Detail Katalog

ID: 32311
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

DEMOKRASI DIGITAL : ANALISIS LAYANAN JAKARTA KINI (JAKI) DI PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA / Simanjuntak, Amanda Abigael

Pengarang:
Simanjuntak, Amanda Abigael ; Teguh Ilham
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
layanan pemerintahan berbasis digital
Deskripsi Fisik:
9
Nomor Panggil:
352.345 982 2 SIM d
Control Number:
INLIS000000001195530
BIB ID:
0010-0426000675
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Seiring dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang, pemerintah juga dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta berusaha mengikuti perkembangan tersebut dengan merilis Jakarta Kini (JAKI), sebuah aplikasi super yang dibuat untuk membantu warga Jakarta dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya, aplikasi ini telah membuka berbagai kemungkinan lain untuk digunakan di masa depan, terutama di bidang demokrasi digital. Tujuan: Penelitian ini dibuat untuk mengetahui dan menganalisis kelayakan aplikasi Jakarta Kini sebagai media demokrasi digital di DKI Jakarta, serta mengetahui faktor-faktor yang menghambat aplikasi Jakarta Kini sebagai salah satu kanal demokrasi digital, dan untuk mengetahui upaya optimalisasi layanan Jakarta Kini untuk mendukung proses demokrasi digital di DKI Jakarta. Metode: Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Proses wawancara dilakukan dengan informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling sehingga informasi yang diperoleh diperoleh dari informan yang terpercaya dan memahami permasalahan yang terjadi. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, aplikasi Jakarta Kini sudah layak untuk menjadi media demokrasi digital namun kurangnya inisiatif dari pemerintah daerah menjadi faktor penghambat terbesar. Kesimpulan: Layanan yang disediakan dalam aplikasi Jakarta Kini layak untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi media demokrasi digital. Faktor penghambat yang menghambat perkembangan Jakarta Kini ke tahap demokrasi digital adalah adanya kesenjangan digital dan kesenjangan aksesibilitas bagi kelompok minoritas di DKI Jakarta. Namun, faktor penghambat terbesar adalah kurangnya inisiasi dari pemerintah sendiri. Pemerintah DKI Jakarta telah menyadari kekurangan mereka dan akan terus memberikan layanan terbaik dengan mempertimbangkan kebutuhan warga.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07185/IPDN/2023 352.345 982 2 SIM d Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195530 1
005 _ _ 20260417092056 2
035 # # $a 0010-0426000675 3
245 1 # $a DEMOKRASI DIGITAL : $b ANALISIS LAYANAN JAKARTA KINI (JAKI) DI PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA /$c Simanjuntak, Amanda Abigael 4
100 _ # $a Simanjuntak, Amanda Abigael 5
300 # # $a 9 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14702 7
700 _ # $a Teguh Ilham 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 352.345 982 2 10
084 # # $a 352.345 982 2 SIM d 11
650 # 4 $a layanan pemerintahan berbasis digital 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Seiring dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang, pemerintah juga dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta berusaha mengikuti perkembangan tersebut dengan merilis Jakarta Kini (JAKI), sebuah aplikasi super yang dibuat untuk membantu warga Jakarta dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya, aplikasi ini telah membuka berbagai kemungkinan lain untuk digunakan di masa depan, terutama di bidang demokrasi digital. Tujuan: Penelitian ini dibuat untuk mengetahui dan menganalisis kelayakan aplikasi Jakarta Kini sebagai media demokrasi digital di DKI Jakarta, serta mengetahui faktor-faktor yang menghambat aplikasi Jakarta Kini sebagai salah satu kanal demokrasi digital, dan untuk mengetahui upaya optimalisasi layanan Jakarta Kini untuk mendukung proses demokrasi digital di DKI Jakarta. Metode: Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Proses wawancara dilakukan dengan informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling sehingga informasi yang diperoleh diperoleh dari informan yang terpercaya dan memahami permasalahan yang terjadi. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, aplikasi Jakarta Kini sudah layak untuk menjadi media demokrasi digital namun kurangnya inisiatif dari pemerintah daerah menjadi faktor penghambat terbesar. Kesimpulan: Layanan yang disediakan dalam aplikasi Jakarta Kini layak untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi media demokrasi digital. Faktor penghambat yang menghambat perkembangan Jakarta Kini ke tahap demokrasi digital adalah adanya kesenjangan digital dan kesenjangan aksesibilitas bagi kelompok minoritas di DKI Jakarta. Namun, faktor penghambat terbesar adalah kurangnya inisiasi dari pemerintah sendiri. Pemerintah DKI Jakarta telah menyadari kekurangan mereka dan akan terus memberikan layanan terbaik dengan mempertimbangkan kebutuhan warga. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 17 Apr 2026
Export