan perkawinan, kerjasama antar instansi maupun vihara atau klenteng, meningkatkan pelayanan publik, memberikan pelatihan Bahasa asing kepada pegawai, melakukan pelayanan jemput bola atau pelayanan keliling. 2) Hambatannya antara lain : kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencatatan perkawinan, belum adanya kerjasama tertulis. Tidak semua vihara dan klenteng dapat mengeluarkan surat pemberkatan, kurangnya ASN di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, belum berjalannya Dukcapil Online, keterampilan pegawai dalam berbahasa asing masih kurang 3) Upaya dinas kependudukan dan pencatatan sipil yakni sosialisasi kepada masyarakat dan mengajukan permohonan untuk penambahan ASN di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan untuk meningkatkan sosialisasi serta pelayanan bagi masyarakat Tionghoa yang ingin melakukan pencatatan perkawinan. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name