Detail Katalog

ID: 31841
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI FASILITASI PEMBANGUNAN KEBUN MASYARAKAT BERBASIS KELAPA SAWIT DI DESA PONDOK DAMAR, KECAMATAN MENTAYA HILIR UTARA, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH : Studi pada PT. Mustika Sembuluh / Regi Pramono

Pengarang:
Regi Pramono
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Perkebunan kelapa sawit
Deskripsi Fisik:
8
Nomor Panggil:
338.173 851 598 32 REG i
Control Number:
INLIS000000001195060
BIB ID:
0010-0426000205
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan kurang maksimalnya implementasi fasilitasi pembangunan kebun masyarakat berbasis kelapa sawit. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Berbasis Kelapa Sawit Di Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, faktor penghambat dan pendukung, serta upaya dalam mengatasi faktor penghambat tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dengan tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Implementasi kebijakan ini belum maksimal, faktor penghambatnya adalah terjadinya tumpang tindih kebijakan, kesiapan masyarakat masih kurang, dan proses perizinan lahan yang rumit. Kesimpulan: Implementasi kebijakan ini belum maksimal, dikarenakan terjadinya tumpang tindih kebijakan, kesiapan masyarakat masih kurang, dan proses perizinan lahan yang rumit. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memperjelas aturan, kemudian membuat aturan tegas bagi anggota koperasi, untuk keterbatasan lahan dapat mengambil lahan yang telah digarap perusahaan atau menggunakan lahan milik masyarakat. Untuk memaksimalkan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat, Pemerintah dapat melaksanakan sosialisasi, dan meninjau ulang laporan dari perusahaan terkait Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat dan menindak tegas yang tidak melaksanakan, serta melaksanakan pendampingan terkait Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat, kemudian meninjau ulang terkait permasalahan lahan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06765/IPDN/2023 338.173 851 598 32 REG i Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 12 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195060 1
005 _ _ 20260408095841 2
035 # # $a 0010-0426000205 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI FASILITASI PEMBANGUNAN KEBUN MASYARAKAT BERBASIS KELAPA SAWIT DI DESA PONDOK DAMAR, KECAMATAN MENTAYA HILIR UTARA, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH : $b Studi pada PT. Mustika Sembuluh /$c Regi Pramono 4
100 _ # $a Regi Pramono 5
300 # # $a 8 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13631 7
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 8
082 # # $a 338.173 851 598 32 9
084 # # $a 338.173 851 598 32 REG i 10
650 # 4 $a Perkebunan kelapa sawit 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan kurang maksimalnya implementasi fasilitasi pembangunan kebun masyarakat berbasis kelapa sawit. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Berbasis Kelapa Sawit Di Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, faktor penghambat dan pendukung, serta upaya dalam mengatasi faktor penghambat tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dengan tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Implementasi kebijakan ini belum maksimal, faktor penghambatnya adalah terjadinya tumpang tindih kebijakan, kesiapan masyarakat masih kurang, dan proses perizinan lahan yang rumit. Kesimpulan: Implementasi kebijakan ini belum maksimal, dikarenakan terjadinya tumpang tindih kebijakan, kesiapan masyarakat masih kurang, dan proses perizinan lahan yang rumit. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memperjelas aturan, kemudian membuat aturan tegas bagi anggota koperasi, untuk keterbatasan lahan dapat mengambil lahan yang telah digarap perusahaan atau menggunakan lahan milik masyarakat. Untuk memaksimalkan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat, Pemerintah dapat melaksanakan sosialisasi, dan meninjau ulang laporan dari perusahaan terkait Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat dan menindak tegas yang tidak melaksanakan, serta melaksanakan pendampingan terkait Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat, kemudian meninjau ulang terkait permasalahan lahan. 12
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 08 Apr 2026
Export