Detail Katalog

ID: 32557
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) MELALUI APLIKASI SMART TAX DI KOTA PEKANBARU / Sarah Nabilla

Pengarang:
Sarah Nabilla ; Dadang Suwanda
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Pajak daerah
Deskripsi Fisik:
13 : ilus
Nomor Panggil:
336.233 62 SAR o
Control Number:
INLIS000000001195768
BIB ID:
0010-0426000913
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi peneliti untuk mengambil judul ini adalah bagaimana optimalisasi pemungutan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) melalui aplikasi smart tax di Kota Pekanbaru. Tujuan: untuk menganalisis optimalisasi pemungutan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) melalui aplikasi smart tax di Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi dan pada akhirnya penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori optimalisasi intensifikasi, antara lain dengan cara memperluas basis penerimaan, memperkuat proses pemungutan, meningkatkan pengawasan, meningkatkan efisiensi administrasi dan menekan biaya pemungutan, dan meningkatkan kapasitas penerimaan. Hasil/Temuan: temuan yang diperoleh yakni pemungutan PBB-P2 sudah cukup optimal karena belum sepenuhnya maksimal dan masih ditemukannya hambatan yang terjadi seperti masih ditemukannya objek pajak yang belum diperbaharui kurangnya edukasi wajib pajak, infrastruktur yang belum memadai serta ketidaksamaan persepsi sumber daya manusia. Oleh karena itu, Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru telah melakukan upaya-upaya untuk menghadapi hambatan yang ada. Kesimpulan: Optimalisasi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang dilaksanakan oleh Bapenda Kota Pekanbaru dapat dikatakan belum cukup optimal. Berdasarkan lima dimensi yang ada pada teori optimalisasi, satu diantaranya belum cukup baik dan belum sesuai. Saran: diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan meningkatkan kualitas dalam pemungutan PBB-P2 melalui aplikasi smart tax sehingga pemungutan PBB-P2 dapat lebih optimal dan mengalami peningkatan pendapatan dan melakukan sosialisasi dan edukasi internal terhadap sumber daya manusia yang turut serta dalam proses pemungutan PBB-P2 agar memiliki kesamaan persepsi dan mampu melaksanakan tupoksi secara maksimal dalam upaya optimalisasi pemungutan PBB-P2.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07558/IPDN/2025 336.233 62 SAR o Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195768 1
005 _ _ 20260430122259 2
035 # # $a 0010-0426000913 3
245 1 # $a OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) MELALUI APLIKASI SMART TAX DI KOTA PEKANBARU /$c Sarah Nabilla 4
100 _ # $a Sarah Nabilla 5
300 # # $a 13 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20725 7
700 _ # $a Dadang Suwanda 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 336.233 62 10
084 # # $a 336.233 62 SAR o 11
650 # 4 $a Pajak daerah 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi peneliti untuk mengambil judul ini adalah bagaimana optimalisasi pemungutan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) melalui aplikasi smart tax di Kota Pekanbaru. Tujuan: untuk menganalisis optimalisasi pemungutan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) melalui aplikasi smart tax di Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi dan pada akhirnya penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori optimalisasi intensifikasi, antara lain dengan cara memperluas basis penerimaan, memperkuat proses pemungutan, meningkatkan pengawasan, meningkatkan efisiensi administrasi dan menekan biaya pemungutan, dan meningkatkan kapasitas penerimaan. Hasil/Temuan: temuan yang diperoleh yakni pemungutan PBB-P2 sudah cukup optimal karena belum sepenuhnya maksimal dan masih ditemukannya hambatan yang terjadi seperti masih ditemukannya objek pajak yang belum diperbaharui kurangnya edukasi wajib pajak, infrastruktur yang belum memadai serta ketidaksamaan persepsi sumber daya manusia. Oleh karena itu, Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru telah melakukan upaya-upaya untuk menghadapi hambatan yang ada. Kesimpulan: Optimalisasi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang dilaksanakan oleh Bapenda Kota Pekanbaru dapat dikatakan belum cukup optimal. Berdasarkan lima dimensi yang ada pada teori optimalisasi, satu diantaranya belum cukup baik dan belum sesuai. Saran: diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan meningkatkan kualitas dalam pemungutan PBB-P2 melalui aplikasi smart tax sehingga pemungutan PBB-P2 dapat lebih optimal dan mengalami peningkatan pendapatan dan melakukan sosialisasi dan edukasi internal terhadap sumber daya manusia yang turut serta dalam proses pemungutan PBB-P2 agar memiliki kesamaan persepsi dan mampu melaksanakan tupoksi secara maksimal dalam upaya optimalisasi pemungutan PBB-P2. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 30 Apr 2026
Export