Detail Katalog

ID: 32115
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PEMBERDAYAAN PETANI SALAK MELALUI INDUSTRI KREATIF AGROWISATA DI DESA SIBETAN KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM PROVINSI BALI OLEH DINAS PERTANIAN, PANGAN DAN PERIKANAN / Made Mertha Abdiutama

Pengarang:
Made Mertha Abdiutama ; Jojo Juhaeni
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Pemberdayaan Masyarakat
Deskripsi Fisik:
14 : ilus
Nomor Panggil:
307.159 862 42 MAD p
Control Number:
INLIS000000001195334
BIB ID:
0010-0426000479
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salak menjadi salah satu komoditas unggulan (basis) bagi Kabupaten Karangasem, khususnya di Desa Sibetan. Namun, pada saat waktu panen raya tiba di desa ini, harga salak selalu turun drastis yang menyebabkan petani salak mengalami kerugian sehingga diperlukan upaya dalam pemberdayaan secara terpadu mulai dari proses panen, pengolahan, hingga pemasaran produk salak. Tujuan: Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan pemberdayaan petani salak melalui industri kreatif agrowisata secara terpadu yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, faktor penghambat serta upaya untuk mengatasi dan mengoptimalkannya. Metode: Penulisan ini menggunakan desain penulisan kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penulisan yang dianalisis oleh penulis menggunakan teori Totok Mardikanto dengan empat dimensi diantaranya bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan. Pemberdayaan petani salak melalui industri kreatif agrowisata oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem telah dilaksanakan namun belum berjalan dengan maksimal karena terdapat beberapa hambatan meliputi kendala dalam pemasaran, kurangnya kualitas sumber daya manusia serta kurangnya di bidang permodalan. Kesimpulan: Untuk mengatasi hambatan tersebut, disarankan untuk mengoptimalkan program agrowisata terpadu melalui peningkatan kualitas sumber daya aparatur dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, khususnya bagi para penyuluh pertanian yang memberikan materi pemberdayaan secara langsung kepada petani salak dengan bekerja sama dengan pemerintah desa dan memanfaatkan teknologi informasi serta mengoptimalkan pelaksanaan kebijaka pemerintah daerah Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 dengan menambah fasilitasi ikon patung salak terbesar di Desa Sibetan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07029/IPDN/2023 307.159 862 42 MAD p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195334 1
005 _ _ 20260414090228 2
035 # # $a 0010-0426000479 3
245 1 # $a PEMBERDAYAAN PETANI SALAK MELALUI INDUSTRI KREATIF AGROWISATA DI DESA SIBETAN KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM PROVINSI BALI OLEH DINAS PERTANIAN, PANGAN DAN PERIKANAN /$c Made Mertha Abdiutama 4
100 _ # $a Made Mertha Abdiutama 5
300 # # $a 14 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14431 7
700 _ # $a Jojo Juhaeni 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 307.159 862 42 10
084 # # $a 307.159 862 42 MAD p 11
650 # 4 $a Pemberdayaan Masyarakat 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salak menjadi salah satu komoditas unggulan (basis) bagi Kabupaten Karangasem, khususnya di Desa Sibetan. Namun, pada saat waktu panen raya tiba di desa ini, harga salak selalu turun drastis yang menyebabkan petani salak mengalami kerugian sehingga diperlukan upaya dalam pemberdayaan secara terpadu mulai dari proses panen, pengolahan, hingga pemasaran produk salak. Tujuan: Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan pemberdayaan petani salak melalui industri kreatif agrowisata secara terpadu yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, faktor penghambat serta upaya untuk mengatasi dan mengoptimalkannya. Metode: Penulisan ini menggunakan desain penulisan kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penulisan yang dianalisis oleh penulis menggunakan teori Totok Mardikanto dengan empat dimensi diantaranya bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan. Pemberdayaan petani salak melalui industri kreatif agrowisata oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem telah dilaksanakan namun belum berjalan dengan maksimal karena terdapat beberapa hambatan meliputi kendala dalam pemasaran, kurangnya kualitas sumber daya manusia serta kurangnya di bidang permodalan. Kesimpulan: Untuk mengatasi hambatan tersebut, disarankan untuk mengoptimalkan program agrowisata terpadu melalui peningkatan kualitas sumber daya aparatur dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, khususnya bagi para penyuluh pertanian yang memberikan materi pemberdayaan secara langsung kepada petani salak dengan bekerja sama dengan pemerintah desa dan memanfaatkan teknologi informasi serta mengoptimalkan pelaksanaan kebijaka pemerintah daerah Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 dengan menambah fasilitasi ikon patung salak terbesar di Desa Sibetan. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name