Detail Katalog

ID: 32445
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

EFEKTIVITAS PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN METODE BLENDED LEARNING DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT / Muhammad Ernoval Helmi

Pengarang:
Muhammad Ernoval Helmi ; Rikha Murliasari
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
cpns
Deskripsi Fisik:
13 : ilus
Nomor Panggil:
352.655 981 37 MUH e
Control Number:
INLIS000000001195657
BIB ID:
0010-0426000802
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pandemi Covid-19 semua metode pembelajaran beralih ke platform dengan jaringan internet. Oleh karena itu Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) mengembangkan konsep pembelajaran Blended Learning dengan menggabungkan metode pembelajaran tatap muka dan secara daring. Tujuan: Agar mengevaluasi seberapa efektif metode Blended Learning dalam pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil yang melaksanakan di BKPSDM Kota Padang, mengidentifikasi masalah yang menghambat prosesnya, dan melihat upaya yang dilakukan oleh BKPSDM Kota Padang untuk mengatasi hambatan. Metode: Peneliti menggunakan metode penulisan kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif untuk menjawab rumusan masalah yang diangkat, serta menggunakan teori efektivitas dari Sugiono (2013) dengan menggunakan 4 dimensi, diantaranya ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Hasil/Temuan: Menjelaskan bahwa penyelenggaraan latsar dengan metode Blended Learning dinilai memuaskan, dengan mendapatkan penilaian pelaksanaan yang memuaskan, dengan persentase 88,82% dari BPSDM Provinsi Sumatera Barat. Kesimpulan: Kendala utama pada penyelenggaraan pelatihan dasar ini ialah kurangnya sarana dan prasarana yang mencukupi, serta keterbatasan biaya dan stabilitas jaringan. Usaha yang dilakukan dari BKPSDM Kota Padang untuk menanggulangi berbagai kendala ialah dengan mengirimkan surat kepada setiap peserta pelatihan untuk mempersiapkan sarana dan alat elektronik yang dapat mendukung untuk pelaksanaan latsar dengan metode tersebut
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
05136/IPDN/2024 352.655 981 37 MUH e Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195657 1
005 _ _ 20260417125214 2
035 # # $a 0010-0426000802 3
245 1 # $a EFEKTIVITAS PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN METODE BLENDED LEARNING DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT /$c Muhammad Ernoval Helmi 4
100 _ # $a Muhammad Ernoval Helmi 5
300 # # $a 13 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18863 7
700 _ # $a Rikha Murliasari 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 9
082 # # $a 352.655 981 37 10
084 # # $a 352.655 981 37 MUH e 11
650 # 4 $a cpns 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pandemi Covid-19 semua metode pembelajaran beralih ke platform dengan jaringan internet. Oleh karena itu Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) mengembangkan konsep pembelajaran Blended Learning dengan menggabungkan metode pembelajaran tatap muka dan secara daring. Tujuan: Agar mengevaluasi seberapa efektif metode Blended Learning dalam pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil yang melaksanakan di BKPSDM Kota Padang, mengidentifikasi masalah yang menghambat prosesnya, dan melihat upaya yang dilakukan oleh BKPSDM Kota Padang untuk mengatasi hambatan. Metode: Peneliti menggunakan metode penulisan kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif untuk menjawab rumusan masalah yang diangkat, serta menggunakan teori efektivitas dari Sugiono (2013) dengan menggunakan 4 dimensi, diantaranya ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Hasil/Temuan: Menjelaskan bahwa penyelenggaraan latsar dengan metode Blended Learning dinilai memuaskan, dengan mendapatkan penilaian pelaksanaan yang memuaskan, dengan persentase 88,82% dari BPSDM Provinsi Sumatera Barat. Kesimpulan: Kendala utama pada penyelenggaraan pelatihan dasar ini ialah kurangnya sarana dan prasarana yang mencukupi, serta keterbatasan biaya dan stabilitas jaringan. Usaha yang dilakukan dari BKPSDM Kota Padang untuk menanggulangi berbagai kendala ialah dengan mengirimkan surat kepada setiap peserta pelatihan untuk mempersiapkan sarana dan alat elektronik yang dapat mendukung untuk pelaksanaan latsar dengan metode tersebut 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name