Detail Katalog
ID: 32308Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
STRATEGI CAMAT PADA PENCEGAHAN KONFLIK SOSIAL DALAM PELAKSANAAN PILKADES TAHUN 2022 DI KECAMATAN LANGOWAN BARAT KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA / Benedikta Emily Dionysius
Pengarang:
Benedikta Emily Dionysius ; Taslim Djafa
Benedikta Emily Dionysius ; Taslim Djafa
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Konflik Sosial
Deskripsi Fisik:
14 : ilus
14 : ilus
Nomor Panggil:
303.659 842 51 BEN s
303.659 842 51 BEN s
Control Number:
INLIS000000001195527
INLIS000000001195527
BIB ID:
0010-0426000672
0010-0426000672
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Kehidupan berdemokrasi di Indonesia memiliki berbagai perbedaan yang muncul dalam memahami arti demokrasi itu sendiri. Salah satu perwujudannya adalah dengan adanya pesta demokrasi dalam hal ini perwujudan demokrasi di desa adalah dengan adanaya pemilihan kepala desa. Dalam prosesnya tentu muncul berbagai perbedaan yang berujung konflik. Desa merupakan wilayah yang berada dalam wilayah kecamatan dimana Camat yang menjadi pemimpin wilayah tersebut dan mempunyai tugas untuk mengawasi pelaksanaannya karena pada pemilihan sebelumnya terjadi beberapa konflik selama pelaksanaannya. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan camat dalam mencegah terjadinya konflik sosial pada pelaksanaan pilkades tahun 2022 di kecamatan langowan barat Metode : penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori strategi pencegahan konflik oleh Jacob . dimana teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil/Temuan : Temuan yang diperoleh peneliti dalam penelitian ini yaitu strategi Camat pada pencegahan konflik sosial dalam pelaksanaan pilkades tahun 2022 di kecamatan langowan barat telah dijalankan yang diukur dengan 3 dimensi yaitu, peringatan dini dan respon sistem, tindakan membangun kepercayaan, dan misi diplomati yang kemudian mendapatkan faktor-faktor pendukung serta penghambat yang mempengaruhi strategi yang dilakukan oleh camat dalam mencegah terjadinya konflik selama pelaksanaanya. Kesimpulan : berdasarkan pengamatan peneliti bahwa strategi yang dilakukan oleh Camat belum berjalan dengan optimal karena dalam proses pelaksanaannya masih terjadi konflik pasca pilkades. dikarenakan pada indikator lainnya telah berjalan dengan baik tetapi indikator negosiasi dan mediasi belum dilakukan dengan baik sehingga munculnya sebuah konflik. Kiranya pemerintah mampu meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat dan lebih memperketat pengawasan dan pengamanan dimana menjalin kerjasama yang baik dengan pihak kepolisian dan TNI tingkat kecamatan dan lebih memperhatikan mengenai informasi yang beredar agar kedepannya pemilihan dapat berjalan dengan aman.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07182/IPDN/2023 |
303.659 842 51 BEN s |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001195527 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260417091628 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0426000672 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a STRATEGI CAMAT PADA PENCEGAHAN KONFLIK SOSIAL DALAM PELAKSANAAN PILKADES TAHUN 2022 DI KECAMATAN LANGOWAN BARAT KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA /$c Benedikta Emily Dionysius | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Benedikta Emily Dionysius | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 14 : $b ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15269 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Taslim Djafa | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 303.659 842 51 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 303.659 842 51 BEN s | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Konflik Sosial | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Kehidupan berdemokrasi di Indonesia memiliki berbagai perbedaan yang muncul dalam memahami arti demokrasi itu sendiri. Salah satu perwujudannya adalah dengan adanya pesta demokrasi dalam hal ini perwujudan demokrasi di desa adalah dengan adanaya pemilihan kepala desa. Dalam prosesnya tentu muncul berbagai perbedaan yang berujung konflik. Desa merupakan wilayah yang berada dalam wilayah kecamatan dimana Camat yang menjadi pemimpin wilayah tersebut dan mempunyai tugas untuk mengawasi pelaksanaannya karena pada pemilihan sebelumnya terjadi beberapa konflik selama pelaksanaannya. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan camat dalam mencegah terjadinya konflik sosial pada pelaksanaan pilkades tahun 2022 di kecamatan langowan barat Metode : penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori strategi pencegahan konflik oleh Jacob . dimana teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil/Temuan : Temuan yang diperoleh peneliti dalam penelitian ini yaitu strategi Camat pada pencegahan konflik sosial dalam pelaksanaan pilkades tahun 2022 di kecamatan langowan barat telah dijalankan yang diukur dengan 3 dimensi yaitu, peringatan dini dan respon sistem, tindakan membangun kepercayaan, dan misi diplomati yang kemudian mendapatkan faktor-faktor pendukung serta penghambat yang mempengaruhi strategi yang dilakukan oleh camat dalam mencegah terjadinya konflik selama pelaksanaanya. Kesimpulan : berdasarkan pengamatan peneliti bahwa strategi yang dilakukan oleh Camat belum berjalan dengan optimal karena dalam proses pelaksanaannya masih terjadi konflik pasca pilkades. dikarenakan pada indikator lainnya telah berjalan dengan baik tetapi indikator negosiasi dan mediasi belum dilakukan dengan baik sehingga munculnya sebuah konflik. Kiranya pemerintah mampu meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat dan lebih memperketat pengawasan dan pengamanan dimana menjalin kerjasama yang baik dengan pihak kepolisian dan TNI tingkat kecamatan dan lebih memperhatikan mengenai informasi yang beredar agar kedepannya pemilihan dapat berjalan dengan aman. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 17 Apr 2026