Detail Katalog

ID: 31810
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PENERTIBAN PENGEMIS GELANDANGAN DAN ORANG TERLANTAR OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KABUPATEN KARIMUN PROVINSI KEPULAUAN RIAU / Muhammad Fariz Rachman

Pengarang:
Muhammad Fariz Rachman ; Prio Teguh
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Gelandangan
Deskripsi Fisik:
8
Nomor Panggil:
362.592 598 143 2 MUH p
Control Number:
INLIS000000001195029
BIB ID:
0010-0426000174
Catatan
Permasalahan/ Latar Belakang (GAP) : Salah satu gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di Kabupaten karimun sebagai daerah yang dekat dengan perbatasan dan merupakan daerah yang ramai wisatawan luar maupun dalam negeri bahkan transmigran adalah adanya pengemis gelandangan dan orang terlantar. Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar ( PGOT ). Pengemis Gelandangan Dan Orang Terlantar (PGOT) adalah orang yang hidup dalam situasi dan kondisi yang tidak sesuai dengan norma sosial yang ada serta rendahnya kesejahteraan sosial yang didapatkan. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penertiban pengemis gelandangan dan orang telantar oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karimun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deksriptif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi, observasi. adapun informan antara lain Kepala Satpol PP, Kepala dimasing-masing Bidang dan Seksi, dan Masyarakat Kabupaten Karimun. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karimun dalam penertiban pngemis gelandangan dan orang terlantar dinilai sudah baik dalam melaksanakan penertiban berdasarkan teori penertiban oleh retno widjajanti yaitu penertiban langsung dan tidak langsung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat beberapa hambatan dalam melaksanakan penertiban baik itu dari faktor internal maupu eksternal. Upaya yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu dengan komunikasi yang baik dan pendekatan yang persuasif dengan masyarakat serta selalu memantau segala hal mengenai terselenggaranya ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06741/IPDN/2023 362.592 598 143 2 MUH p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195029 1
005 _ _ 20260407022952 2
035 # # $a 0010-0426000174 3
245 1 # $a PENERTIBAN PENGEMIS GELANDANGAN DAN ORANG TERLANTAR OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KABUPATEN KARIMUN PROVINSI KEPULAUAN RIAU /$c Muhammad Fariz Rachman 4
100 _ # $a Muhammad Fariz Rachman 5
300 # # $a 8 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15167 7
700 _ # $a Prio Teguh 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 362.592 598 143 2 10
084 # # $a 362.592 598 143 2 MUH p 11
650 # 4 $a Gelandangan 12
520 # # $a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP) : Salah satu gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di Kabupaten karimun sebagai daerah yang dekat dengan perbatasan dan merupakan daerah yang ramai wisatawan luar maupun dalam negeri bahkan transmigran adalah adanya pengemis gelandangan dan orang terlantar. Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar ( PGOT ). Pengemis Gelandangan Dan Orang Terlantar (PGOT) adalah orang yang hidup dalam situasi dan kondisi yang tidak sesuai dengan norma sosial yang ada serta rendahnya kesejahteraan sosial yang didapatkan. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penertiban pengemis gelandangan dan orang telantar oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karimun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deksriptif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi, observasi. adapun informan antara lain Kepala Satpol PP, Kepala dimasing-masing Bidang dan Seksi, dan Masyarakat Kabupaten Karimun. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karimun dalam penertiban pngemis gelandangan dan orang terlantar dinilai sudah baik dalam melaksanakan penertiban berdasarkan teori penertiban oleh retno widjajanti yaitu penertiban langsung dan tidak langsung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat beberapa hambatan dalam melaksanakan penertiban baik itu dari faktor internal maupu eksternal. Upaya yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu dengan komunikasi yang baik dan pendekatan yang persuasif dengan masyarakat serta selalu memantau segala hal mengenai terselenggaranya ketertiban umum dan ketentraman masyarakat 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name