Detail Katalog

ID: 32426
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

KOLABORASI PENTAHELIX DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA PULAU BOKORI DI KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULAWESI TENGGARA / Muhammad Zulfahriyansyah

Pengarang:
Muhammad Zulfahriyansyah ; A. Masrich
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Pariwisata
Deskripsi Fisik:
14
Nomor Panggil:
338.479 159 848 MUH k
Control Number:
INLIS000000001195638
BIB ID:
0010-0426000783
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada kolaborasi aktor pentahelix (pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media) dalam pengembangan pariwisata Pulau Bokori dimana terjadi penurunan jumlah kunjungan pada tahun 2023 dan 2024. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kolaborasi aktor pentahelix dalam pengembangan pariwisata Pulau Bokori di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara dan mengetahui faktor pendorong dan faktor penghambat dalam kolaborasi pentehelix dalam pengembangan pariwisata Pulau Bokori di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis terhadap kolaborasi menurut teori Friend dan Cook. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 14 informan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Hasil/Temuan: kolaborasi pentahelix dalam pengembangan pariwisata Pulau Bokori belum berjalan secara optimal karena tidak adanya regulasi formal seperti kebijakan tingkat daerah yang mengatur terkait kolaborasi aktor pentahelix. Meskipun terdapat faktor pendorong, banyak terdapat faktor penghambat yang mempengaruhi efektivitas kolaborasi. Kesimpulan: Diperlukan kebijakan tingkat daerah atau surat keputusan formal untuk mengatur kolaborasi multiaktor dalam pengembangan pariwisata Pulau Bokori, sehingga hambatan dapat diminimalisir dan aktor dapat berperan lebih efektif dalam pengembangan pariwisata Pulau Bokori.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07525/IPDN/2025 338.479 159 848 MUH k Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195638 1
005 _ _ 20260417123052 2
035 # # $a 0010-0426000783 3
245 1 # $a KOLABORASI PENTAHELIX DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA PULAU BOKORI DI KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c Muhammad Zulfahriyansyah 4
100 _ # $a Muhammad Zulfahriyansyah 5
300 # # $a 14 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23047 7
700 _ # $a A. Masrich 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 338.479 159 848 10
084 # # $a 338.479 159 848 MUH k 11
650 # 4 $a Pariwisata 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada kolaborasi aktor pentahelix (pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media) dalam pengembangan pariwisata Pulau Bokori dimana terjadi penurunan jumlah kunjungan pada tahun 2023 dan 2024. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kolaborasi aktor pentahelix dalam pengembangan pariwisata Pulau Bokori di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara dan mengetahui faktor pendorong dan faktor penghambat dalam kolaborasi pentehelix dalam pengembangan pariwisata Pulau Bokori di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis terhadap kolaborasi menurut teori Friend dan Cook. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 14 informan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Hasil/Temuan: kolaborasi pentahelix dalam pengembangan pariwisata Pulau Bokori belum berjalan secara optimal karena tidak adanya regulasi formal seperti kebijakan tingkat daerah yang mengatur terkait kolaborasi aktor pentahelix. Meskipun terdapat faktor pendorong, banyak terdapat faktor penghambat yang mempengaruhi efektivitas kolaborasi. Kesimpulan: Diperlukan kebijakan tingkat daerah atau surat keputusan formal untuk mengatur kolaborasi multiaktor dalam pengembangan pariwisata Pulau Bokori, sehingga hambatan dapat diminimalisir dan aktor dapat berperan lebih efektif dalam pengembangan pariwisata Pulau Bokori. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name