Detail Katalog

ID: 31887
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PEMBERDAYAAN PENGRAJIN SEPATU KULIT DI KELURAHAN BUNUT KECAMATAN KOTA KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA / Naibaho, Millen Tawar Tua

Pengarang:
Naibaho, Millen Tawar Tua ; Murtir Jeddawi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Ekonomi Industri
Deskripsi Fisik:
14
Nomor Panggil:
338.598 123 2 NAI p
Control Number:
INLIS000000001195106
BIB ID:
0010-0426000251
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Sepatu Kulit Bunut merupakan salah satu produk asli (khas) dari Kabupaten Asahan. Pada tahun 1970-an, sepatu kulit bunut ini berkembang sangat cepat dan diproduksi di pabrik bahkan di ekspor ke luar negeri. Namun, pada awal tahun 1980-an pabrik sepatu kulit bunut tersebut tutup dikarenakan tidak adanya investor. Saat ini, pengrajin yang dulunya bekerja di pabrik tersebut memilih untuk membuka produksi sepatu rumahan yang sekarang usahanya sudah berjumlah 17 toko dan menyerap 125 orang pekerja. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya Pemerintah Kabupaten Asahan yakni Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan dalam memberdayakan pengrajin sepatu kulit di Kelurahan Bunut. Metode: menggunakan metode penelitian yaitu Kualitatif Deskriptif dengan pendekatan Induktif. Hasil/Temuan: Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa upaya pemberdayaan pengrajin sepatu kulit di Kelurahan Bunut oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan sudah terlaksana namun belum berjalan dengan optimal, ini dikarenakan masih adanya kendala yang menjadi hambatan berupa keterbatasan dana, pemasaran produk belum luas, kurangnya partisipasi dari pengrajin dalam mengikuti pelatihan dan sosialisasi yang diadakan. Kesimpulan: Dengan melihat kondisi dilapangan, peneliti menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Asahan yakni Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan untuk melakukan upaya dalam mengatasi faktor penghambat tersebut agar pemberdayaan terhadap pengrajin sepatu kulit di Kelurahan Bunut ini dapat terlaksana dengan baik.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06807/IPDN/2023 338.598 123 2 NAI p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195106 1
005 _ _ 20260410022924 2
035 # # $a 0010-0426000251 3
245 1 # $a PEMBERDAYAAN PENGRAJIN SEPATU KULIT DI KELURAHAN BUNUT KECAMATAN KOTA KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Naibaho, Millen Tawar Tua 4
100 _ # $a Naibaho, Millen Tawar Tua 5
300 # # $a 14 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13230 7
700 _ # $a Murtir Jeddawi 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 338.598 123 2 10
084 # # $a 338.598 123 2 NAI p 11
650 # 4 $a Ekonomi Industri 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Sepatu Kulit Bunut merupakan salah satu produk asli (khas) dari Kabupaten Asahan. Pada tahun 1970-an, sepatu kulit bunut ini berkembang sangat cepat dan diproduksi di pabrik bahkan di ekspor ke luar negeri. Namun, pada awal tahun 1980-an pabrik sepatu kulit bunut tersebut tutup dikarenakan tidak adanya investor. Saat ini, pengrajin yang dulunya bekerja di pabrik tersebut memilih untuk membuka produksi sepatu rumahan yang sekarang usahanya sudah berjumlah 17 toko dan menyerap 125 orang pekerja. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya Pemerintah Kabupaten Asahan yakni Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan dalam memberdayakan pengrajin sepatu kulit di Kelurahan Bunut. Metode: menggunakan metode penelitian yaitu Kualitatif Deskriptif dengan pendekatan Induktif. Hasil/Temuan: Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa upaya pemberdayaan pengrajin sepatu kulit di Kelurahan Bunut oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan sudah terlaksana namun belum berjalan dengan optimal, ini dikarenakan masih adanya kendala yang menjadi hambatan berupa keterbatasan dana, pemasaran produk belum luas, kurangnya partisipasi dari pengrajin dalam mengikuti pelatihan dan sosialisasi yang diadakan. Kesimpulan: Dengan melihat kondisi dilapangan, peneliti menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Asahan yakni Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan untuk melakukan upaya dalam mengatasi faktor penghambat tersebut agar pemberdayaan terhadap pengrajin sepatu kulit di Kelurahan Bunut ini dapat terlaksana dengan baik. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 09 Apr 2026
Export