Detail Katalog

ID: 31700
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PENDEKATAN KOLABORATIF DALAM PENANGANAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI KOTA DENPASAR / Ni Made Rita Rusitadewi

Pengarang:
Ni Made Rita Rusitadewi ; Rizari
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Gangguan jiwa
Deskripsi Fisik:
10
Nomor Panggil:
362.259 862 NI p
Control Number:
INLIS000000001194924
BIB ID:
0010-0426000069
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Diketahui bahwa gangguan jiwa merupakan salah satu penyebab disabilitas tertinggi di Indonesia khususnya di Bali dilihat dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan tahun 2017, yaitu sebesar 13,4%. Untuk itu diperlukan peran penting pemerintah dalam melakukan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Bali khususnya di Kota Denpasar.Tujuan: untuk mengumpulkan data dan kemudian dianalisis untuk memperoleh hasil yang dapat memberikan gambaran tentang pendekatan kolaboratif yang dilakukan pemerintah Kota Denpasar dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Denpasar. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif dan menggunakan teori collaborative governance oleh Edward Deseve 2007. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu pendekatan kolaboratif yang dilakukan dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Denpasar sudah terlaksana dengan baik namun terdapat beberapa indikator dari teori yang diterapkan belum terlaksana dengan maksimal karena adanya hambatan – hambatan berupa kurangnya perhatian pihak keluarga penderita, pemahaman masyarakat yang kurang tentang hal penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta kurangnya sarana transportasi penjemputan bagi pasien skizofernia. Kesimpulan: kolaboratif yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar telah berjalan dengan baik, namun untuk mengatasi hambatan yang ada diperlukan upaya yang harus dilakukan yaitu meningkatkan interaksi aktif dengan pihak keluarga pasien, pemberian edukasi tentang kesehatan jiwa kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana di Rumah Berdaya.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06651/IPDN/2023 362.259 862 NI p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194924 1
005 _ _ 20260406112703 2
035 # # $a 0010-0426000069 3
245 1 # $a PENDEKATAN KOLABORATIF DALAM PENANGANAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI KOTA DENPASAR /$c Ni Made Rita Rusitadewi 4
100 _ # $a Ni Made Rita Rusitadewi 5
300 # # $a 10 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13442 7
700 _ # $a Rizari 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 362.259 862 10
084 # # $a 362.259 862 NI p 11
650 # 4 $a Gangguan jiwa 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Diketahui bahwa gangguan jiwa merupakan salah satu penyebab disabilitas tertinggi di Indonesia khususnya di Bali dilihat dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan tahun 2017, yaitu sebesar 13,4%. Untuk itu diperlukan peran penting pemerintah dalam melakukan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Bali khususnya di Kota Denpasar.Tujuan: untuk mengumpulkan data dan kemudian dianalisis untuk memperoleh hasil yang dapat memberikan gambaran tentang pendekatan kolaboratif yang dilakukan pemerintah Kota Denpasar dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Denpasar. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif dan menggunakan teori collaborative governance oleh Edward Deseve 2007. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu pendekatan kolaboratif yang dilakukan dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Denpasar sudah terlaksana dengan baik namun terdapat beberapa indikator dari teori yang diterapkan belum terlaksana dengan maksimal karena adanya hambatan – hambatan berupa kurangnya perhatian pihak keluarga penderita, pemahaman masyarakat yang kurang tentang hal penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta kurangnya sarana transportasi penjemputan bagi pasien skizofernia. Kesimpulan: kolaboratif yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar telah berjalan dengan baik, namun untuk mengatasi hambatan yang ada diperlukan upaya yang harus dilakukan yaitu meningkatkan interaksi aktif dengan pihak keluarga pasien, pemberian edukasi tentang kesehatan jiwa kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana di Rumah Berdaya. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name