Detail Katalog

ID: 32364
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

KOLABORASI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN PASCA BENCANA BANJIR DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA / Agung Prasetio

Pengarang:
Agung Prasetio ; Selamat Jalaludin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
kolaborasi
Deskripsi Fisik:
11 : ilus
Nomor Panggil:
363.348 859 812 11 AGU k
Control Number:
INLIS000000001195580
BIB ID:
0010-0426000725
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemerintah Kota Medan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan berupaya untuk memberikan kehidupan dan penghidupan atas bencana demi menciptakan kesejahteraan umum bagi masyarakat. Tentunya hal ini, tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan masyarakat itu sendiri. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat pada penanganan pasca bencana banjir di Kota Medan, mengetahui faktor penghambat dan upaya mengatasi hambatan penanganan pasca bencana banjir di Kota Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan wawancara, observasi, kemudian dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kolaborasi badan penanggulangan bencana daerah dengan masyarakat telah terlaksana dengan baik. Hambatan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kolaborasi ini adalah realisasi anggaran kurang maksimal, kesadaran masyarakat, sarana dan prasarana terbatas. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah kolaborasi terlaksana baik, namun ada hambatan seperti realisasi anggaran yang kurang optimal, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, dan keterbatasan sarana dan prasarana. Untuk mengatasi hambatan ini, disarankan perlu dilakukan sosialisasi meningkatkan kesadaran lingkungan, pembentukan Desa Tangguh Bencana di area rawan, serta pembaruan dalam pengelolaan anggaran.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
05111/IPDN/2024 363.348 859 812 11 AGU k Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 16 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195580 1
005 _ _ 20260417103535 2
035 # # $a 0010-0426000725 3
035 # # $a 0010-0226001118 4
245 1 # $a KOLABORASI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN PASCA BENCANA BANJIR DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Agung Prasetio 5
100 _ # $a Agung Prasetio 6
250 # # $a - 7
300 # # $a 11 : $b ilus 8
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19268 9
700 _ # $a Selamat Jalaludin 10
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 11
082 # # $a 363.348 859 812 11 12
084 # # $a 363.348 859 812 11 AGU k 13
020 # # $a - 14
650 # 4 $a kolaborasi 15
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemerintah Kota Medan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan berupaya untuk memberikan kehidupan dan penghidupan atas bencana demi menciptakan kesejahteraan umum bagi masyarakat. Tentunya hal ini, tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan masyarakat itu sendiri. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat pada penanganan pasca bencana banjir di Kota Medan, mengetahui faktor penghambat dan upaya mengatasi hambatan penanganan pasca bencana banjir di Kota Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan wawancara, observasi, kemudian dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kolaborasi badan penanggulangan bencana daerah dengan masyarakat telah terlaksana dengan baik. Hambatan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kolaborasi ini adalah realisasi anggaran kurang maksimal, kesadaran masyarakat, sarana dan prasarana terbatas. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah kolaborasi terlaksana baik, namun ada hambatan seperti realisasi anggaran yang kurang optimal, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, dan keterbatasan sarana dan prasarana. Untuk mengatasi hambatan ini, disarankan perlu dilakukan sosialisasi meningkatkan kesadaran lingkungan, pembentukan Desa Tangguh Bencana di area rawan, serta pembaruan dalam pengelolaan anggaran. 16
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name