Detail Katalog

ID: 31820
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PEMBERDAYAAN PETANI KAKAO DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KAKAO OLEH DINAS PERTANIAN DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / BAIQ FITRI HAMDAYANI UMAR

Pengarang:
BAIQ FITRI HAMDAYANI UMAR
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Petani Kakao
Deskripsi Fisik:
18 : ilus
Nomor Panggil:
630.925 986 841 BAI p
Control Number:
INLIS000000001195039
BIB ID:
0010-0426000184
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Sikka merupakan salah satu contoh daerah yang memiliki potensi di sektor pertanian, dengan dominasi masyarakat berprofesi sebagai petani. Tanaman Kakao menjadi salah satu sektor unggulan pembangunan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sikka serta menjadi komoditi unggulan penyumbang pendapatan utama bagi masyarakat di Kabupaten Sikka, namun petani kakao belum sepenuhnya berdaya maju dengan usahanya tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan pemberdayaan petani kakao dalam meningkatkan produktivitas oleh Dinas Pertanian di Kabupaten Sikka, faktor penghambat dan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat. Metode: Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan petani kakao di Kabupaten Sikka oleh Dinas Pertanian yaitu Bina Manusia,Bina Usaha, Bina Lingkungan dan Bina Kelembagaan. Dilihat dari empat indikator tersebut proses pemberdayaan oleh pemerintah telah diberikan melalui beberapa cara berupa sosialisasi dan pembimbingan teknis untuk peningkatan pengetahuan dan keterampialan serta pemberian bantuan. Namun masih terdapat kekurangan yang menjadi penghambat pemberdayaan tersebut, antara lain: kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya program pemberdayaan, kestabilan harga dan akses pasar yang belum memadai sehingga mempengaruhi pendapatan petani kakao dan minimnya anggaran untuk program pemberdayaan. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hambatan adalah pemberian sosialisasi dan bimbingan teknis, mendorong petani kakao untuk masuk ke pasar ekpor, dan menciptakan kartu tani. Kesimpulan: Pemberdayaan petani kakao dalam meningkatkan produktivitas oleh Dinas Pertaniandi Kabupaten Sikka terbagi dalam empat kategori ialah bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06750/IPDN/2023 630.925 986 841 BAI p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 12 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195039 1
005 _ _ 20260407025021 2
035 # # $a 0010-0426000184 3
245 1 # $a PEMBERDAYAAN PETANI KAKAO DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KAKAO OLEH DINAS PERTANIAN DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c BAIQ FITRI HAMDAYANI UMAR 4
100 _ # $a BAIQ FITRI HAMDAYANI UMAR 5
300 # # $a 18 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15211 7
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 8
082 # # $a 630.925 986 841 9
084 # # $a 630.925 986 841 BAI p 10
650 # 4 $a Petani Kakao 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Sikka merupakan salah satu contoh daerah yang memiliki potensi di sektor pertanian, dengan dominasi masyarakat berprofesi sebagai petani. Tanaman Kakao menjadi salah satu sektor unggulan pembangunan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sikka serta menjadi komoditi unggulan penyumbang pendapatan utama bagi masyarakat di Kabupaten Sikka, namun petani kakao belum sepenuhnya berdaya maju dengan usahanya tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan pemberdayaan petani kakao dalam meningkatkan produktivitas oleh Dinas Pertanian di Kabupaten Sikka, faktor penghambat dan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat. Metode: Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan petani kakao di Kabupaten Sikka oleh Dinas Pertanian yaitu Bina Manusia,Bina Usaha, Bina Lingkungan dan Bina Kelembagaan. Dilihat dari empat indikator tersebut proses pemberdayaan oleh pemerintah telah diberikan melalui beberapa cara berupa sosialisasi dan pembimbingan teknis untuk peningkatan pengetahuan dan keterampialan serta pemberian bantuan. Namun masih terdapat kekurangan yang menjadi penghambat pemberdayaan tersebut, antara lain: kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya program pemberdayaan, kestabilan harga dan akses pasar yang belum memadai sehingga mempengaruhi pendapatan petani kakao dan minimnya anggaran untuk program pemberdayaan. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hambatan adalah pemberian sosialisasi dan bimbingan teknis, mendorong petani kakao untuk masuk ke pasar ekpor, dan menciptakan kartu tani. Kesimpulan: Pemberdayaan petani kakao dalam meningkatkan produktivitas oleh Dinas Pertaniandi Kabupaten Sikka terbagi dalam empat kategori ialah bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan. 12
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 07 Apr 2026
Export