Detail Katalog

ID: 31649
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ANALISIS KINERJA KEUANGAN, KEMAMPUAN KEUANGAN DAN EVALUASI APBD DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT DAYA / Otscard Juan Felix Safkaur

Pengarang:
Otscard Juan Felix Safkaur ; Eko Subowo
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Administrasi keuangan
Deskripsi Fisik:
18 : ilus
Nomor Panggil:
352.485 988 42 OTS a
Control Number:
INLIS000000001194873
BIB ID:
0010-0426000018
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): penulis berfokus pada permasalahan buruknya kinerja keuangan pemerintah daerah kota sorong dalam melaksanakan otonomi daerah sebagai sebuah ibukota provinsi yang baru. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja dan kemampuan keuangan pemerintah daerah kota sorong. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif serta menggunakan metode analisis Kinerja keuangan menurut Mahmudi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Wawancara mendalam (5 Informan), dan Dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh Penulis dalam penelitian ini yaitu Rasio Kemandirian dan Rasio Derajat Desentralisasi masih berada di kategori Kurang, Rasio Aktivitas pada tahun 2019 sempat berada di kategori Sangat Efektif namun memasuki tahun 2020-2022 selalu berada pada kategori Tidak Efektif. Untuk Rasio Aktivitas Belanja, pemerintah daerah masih lebih banyak mengalokasikan dana kepada belanja aparatur daripada belanja modal, sedangkan untuk Rasio Keserasian Belanja, pemerintah daerah lebih mengutamakan Belanja Langsung daripada Belanja Tidak Langsung. Kemampuan Keuangan Kota Sorong masih dapat dikategorikan Tinggi. Namun, tingginya angka tersebut lebih didominasi oleh jumlah pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat. varians pendapatan Kota Sorong rata-rata berada di golongan Unfavorable (tidak disukai). varians Belanja mayoritas berada pada kategori favorable(disukai). Kesimpulan: kinerja keuangan pemerintah daerah kota sorong masih tergolong buruk dan kurang efektif. Kemampuan keuangan tergolong buruk karena masih mengandalkan dana dari pemerintah pusat.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06607/IPDN/2023 352.485 988 42 OTS a Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194873 1
005 _ _ 20260403111811 2
035 # # $a 0010-0426000018 3
245 1 # $a ANALISIS KINERJA KEUANGAN, KEMAMPUAN KEUANGAN DAN EVALUASI APBD DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT DAYA /$c Otscard Juan Felix Safkaur 4
100 _ # $a Otscard Juan Felix Safkaur 5
300 # # $a 18 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15710 7
700 _ # $a Eko Subowo 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 352.485 988 42 10
084 # # $a 352.485 988 42 OTS a 11
650 # 4 $a Administrasi keuangan 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): penulis berfokus pada permasalahan buruknya kinerja keuangan pemerintah daerah kota sorong dalam melaksanakan otonomi daerah sebagai sebuah ibukota provinsi yang baru. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja dan kemampuan keuangan pemerintah daerah kota sorong. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif serta menggunakan metode analisis Kinerja keuangan menurut Mahmudi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Wawancara mendalam (5 Informan), dan Dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh Penulis dalam penelitian ini yaitu Rasio Kemandirian dan Rasio Derajat Desentralisasi masih berada di kategori Kurang, Rasio Aktivitas pada tahun 2019 sempat berada di kategori Sangat Efektif namun memasuki tahun 2020-2022 selalu berada pada kategori Tidak Efektif. Untuk Rasio Aktivitas Belanja, pemerintah daerah masih lebih banyak mengalokasikan dana kepada belanja aparatur daripada belanja modal, sedangkan untuk Rasio Keserasian Belanja, pemerintah daerah lebih mengutamakan Belanja Langsung daripada Belanja Tidak Langsung. Kemampuan Keuangan Kota Sorong masih dapat dikategorikan Tinggi. Namun, tingginya angka tersebut lebih didominasi oleh jumlah pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat. varians pendapatan Kota Sorong rata-rata berada di golongan Unfavorable (tidak disukai). varians Belanja mayoritas berada pada kategori favorable(disukai). Kesimpulan: kinerja keuangan pemerintah daerah kota sorong masih tergolong buruk dan kurang efektif. Kemampuan keuangan tergolong buruk karena masih mengandalkan dana dari pemerintah pusat. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name