Detail Katalog

ID: 32340
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

DIFUSI INOVASI SIKEPITING DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENANGANAN STUNTING DI KECAMATAN SASAK RANAH PASISIE KABUPATEN PASAMAN BARAT PROVINSI SUMATERA BARAT / Rahima Zakia

Pengarang:
Rahima Zakia ; Aleknaek Martua
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Masalah gizi
Deskripsi Fisik:
12
Nomor Panggil:
362.196 598 13 RAH d
Control Number:
INLIS000000001195559
BIB ID:
0010-0426000704
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tingginya angka stunting dan bagaimana difusi inovasi SIKEPITING dalam pemberdayaan masyarakat untuk penanganan stunting di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis difusi inovasi SIKEPITING dalam pemberdayaan masyarakat untuk penanganan stunting di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan yang memengaruhi keberhasilannya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis terhadap difusi inovasi menurut teori difusi inovasi Everett M. Rogers. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (13 informan), dan Dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu difusi inovasi SIKEPITING dalam pemberdayaan masyarakat untuk penanganan stunting di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat telah berjalan optimal dengan mendorong keterlibatan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti Bapak Ibu Asuh Anak Stunting (BIAAS), kunjungan dan sosialisasi di nagari, serta monitoring dan evaluasi ke posyandu, meskipun masih dihadapkan pada hambatan signifikan seperti rendahnya kesadaran orang tua akan pentingnya pola asuh dan gizi seimbang, minimnya partisipasi dalam layanan kesehatan, keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan, serta tantangan geografis dan sosial budaya. Kesimpulan: Difusi inovasi SIKEPITING dalam pemberdayaan masyarakat untuk penanganan stunting di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie yang mengacu pada teori Everett M. Rogers dengan empat dimensinya, telah berjalan dengan baik, ditunjang oleh keterlibatan aktif lintas sektor serta pendekatan edukatif yang intensif kepada masyarakat. Guna mengatasi hambatan yang masih ada, disarankan untuk memperkuat edukasi berbasis komunitas, mengoptimalkan infrastruktur dan tenaga kesehatan, serta meningkatkan sinergi antar pemangku kepentingan agar program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07513/IPDN/2025 362.196 598 13 RAH d Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195559 1
005 _ _ 20260417095031 2
035 # # $a 0010-0426000704 3
245 1 # $a DIFUSI INOVASI SIKEPITING DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENANGANAN STUNTING DI KECAMATAN SASAK RANAH PASISIE KABUPATEN PASAMAN BARAT PROVINSI SUMATERA BARAT /$c Rahima Zakia 4
100 _ # $a Rahima Zakia 5
300 # # $a 12 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20750 7
700 _ # $a Aleknaek Martua 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 362.196 598 13 10
084 # # $a 362.196 598 13 RAH d 11
650 # 4 $a Masalah gizi 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tingginya angka stunting dan bagaimana difusi inovasi SIKEPITING dalam pemberdayaan masyarakat untuk penanganan stunting di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis difusi inovasi SIKEPITING dalam pemberdayaan masyarakat untuk penanganan stunting di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan yang memengaruhi keberhasilannya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis terhadap difusi inovasi menurut teori difusi inovasi Everett M. Rogers. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (13 informan), dan Dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu difusi inovasi SIKEPITING dalam pemberdayaan masyarakat untuk penanganan stunting di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat telah berjalan optimal dengan mendorong keterlibatan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti Bapak Ibu Asuh Anak Stunting (BIAAS), kunjungan dan sosialisasi di nagari, serta monitoring dan evaluasi ke posyandu, meskipun masih dihadapkan pada hambatan signifikan seperti rendahnya kesadaran orang tua akan pentingnya pola asuh dan gizi seimbang, minimnya partisipasi dalam layanan kesehatan, keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan, serta tantangan geografis dan sosial budaya. Kesimpulan: Difusi inovasi SIKEPITING dalam pemberdayaan masyarakat untuk penanganan stunting di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie yang mengacu pada teori Everett M. Rogers dengan empat dimensinya, telah berjalan dengan baik, ditunjang oleh keterlibatan aktif lintas sektor serta pendekatan edukatif yang intensif kepada masyarakat. Guna mengatasi hambatan yang masih ada, disarankan untuk memperkuat edukasi berbasis komunitas, mengoptimalkan infrastruktur dan tenaga kesehatan, serta meningkatkan sinergi antar pemangku kepentingan agar program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 17 Apr 2026
Export