Detail Katalog

ID: 32076
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR / Ardhia Yunita Widyastuti

Pengarang:
Ardhia Yunita Widyastuti ; Muchlis Hamdi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Penanggulangan Bencana Banjir
Deskripsi Fisik:
9
Nomor Panggil:
363.349 359 838 31 ARD i
Control Number:
INLIS000000001195295
BIB ID:
0010-0426000440
Catatan
Pernasalahan/Latar Belakang (GAP): kurangnya pemahaman masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir dan tanggap darurat, serta minimnya masyarakat dalam pemanfaatan kelurahan tanggap darurat. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung implementasi penanggulangan bencana banjir tersebut serta upaya yang sudah dilakukan dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi, dan studi dokumen. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Metode: analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Penelitian menunjukkan bahwa belum optimalnya implementasi ini disebabkan oleh yang mendukung maupun yang menghambat. Faktor pendukung berupa Adanya organisasi baru dan tugas baru mencakup jumlah keseluruhan pegawai dan sesuai dengan tupoksi, pendapatan dan belanja anggaran yang cukup, SOP yang berjalan dengan baik, tersedianya alat pendeteksi yang memadai. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat merupakan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap tanggap bencana, kurangnya pemahaman masyarakat tentang rehabilitasi bangunan akibat bencana banjir, kurangnya sosialisasi dari pihak BPBD kepada masyarakat, belum maksimalnya pemahaman masyarakat dalam tugas kelurahan tanggap bencana kurangnya sarana dan prasana yang disiapkan, kurang pemahaman masyarakat tentang 3R. Kesimpulan: Implementasi kebijakan penaggulangan bencana banjir di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur belum berjalan dengan baik maka dari itu pihak BPBD perlu mengadakan sosialisasi, pelatihan tanggap bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur, mengembangkan kelurahan tanggap bencana, dan memaksimalkan tugas kelurahan tanggap bencana dalam pelaksanaan evakuasi warga yang terdampak bencana banjir lebih optimal.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06992/IPDN/2023 363.349 359 838 31 ARD i Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195295 1
005 _ _ 20260413075018 2
035 # # $a 0010-0426000440 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR /$c Ardhia Yunita Widyastuti 4
100 _ # $a Ardhia Yunita Widyastuti 5
300 # # $a 9 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15202 7
700 _ # $a Muchlis Hamdi 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 363.349 359 838 31 10
084 # # $a 363.349 359 838 31 ARD i 11
650 # 4 $a Penanggulangan Bencana Banjir 12
520 # # $a Pernasalahan/Latar Belakang (GAP): kurangnya pemahaman masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir dan tanggap darurat, serta minimnya masyarakat dalam pemanfaatan kelurahan tanggap darurat. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung implementasi penanggulangan bencana banjir tersebut serta upaya yang sudah dilakukan dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi, dan studi dokumen. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Metode: analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Penelitian menunjukkan bahwa belum optimalnya implementasi ini disebabkan oleh yang mendukung maupun yang menghambat. Faktor pendukung berupa Adanya organisasi baru dan tugas baru mencakup jumlah keseluruhan pegawai dan sesuai dengan tupoksi, pendapatan dan belanja anggaran yang cukup, SOP yang berjalan dengan baik, tersedianya alat pendeteksi yang memadai. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat merupakan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap tanggap bencana, kurangnya pemahaman masyarakat tentang rehabilitasi bangunan akibat bencana banjir, kurangnya sosialisasi dari pihak BPBD kepada masyarakat, belum maksimalnya pemahaman masyarakat dalam tugas kelurahan tanggap bencana kurangnya sarana dan prasana yang disiapkan, kurang pemahaman masyarakat tentang 3R. Kesimpulan: Implementasi kebijakan penaggulangan bencana banjir di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur belum berjalan dengan baik maka dari itu pihak BPBD perlu mengadakan sosialisasi, pelatihan tanggap bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur, mengembangkan kelurahan tanggap bencana, dan memaksimalkan tugas kelurahan tanggap bencana dalam pelaksanaan evakuasi warga yang terdampak bencana banjir lebih optimal. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name