Detail Katalog

ID: 32078
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM REVITALISASI PASAR TRADISIONAL DI KAPANEWON PRAMBANAN KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA / Sabila Damariesta

Pengarang:
Sabila Damariesta ; Anwar Rosshad
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Perdagangan dalam negeri
Deskripsi Fisik:
8
Nomor Panggil:
381.598 27 SAB i
Control Number:
INLIS000000001195297
BIB ID:
0010-0426000442
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang: Indonesia masih menjaga kelestarian salah satu budaya dengan adanya pasar tradisional. Pasar tradisional memiliki berbagai permasalahan yang cukup kompleks dan rumit sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan adanya program revitalisasi pasar tradisional yang menjadi program berkelanjutan tiap tahun dan telah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun 2012 hingga saat ini. Penelitian ini berjudul “Implementasi Kebijakan Program Revitalisasi Pasar Tradisional di Kapanewon 2 Prambanan Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam proses pelaksanaan kebijakan program revitalisasi pasar tradisional di Kapanewon Prambanan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori implementasi kebijakan Edward III yang meliputi komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil/Temuan: Revitalisasi yang dilaksanakan di Kapanewon Prambanan berjalan dengan baik dan konsisten, namun masih ditemukan kendala saat proses revitalisasi berlangsung pada indikator komunikasi, sumber daya, dan disposisi. Kesimpulan: Adanya hambatan tersebut pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasinya. Saran yang diberikan oleh penulis untuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman untuk menjadi evaluasi kedepan dalam mengambil kebijakan perlu perencanaan yang sangat matang dan mendetail sebelum program tersebut dijalankan dengan melakukan komunikasi dan koordinasi oleh para aktor yang bersangkutan. Sehingga dapat meminimalisir hambatan yang saat ini dialami dengan mempertimbangkan strategi dan kebijakan yang telah dibentuk. Selain itu pemerintah perlu memperhatikan potensi yang ada di sekitar pasar.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06994/IPDN/2023 381.598 27 SAB i Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195297 1
005 _ _ 20260413112630 2
035 # # $a 0010-0426000442 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM REVITALISASI PASAR TRADISIONAL DI KAPANEWON PRAMBANAN KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA /$c Sabila Damariesta 4
100 _ # $a Sabila Damariesta 5
300 # # $a 8 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13035 7
700 _ # $a Anwar Rosshad 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 381.598 27 10
084 # # $a 381.598 27 SAB i 11
650 # 4 $a Perdagangan dalam negeri 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang: Indonesia masih menjaga kelestarian salah satu budaya dengan adanya pasar tradisional. Pasar tradisional memiliki berbagai permasalahan yang cukup kompleks dan rumit sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan adanya program revitalisasi pasar tradisional yang menjadi program berkelanjutan tiap tahun dan telah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun 2012 hingga saat ini. Penelitian ini berjudul “Implementasi Kebijakan Program Revitalisasi Pasar Tradisional di Kapanewon 2 Prambanan Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam proses pelaksanaan kebijakan program revitalisasi pasar tradisional di Kapanewon Prambanan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori implementasi kebijakan Edward III yang meliputi komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil/Temuan: Revitalisasi yang dilaksanakan di Kapanewon Prambanan berjalan dengan baik dan konsisten, namun masih ditemukan kendala saat proses revitalisasi berlangsung pada indikator komunikasi, sumber daya, dan disposisi. Kesimpulan: Adanya hambatan tersebut pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasinya. Saran yang diberikan oleh penulis untuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman untuk menjadi evaluasi kedepan dalam mengambil kebijakan perlu perencanaan yang sangat matang dan mendetail sebelum program tersebut dijalankan dengan melakukan komunikasi dan koordinasi oleh para aktor yang bersangkutan. Sehingga dapat meminimalisir hambatan yang saat ini dialami dengan mempertimbangkan strategi dan kebijakan yang telah dibentuk. Selain itu pemerintah perlu memperhatikan potensi yang ada di sekitar pasar. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name