Detail Katalog

ID: 32475
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ANALISIS KESIAPAN E-GOVERNMENT DI DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN KABUPATEN EMPAT LAWANG / Dwi Shania Carolina

Pengarang:
Dwi Shania Carolina ; Ricky
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Sistem informasi pemerintahan
Deskripsi Fisik:
16
Nomor Panggil:
467.598 161 23 DWI a
Control Number:
INLIS000000001195686
BIB ID:
0010-0426000831
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan bagian dari transformasi digital yang diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018. Namun, capaian indeks SPBE Kabupaten Empat Lawang menunjukkan hasil yang fluktuatif dan cenderung rendah dibandingkan daerah lain di Provinsi Sumatera Selatan. Hal ini mencerminkan adanya kesenjangan antara kebijakan nasional dengan kondisi kesiapan implementasi di tingkat daerah, khususnya di Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Kabupaten Empat Lawang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan penerapan e-government di Dinas Kominfo SP Kabupaten Empat Lawang serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam implementasinya. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model e-readiness oleh Indrajit (2005) digunakan sebagai landasan teoritis yang mencakup enam dimensi utama: infrastruktur telekomunikasi, konektivitas dan penggunaan TIK, kesiapan SDM, anggaran, perangkat hukum, serta perubahan paradigma. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan penerapan e-government di Dinas Kominfo SP Kabupaten Empat Lawang belum optimal. Hambatan utama mencakup keterbatasan infrastruktur, minimnya SDM yang kompeten, kurangnya dukungan anggaran, serta belum terjadinya perubahan paradigma secara signifikan. Kesimpulan: Implementasi SPBE di Kabupaten Empat Lawang menghadapi berbagai kendala baik dari aspek teknis maupun non-teknis. Untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan penguatan kapasitas SDM, perbaikan regulasi, dan alokasi anggaran yang memadai sebagai upaya strategis menuju transformasi digital pemerintahan daerah.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07536/IPDN/2025 467.598 161 23 DWI a Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195686 1
005 _ _ 20260417015304 2
035 # # $a 0010-0426000831 3
245 1 # $a ANALISIS KESIAPAN E-GOVERNMENT DI DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN KABUPATEN EMPAT LAWANG /$c Dwi Shania Carolina 4
100 _ # $a Dwi Shania Carolina 5
300 # # $a 16 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23776 7
700 _ # $a Ricky 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 467.598 161 23 10
084 # # $a 467.598 161 23 DWI a 11
650 # 4 $a Sistem informasi pemerintahan 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan bagian dari transformasi digital yang diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018. Namun, capaian indeks SPBE Kabupaten Empat Lawang menunjukkan hasil yang fluktuatif dan cenderung rendah dibandingkan daerah lain di Provinsi Sumatera Selatan. Hal ini mencerminkan adanya kesenjangan antara kebijakan nasional dengan kondisi kesiapan implementasi di tingkat daerah, khususnya di Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Kabupaten Empat Lawang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan penerapan e-government di Dinas Kominfo SP Kabupaten Empat Lawang serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam implementasinya. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model e-readiness oleh Indrajit (2005) digunakan sebagai landasan teoritis yang mencakup enam dimensi utama: infrastruktur telekomunikasi, konektivitas dan penggunaan TIK, kesiapan SDM, anggaran, perangkat hukum, serta perubahan paradigma. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan penerapan e-government di Dinas Kominfo SP Kabupaten Empat Lawang belum optimal. Hambatan utama mencakup keterbatasan infrastruktur, minimnya SDM yang kompeten, kurangnya dukungan anggaran, serta belum terjadinya perubahan paradigma secara signifikan. Kesimpulan: Implementasi SPBE di Kabupaten Empat Lawang menghadapi berbagai kendala baik dari aspek teknis maupun non-teknis. Untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan penguatan kapasitas SDM, perbaikan regulasi, dan alokasi anggaran yang memadai sebagai upaya strategis menuju transformasi digital pemerintahan daerah. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name