Detail Katalog

ID: 32062
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN GORONTALO PROVINSI GORONTALO / Ahmad Taufik Podungge

Pengarang:
Ahmad Taufik Podungge ; Sinurat, Marja
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Keuangan Daerah
Deskripsi Fisik:
10 : ilus
Nomor Panggil:
336.013 598 432 1 AHM a
Control Number:
INLIS000000001195281
BIB ID:
0010-0426000426
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Prestasi yang dicapai oleh sebuah organisasi dalam periode tertentu dapat dinilai dari kinerja. Kinerja merupakan hasil kerja yang telah dicapai dalam rangka mencapai tujuan, sasaran dan visi misi organisasi. Mengetahui capaian kinerja yang telah dilakukan organisasi dapat dijadikan sebagai alat untuk mengevaluasi organisasi dan memberikan umpan balik sehingga terjadi upaya perbaikan yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan di masa mendatang. Dana Perimbangan Kabupaten Gorontalo masih mendominasi penerimaan daerah dibanding pendapatan asli daerah. Data tersebut mengindikasikan masih tingginya ketergantungan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo terhadap pemerintah pusat. sehingga perlunya Analisis Kinerja Keuangan Daerah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kinerja keuangan Kabupaten Gorontalo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperoleh gambaran yang jelas mengenai kinerja keuangan Kabupaten Gorontalo Tahun 2017-2021 Metode: Penelitian ini menggunakan teori Mahmudi untuk mengukur tingkat kinerja keuangan daerah dengan menggunakan lima rasio, yaitu kemandirian keuangan, pertumbuhan, efektivitas, efisiensi dan derajat desentraliasi. Pendekatan Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dengan Metode Deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui Wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitan menunjukkan bahwa kinerja keuangan Kabupaten Gorontalo tergolong rendah berdasarkan hasil Rasio Kemandirian Keuangan yang sangat rendah, Rasio Pertumbuhan yang rendah, Rasio efektivitas yang cukup efektif, Rasio Efisiensi yang kurang dan Derajat Desentralisasi kurang. Kesimpulan: Kinerja Keuangan Kabupaten Gorontalo yaitu tergolong rendah. faktor penghambatnya adalah pemungutan pajak dan retribusi daerah belum optimal, potensi daerah belum dimanfaatkan secara optimal serta ketergantungan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo terhadap dana transfer. Adapun faktor pendukungnya adanya terkait pelaksanaan pemungutan pendapatan asli daerah.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06978/IPDN/2023 336.013 598 432 1 AHM a Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195281 1
005 _ _ 20260413043010 2
035 # # $a 0010-0426000426 3
245 1 # $a ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN GORONTALO PROVINSI GORONTALO /$c Ahmad Taufik Podungge 4
100 _ # $a Ahmad Taufik Podungge 5
300 # # $a 10 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14123 7
700 _ # $a Sinurat, Marja 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 336.013 598 432 1 10
084 # # $a 336.013 598 432 1 AHM a 11
650 # 4 $a Keuangan Daerah 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Prestasi yang dicapai oleh sebuah organisasi dalam periode tertentu dapat dinilai dari kinerja. Kinerja merupakan hasil kerja yang telah dicapai dalam rangka mencapai tujuan, sasaran dan visi misi organisasi. Mengetahui capaian kinerja yang telah dilakukan organisasi dapat dijadikan sebagai alat untuk mengevaluasi organisasi dan memberikan umpan balik sehingga terjadi upaya perbaikan yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan di masa mendatang. Dana Perimbangan Kabupaten Gorontalo masih mendominasi penerimaan daerah dibanding pendapatan asli daerah. Data tersebut mengindikasikan masih tingginya ketergantungan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo terhadap pemerintah pusat. sehingga perlunya Analisis Kinerja Keuangan Daerah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kinerja keuangan Kabupaten Gorontalo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperoleh gambaran yang jelas mengenai kinerja keuangan Kabupaten Gorontalo Tahun 2017-2021 Metode: Penelitian ini menggunakan teori Mahmudi untuk mengukur tingkat kinerja keuangan daerah dengan menggunakan lima rasio, yaitu kemandirian keuangan, pertumbuhan, efektivitas, efisiensi dan derajat desentraliasi. Pendekatan Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dengan Metode Deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui Wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitan menunjukkan bahwa kinerja keuangan Kabupaten Gorontalo tergolong rendah berdasarkan hasil Rasio Kemandirian Keuangan yang sangat rendah, Rasio Pertumbuhan yang rendah, Rasio efektivitas yang cukup efektif, Rasio Efisiensi yang kurang dan Derajat Desentralisasi kurang. Kesimpulan: Kinerja Keuangan Kabupaten Gorontalo yaitu tergolong rendah. faktor penghambatnya adalah pemungutan pajak dan retribusi daerah belum optimal, potensi daerah belum dimanfaatkan secara optimal serta ketergantungan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo terhadap dana transfer. Adapun faktor pendukungnya adanya terkait pelaksanaan pemungutan pendapatan asli daerah. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name