Detail Katalog
ID: 31646Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PERAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA DALAM PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DI KABUPATEN SELUMA PROVINSI BENGKULU / Istiqomah Lestary Agus
Pengarang:
Istiqomah Lestary Agus ; Anya Risnawati
Istiqomah Lestary Agus ; Anya Risnawati
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Layanan
Deskripsi Fisik:
9
9
Nomor Panggil:
362.709 598 135 IST p
362.709 598 135 IST p
Control Number:
INLIS000000001194870
INLIS000000001194870
BIB ID:
0010-0426000015
0010-0426000015
Catatan
Pemasalahan : Tingkat perkawinan anak di Bengkulu tergolong tinggi dibandingkan dengan Provinsi lainnya di Indonesia. Dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2010, Usia perkawinan pertama perempuan kelompok umur 15-19 tahun mencapai 45,9 persen lebih tinggi dari angka rata-rata nasional (41,9 persen). Penyebab tingginya angka menikah usia dini adalah masalah ekonomi yang kurang, diikuti pengaruh teman sebaya, keluarga, dan hamil di luar nikah.Upaya Pemerintah untuk mencegah perkawinan anak terjadi, diantaranya mengubah batas usia minimal untuk perkawinan dari 16 tahun menjadi 19 tahun melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan terjadinya perkawinan anak dan hambatan dalam pencegahan perkawinan anak serta upaya yang dilakukan DP3APPKB. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori Horoepoti, Arimbi dan Santosa yang menyebutkan 5 dimensi peran, yaitu : peran sebagai suatu kebijakan, peran sebagai strategi, peran sebagai alat komunikasi, peran sebagai cara penyelesaian sengketa, dan peran sebagai terapi Penulis menggunakan metode : penelitian kualitatif yaitu dengan menggambarkan suatu penelitian secara naratif sehingga mudah dipahami. Oleh karenanya, penggunaan metode kualitatif dalam penelitian dapat menghasilkan kajian atas suatu fenomena yang lebih komprehensif. Hasil : penyebab dari perkawinan usia anak di kabupaten Seluma di tinjau dari faktor internal dan eksternal masih rendah karena faktor diri sendiri, ekonomi dan pendidikan. Adapun hambatannya yaitu masyarakat yang tidak mau diedukasi dan peraturan tentang perkawinan anak yang ada juga belum maksimal. Upaya yang dilakukan DP3APPKB dalam mencegah perkawinan anak dengan melakukan kerjasama antar stakeholder terkait dalam mencegah perkawinan anak.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06604/IPDN/2023 |
362.709 598 135 IST p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 14 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194870 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260403125858 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0426000015 | 3 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0426000010 | 4 |
| 245 | 1 |
# |
$a PERAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA DALAM PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DI KABUPATEN SELUMA PROVINSI BENGKULU /$c Istiqomah Lestary Agus | 5 |
| 100 | _ |
# |
$a Istiqomah Lestary Agus | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 9 | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13738 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Anya Risnawati | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 362.709 598 135 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 362.709 598 135 IST p | 12 |
| 650 | # |
4 |
$a Layanan | 13 |
| 520 | # |
# |
$a Pemasalahan : Tingkat perkawinan anak di Bengkulu tergolong tinggi dibandingkan dengan Provinsi lainnya di Indonesia. Dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2010, Usia perkawinan pertama perempuan kelompok umur 15-19 tahun mencapai 45,9 persen lebih tinggi dari angka rata-rata nasional (41,9 persen). Penyebab tingginya angka menikah usia dini adalah masalah ekonomi yang kurang, diikuti pengaruh teman sebaya, keluarga, dan hamil di luar nikah.Upaya Pemerintah untuk mencegah perkawinan anak terjadi, diantaranya mengubah batas usia minimal untuk perkawinan dari 16 tahun menjadi 19 tahun melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan terjadinya perkawinan anak dan hambatan dalam pencegahan perkawinan anak serta upaya yang dilakukan DP3APPKB. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori Horoepoti, Arimbi dan Santosa yang menyebutkan 5 dimensi peran, yaitu : peran sebagai suatu kebijakan, peran sebagai strategi, peran sebagai alat komunikasi, peran sebagai cara penyelesaian sengketa, dan peran sebagai terapi Penulis menggunakan metode : penelitian kualitatif yaitu dengan menggambarkan suatu penelitian secara naratif sehingga mudah dipahami. Oleh karenanya, penggunaan metode kualitatif dalam penelitian dapat menghasilkan kajian atas suatu fenomena yang lebih komprehensif. Hasil : penyebab dari perkawinan usia anak di kabupaten Seluma di tinjau dari faktor internal dan eksternal masih rendah karena faktor diri sendiri, ekonomi dan pendidikan. Adapun hambatannya yaitu masyarakat yang tidak mau diedukasi dan peraturan tentang perkawinan anak yang ada juga belum maksimal. Upaya yang dilakukan DP3APPKB dalam mencegah perkawinan anak dengan melakukan kerjasama antar stakeholder terkait dalam mencegah perkawinan anak. | 14 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 03 Apr 2026