Detail Katalog

ID: 32347
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

MANAJEMEN PASCA BENCANA BANJIR BANDANG DI KECAMATAN INERIE KABUPATEN NGADA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Maria Anjelina Guwa

Pengarang:
Maria Anjelina Guwa ; Mujahidin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Penanggulangan Bencana
Deskripsi Fisik:
8
Nomor Panggil:
363.345 986 831 MAR m
Control Number:
INLIS000000001195566
BIB ID:
0010-0426000711
Catatan
Pernyataan Masalah/ Latar Belakang (GAP) : Bencana alam berupa banjir bandang yang terjadi pada September 2021 kemarin menyebabkan banyak kerusakan bahkan korban jiwa. Penanganan pasca banjir bandang terdiri dari 2 kegiatan, yaitu rekonstruksi dan rehabilitasi yang dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini BPBD Kabupaten Ngada. Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) juga menyediakan informasi terkait kerusakan fisik akibat banjir bandang di Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada. Kerusakan fisik yang dimaksud adalah kerusakan yang berkaitan dengan prasarana, sarana, dan prasarana, bangunan, atau bangunan lain yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi manajemen pasca bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Dalam penelitian terkait manajemen pasca bencana banjir bandang, peneliti menggunakan teori manajemen dari George R. Terry dengan 4 fungsi manajemen utama, yaitu POAC (planning, organization, actuating, dan controlling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kabupaten Ngada dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana pasca banjir di Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada masih mengalami banyak faktor penghambat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak adanya koordinasi pelaksanaan operasional antara BPBD Kabupaten Ngada dengan OPD lainnya seperti Dinas PUPR-P dalam proses pengelolaan pasca bencana banjir bandang, rendahnya tingkat Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Pegawai di BPBD Kabupaten Ngada, kurangnya anggaran yang digunakan dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana banjir bandang, terbatasnya jumlah pegawai di BPBD Kabupaten Ngada, serta belum lengkapnya sarana dan prasarana di BPBD Kabupaten Ngada. Untuk itu diperlukan upaya untuk mengatasi semua faktor penghambat yang ada, sehingga pada akhirnya pelaksanaan penanganan pasca bencana ke depan dapat berjalan dengan baik.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00453/IPDN/2026 363.345 986 831 MAR m Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 14 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195566 1
005 _ _ 20260417095939 2
035 # # $a 0010-0426000711 3
245 1 # $a MANAJEMEN PASCA BENCANA BANJIR BANDANG DI KECAMATAN INERIE KABUPATEN NGADA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Maria Anjelina Guwa 4
100 _ # $a Maria Anjelina Guwa 5
300 # # $a 8 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15164 7
700 _ # $a Mujahidin 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 363.345 986 831 10
084 # # $a 363.345 986 831 MAR m 11
650 # 4 $a Penanggulangan Bencana 12
520 # # $a Pernyataan Masalah/ Latar Belakang (GAP) : Bencana alam berupa banjir bandang yang terjadi pada September 2021 kemarin menyebabkan banyak kerusakan bahkan korban jiwa. Penanganan pasca banjir bandang terdiri dari 2 kegiatan, yaitu rekonstruksi dan rehabilitasi yang dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini BPBD Kabupaten Ngada. Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) juga menyediakan informasi terkait kerusakan fisik akibat banjir bandang di Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada. Kerusakan fisik yang dimaksud adalah kerusakan yang berkaitan dengan prasarana, sarana, dan prasarana, bangunan, atau bangunan lain yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi manajemen pasca bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Dalam penelitian terkait manajemen pasca bencana banjir bandang, peneliti menggunakan teori manajemen dari George R. Terry dengan 4 fungsi manajemen utama, yaitu POAC (planning, organization, actuating, dan controlling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kabupaten Ngada dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana pasca banjir di Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada masih mengalami banyak faktor penghambat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak adanya koordinasi pelaksanaan operasional antara BPBD Kabupaten Ngada dengan OPD lainnya seperti Dinas PUPR-P dalam proses pengelolaan pasca bencana banjir bandang, rendahnya tingkat Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Pegawai di BPBD Kabupaten Ngada, kurangnya anggaran yang digunakan dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana banjir bandang, terbatasnya jumlah pegawai di BPBD Kabupaten Ngada, serta belum lengkapnya sarana dan prasarana di BPBD Kabupaten Ngada. Untuk itu diperlukan upaya untuk mengatasi semua faktor penghambat yang ada, sehingga pada akhirnya pelaksanaan penanganan pasca bencana ke depan dapat berjalan dengan baik. 13
990 # # $a 00453/IPDN/2026 1
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name