Detail Katalog
ID: 31984Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO KAIN TAPIS MELALUI POTENSI DESA WISATA KAMPUNG TAPIS OLEH DINAS KOPERINDAG DI DESA LUGUSARI KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG / MUHAMMAD TAUFIQ AJOYASA
Pengarang:
MUHAMMAD TAUFIQ AJOYASA ; Juliati Prihatini
MUHAMMAD TAUFIQ AJOYASA ; Juliati Prihatini
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Usaha Mikro Kecil
Deskripsi Fisik:
11
11
Nomor Panggil:
338.642 598 181 3 MUH p
338.642 598 181 3 MUH p
Control Number:
INLIS000000001195203
INLIS000000001195203
BIB ID:
0010-0426000348
0010-0426000348
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Pemberdayaan pelaku usaha kain tapis belum optimal, hal ini disebabkan walaupun pemerintah daerah kabupaten pringsewu sudah mengalokasikan pemberian bantuan bahan baku dan peralatan pembuatan kain tapis, namun pelaku usaha tersebut belum memanfaatkan secara optimal, ditambah dengan rendahnya inovasi sehingga produk yang dihasilkan kurang diminati oleh pangsa pasar. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan pelaku usaha mikro kain tapis di Desa Lugusari, faktor penghambat dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Metode : Pemberdayaan pelaku usaha mikro kain tapis dianalisis dengan menggunakan teori pemberdayaan Mardikanto dan Soebianto (2019) yang memiliki dimensi Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan, dan Bina Kelembagaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Dinas Koperindag Kabupaten Pringsewu telah melakukan pemberdayaan pelaku usaha mikro kain tapis di Desa Lugusari. Kesimpulan : Dinas Koperindag fokus pada bina manusia dan bina usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Lugusari. Mereka memberikan pelatihan, workshop, dan bantuan bahan baku kepada masyarakat serta mengembangkan jejaring kemitraan dengan pasar tradisional dan online shop. Dinas juga memberikan fasilitas hardware dan software serta mendorong pengembangan sarana dan prasarana. Dalam hal bina lingkungan, penanganan limbah kain tapis masih perlu ditingkatkan. Dinas juga memberikan bantuan pemodalan kepada pelaku usaha dan berusaha meningkatkan kelembagaan melalui komponen person, kepentingan, aturan, dan struktur. Faktor penghambat pemberdayaan pelaku usaha adalah mindset pelaku usaha dan pelaku usaha yang masih gagap teknologi. Upaya yang dilakukan oleh Dinas adalah memberikan pelatihan secara berkelanjutan dan pemberian pelatihan cara menjual produk di online shop seperti Shopee dan Tokopedia. Saran : Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pringsewu ,Melaksanakan tambahan frekuensi pameran produk kain tapis dan Meningkatkan koordinasi antar bagian dalam internal organisasi
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06903/IPDN/2023 |
338.642 598 181 3 MUH p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001195203 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260413094204 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0426000348 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO KAIN TAPIS MELALUI POTENSI DESA WISATA KAMPUNG TAPIS OLEH DINAS KOPERINDAG DI DESA LUGUSARI KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG /$c MUHAMMAD TAUFIQ AJOYASA | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a MUHAMMAD TAUFIQ AJOYASA | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15572 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Juliati Prihatini | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 338.642 598 181 3 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 338.642 598 181 3 MUH p | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Usaha Mikro Kecil | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Pemberdayaan pelaku usaha kain tapis belum optimal, hal ini disebabkan walaupun pemerintah daerah kabupaten pringsewu sudah mengalokasikan pemberian bantuan bahan baku dan peralatan pembuatan kain tapis, namun pelaku usaha tersebut belum memanfaatkan secara optimal, ditambah dengan rendahnya inovasi sehingga produk yang dihasilkan kurang diminati oleh pangsa pasar. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan pelaku usaha mikro kain tapis di Desa Lugusari, faktor penghambat dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Metode : Pemberdayaan pelaku usaha mikro kain tapis dianalisis dengan menggunakan teori pemberdayaan Mardikanto dan Soebianto (2019) yang memiliki dimensi Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan, dan Bina Kelembagaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Dinas Koperindag Kabupaten Pringsewu telah melakukan pemberdayaan pelaku usaha mikro kain tapis di Desa Lugusari. Kesimpulan : Dinas Koperindag fokus pada bina manusia dan bina usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Lugusari. Mereka memberikan pelatihan, workshop, dan bantuan bahan baku kepada masyarakat serta mengembangkan jejaring kemitraan dengan pasar tradisional dan online shop. Dinas juga memberikan fasilitas hardware dan software serta mendorong pengembangan sarana dan prasarana. Dalam hal bina lingkungan, penanganan limbah kain tapis masih perlu ditingkatkan. Dinas juga memberikan bantuan pemodalan kepada pelaku usaha dan berusaha meningkatkan kelembagaan melalui komponen person, kepentingan, aturan, dan struktur. Faktor penghambat pemberdayaan pelaku usaha adalah mindset pelaku usaha dan pelaku usaha yang masih gagap teknologi. Upaya yang dilakukan oleh Dinas adalah memberikan pelatihan secara berkelanjutan dan pemberian pelatihan cara menjual produk di online shop seperti Shopee dan Tokopedia. Saran : Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pringsewu ,Melaksanakan tambahan frekuensi pameran produk kain tapis dan Meningkatkan koordinasi antar bagian dalam internal organisasi | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 13 Apr 2026