Detail Katalog

ID: 32185
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PENEGAKAN QANUN TENTANG HUKUM JINAYAH MENGENAI KHALWAT/MESUM OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KOTA LANGSA PROVINSI ACEH / Muhammad Daffa Fahrezi

Pengarang:
Muhammad Daffa Fahrezi ; Muhammad Suhardi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Hukum pidana
Deskripsi Fisik:
25
Nomor Panggil:
345.598 111 MUH p
Control Number:
INLIS000000001195404
BIB ID:
0010-0426000549
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Khalwat/mesum masih menjadi permasalahan di Kota Langsa, Provinsi Aceh, karena terkendala oleh keterbatasan sarana dan prasarana yang belum memadai serta minimnya pemahaman masyarakat, khususnya pendatang, terhadap qanun jinayah yang mengatur larangan tersebut. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penegakan Qanun tentang hukum jinayah mengenai khalwat/mesum di Kota Langsa. Metode : Metode penelitian yang digunakan penulis yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder melalui wawancara dengan pejabat Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah di Kota Langsa, masyarakat, dan dokumen pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mencakup tahap pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat di Provinsi Aceh, termasuk Kota Langsa, terhadap qanun jinayah sebagai dasar hukum pelaksanaan syariat Islam secara umum sudah merata dan cukup kuat. Namun, masih terdapat masyarakat pendatang yang belum memahami keberadaan dan substansi qanun tersebut, khususnya terkait larangan perbuatan khalwat atau mesum. Upaya penegakan hukum, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Langsa telah memiliki jumlah personel yang memadai untuk menjalankan tugasnya. Di sisi lain, budaya dan nilai-nilai adat istiadat masyarakat Kota Langsa yang menjunjung tinggi norma agama turut membantu aparat dalam mencegah terjadinya pelanggaran seperti khalwat atau mesum. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga nilai-nilai syariat Islam juga menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan lingkungan sosial yang religius dan terbebas dari perilaku menyimpang. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Penegakan Qanun tentang hukum jinayah mengenai khalwat/mesum masih perlu ditingkatkan melalui pelaksanaaan patroli, sosialisasi dan penyuluhan, serta pengoptimalan anggaran operasional untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07475/IPDN/2025 345.598 111 MUH p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195404 1
005 _ _ 20260414020838 2
035 # # $a 0010-0426000549 3
245 1 # $a PENEGAKAN QANUN TENTANG HUKUM JINAYAH MENGENAI KHALWAT/MESUM OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KOTA LANGSA PROVINSI ACEH /$c Muhammad Daffa Fahrezi 4
100 _ # $a Muhammad Daffa Fahrezi 5
300 # # $a 25 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20865 7
700 _ # $a Muhammad Suhardi 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 345.598 111 10
084 # # $a 345.598 111 MUH p 11
650 # 4 $a Hukum pidana 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Khalwat/mesum masih menjadi permasalahan di Kota Langsa, Provinsi Aceh, karena terkendala oleh keterbatasan sarana dan prasarana yang belum memadai serta minimnya pemahaman masyarakat, khususnya pendatang, terhadap qanun jinayah yang mengatur larangan tersebut. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penegakan Qanun tentang hukum jinayah mengenai khalwat/mesum di Kota Langsa. Metode : Metode penelitian yang digunakan penulis yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder melalui wawancara dengan pejabat Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah di Kota Langsa, masyarakat, dan dokumen pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mencakup tahap pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat di Provinsi Aceh, termasuk Kota Langsa, terhadap qanun jinayah sebagai dasar hukum pelaksanaan syariat Islam secara umum sudah merata dan cukup kuat. Namun, masih terdapat masyarakat pendatang yang belum memahami keberadaan dan substansi qanun tersebut, khususnya terkait larangan perbuatan khalwat atau mesum. Upaya penegakan hukum, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Langsa telah memiliki jumlah personel yang memadai untuk menjalankan tugasnya. Di sisi lain, budaya dan nilai-nilai adat istiadat masyarakat Kota Langsa yang menjunjung tinggi norma agama turut membantu aparat dalam mencegah terjadinya pelanggaran seperti khalwat atau mesum. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga nilai-nilai syariat Islam juga menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan lingkungan sosial yang religius dan terbebas dari perilaku menyimpang. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Penegakan Qanun tentang hukum jinayah mengenai khalwat/mesum masih perlu ditingkatkan melalui pelaksanaaan patroli, sosialisasi dan penyuluhan, serta pengoptimalan anggaran operasional untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name