Detail Katalog

ID: 31681
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PERILAKU PEMILIH TERHADAP PEMILIHAN WALIKOTA TAHUN 2020 DI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT / Muhammad Al-Hussen

Pengarang:
Muhammad Al-Hussen ; Dolf Eduard Mitteboga
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Pemilihan Umum di Indonesia
Deskripsi Fisik:
11 : ilus
Nomor Panggil:
324.959 824 13 MUH p
Control Number:
INLIS000000001194905
BIB ID:
0010-0426000050
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perilaku pemilih di Kota Depok mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam menggunakan atau tidak menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umum. Pada Pemilihan walikota 2020 mendapati sebanyak 479.451 pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya, angka tersebut lebih besar dari jumlah suara yang diperoleh oleh pemenang pemilihan walikota 2020 di Kota Depok. Selain itu juga pada setiap penyelenggaraan pemilihan walikota di Kota Depok, pasangan calon yang didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera selalu menjadi pemenang pemilihan walikota di Kota Depok. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perilaku pemilih masyarakat Kota Depok dalam menentukan pilihannya, penyebab angka golput lebih tinggi dibandingkan dengan suara pemenang pemilihan walikota dan untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi dominasi Partai Keadilan Sejahtera dalam setiap pemilihan walikota di Kota Depok. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitiatif dan analisis terhadap perilaku pemilih menurut Teori Gaffar (2005:47). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (384 responden) dengan menyebarkan link google form serta dengan studi pustaka. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu bahwa perilaku pemilih masyarakat Kota Depok pada pemilihan walikota 2020 dipengaruhi oleh beberapa variabel dengan hasil variabel identifikasi partai dan variabel identifikasi kualitas personal calon memiliki pengaruh tertinggi. Variabel tersebut merupakan turunan dari pendekatan psikologis. Kesimpulan: Perilaku pemilih masyarakat Kota Depok pada pemilihan walikota tahun 2020 tergolong dalam tipe pemilih psikologis. Pemberian edukasi politik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga terkait seperti KPU ataupun parpol diharapkan mampu mengubah perilaku pemilih masyarakat Kota Depok menjadi pemilih yang rasional.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06635/IPDN/2023 324.959 824 13 MUH p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194905 1
005 _ _ 20260406093924 2
035 # # $a 0010-0426000050 3
245 1 # $a PERILAKU PEMILIH TERHADAP PEMILIHAN WALIKOTA TAHUN 2020 DI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT /$c Muhammad Al-Hussen 4
100 _ # $a Muhammad Al-Hussen 5
300 # # $a 11 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13337 7
700 _ # $a Dolf Eduard Mitteboga 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 324.959 824 13 10
084 # # $a 324.959 824 13 MUH p 11
650 # 4 $a Pemilihan Umum di Indonesia 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perilaku pemilih di Kota Depok mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam menggunakan atau tidak menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umum. Pada Pemilihan walikota 2020 mendapati sebanyak 479.451 pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya, angka tersebut lebih besar dari jumlah suara yang diperoleh oleh pemenang pemilihan walikota 2020 di Kota Depok. Selain itu juga pada setiap penyelenggaraan pemilihan walikota di Kota Depok, pasangan calon yang didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera selalu menjadi pemenang pemilihan walikota di Kota Depok. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perilaku pemilih masyarakat Kota Depok dalam menentukan pilihannya, penyebab angka golput lebih tinggi dibandingkan dengan suara pemenang pemilihan walikota dan untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi dominasi Partai Keadilan Sejahtera dalam setiap pemilihan walikota di Kota Depok. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitiatif dan analisis terhadap perilaku pemilih menurut Teori Gaffar (2005:47). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (384 responden) dengan menyebarkan link google form serta dengan studi pustaka. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu bahwa perilaku pemilih masyarakat Kota Depok pada pemilihan walikota 2020 dipengaruhi oleh beberapa variabel dengan hasil variabel identifikasi partai dan variabel identifikasi kualitas personal calon memiliki pengaruh tertinggi. Variabel tersebut merupakan turunan dari pendekatan psikologis. Kesimpulan: Perilaku pemilih masyarakat Kota Depok pada pemilihan walikota tahun 2020 tergolong dalam tipe pemilih psikologis. Pemberian edukasi politik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga terkait seperti KPU ataupun parpol diharapkan mampu mengubah perilaku pemilih masyarakat Kota Depok menjadi pemilih yang rasional. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name