Detail Katalog
ID: 32250Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PENERTIBAN BANGUNAN LIAR OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA / Mustika F Ramadhani
Pengarang:
Mustika F Ramadhani ; Boytenjuri
Mustika F Ramadhani ; Boytenjuri
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Permasalahan sosial
Deskripsi Fisik:
17 : ilus
17 : ilus
Nomor Panggil:
363.598 542 3 MUS p
363.598 542 3 MUS p
Control Number:
INLIS000000001195469
INLIS000000001195469
BIB ID:
0010-0426000614
0010-0426000614
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang: Kepadatan penduduk tinggi yang tidak diimbangi dengan penyediaan tempat tinggal atau lahan yang layak sering kali menjadi penyebab penyalahgunaan lahan oleh masyarakat sehingga munculnya berbagai bangunan illegal atau bangunan liar. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi proses penertiban bangunan liar, faktor penghambat dan faktor pendukung, serta upaya untuk mengatasi faktor penghambat. Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsep penertiban dari Permendagri Nomor 16 Tahun 2023 tentang SOP Satpol PP dan Kode Etik Pol PP. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penertiban bangunan liar telah dilakukan sesuai tahapan: identifikasi lokasi, sosialisasi kepada masyarakat, pemberian surat peringatan, hingga eksekusi pembongkaran. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena adanya keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan aturan daerah. Faktor pendukung termasuk adanya regulasi yang jelas dan koordinasi lintas instansi, sedangkan faktor penghambat utama adalah kurangnya pemahaman masyarakat dan resistensi dari pemilik bangunan liar. Kesimpulan: Penertiban bangunan liar di Kota Ternate belum optimal akibat keterbatasan sarana dan penolakan warga. Meskipun ada dukungan regulasi, tantangan sepertirendahnya kesadaran masyarakat tetap ada. Satpol PP menerapkan strategi terintegrasi untuk mengatasi hambatan tersebut.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07495/IPDN/2025 |
363.598 542 3 MUS p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001195469 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260416091201 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0426000614 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PENERTIBAN BANGUNAN LIAR OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA /$c Mustika F Ramadhani | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Mustika F Ramadhani | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 17 : $b ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24224 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Boytenjuri | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 363.598 542 3 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 363.598 542 3 MUS p | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Permasalahan sosial | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang: Kepadatan penduduk tinggi yang tidak diimbangi dengan penyediaan tempat tinggal atau lahan yang layak sering kali menjadi penyebab penyalahgunaan lahan oleh masyarakat sehingga munculnya berbagai bangunan illegal atau bangunan liar. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi proses penertiban bangunan liar, faktor penghambat dan faktor pendukung, serta upaya untuk mengatasi faktor penghambat. Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsep penertiban dari Permendagri Nomor 16 Tahun 2023 tentang SOP Satpol PP dan Kode Etik Pol PP. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penertiban bangunan liar telah dilakukan sesuai tahapan: identifikasi lokasi, sosialisasi kepada masyarakat, pemberian surat peringatan, hingga eksekusi pembongkaran. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena adanya keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan aturan daerah. Faktor pendukung termasuk adanya regulasi yang jelas dan koordinasi lintas instansi, sedangkan faktor penghambat utama adalah kurangnya pemahaman masyarakat dan resistensi dari pemilik bangunan liar. Kesimpulan: Penertiban bangunan liar di Kota Ternate belum optimal akibat keterbatasan sarana dan penolakan warga. Meskipun ada dukungan regulasi, tantangan sepertirendahnya kesadaran masyarakat tetap ada. Satpol PP menerapkan strategi terintegrasi untuk mengatasi hambatan tersebut. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 16 Apr 2026