Detail Katalog

ID: 32574
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ANALISIS IMPLEMENTASI APLIKASI LAPOR DALAM PELAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT DI KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU / M. ALANG HARDIKA

Pengarang:
M. ALANG HARDIKA
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Administrasi Pemerintah Kota
Deskripsi Fisik:
21 : ilus
Nomor Panggil:
352.160 959 817 31 M. a
Control Number:
INLIS000000001195785
BIB ID:
0010-0526000013
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Dalam rangka menaikan kualitas pengelolaan pemerintahan serta pelayanan publik, dilakukan percepatan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik di Instansi Pusat serta Pemerintah Daerah. Menanggapi isu tersebut pemerintah mulai berinisiatif untuk membuat serta mengembangkan website yang mampu terintegarasi dengan seluruh perangkat daerah, sehingga mewujudkan sebuah website aduan berbasis elektronik yakni Layanan Aspirasi serta Pengaduan Online Rakyat (LAPOR). LAPOR digunakan oleh seluruh OPD penyedia layanan publik sebagai sarana evaluasi serta perbaikan pelayanan. Di Kota Bengkulu, LAPOR dikelola oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Bengkulu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis implementasi Aplikasi LAPOR pada pelayanan pengaduan masyarakat di Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu. Metode: Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dilakukan keabsahaan data yang diperoleh dengan triangulasi serta menggunakan teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data yang selanjutnya dapat ditarik kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan implementasi LAPOR di Kota Bengkulu belum optimal dan masih memiliki tiga dimensi penting yang perlu ditingkatkan, yaitu program yang dilaksanakan, kelompok target, dan pelaksanaan. Implementasi LAPOR ini juga masih dihadapkan dengan berbagai kendala diantaranya minimnya sosialisasi akan keberadaan LAPOR, kualitas aparatur yang belum optimal, serta jaringan yang serring mengalami gangguan. Adapun upaya yang dilakukan oleh Dinas Kominfo dan Persandian Kota Bengkulu untuk memaksimalkan penerapan LAPOR meliputi penyelenggaraan sosialisasi terkait LAPOR kepada masyarakat, meningkatkan kualitas aparatur agar dapat menangani aduan dengan tepat waktu dan baik serta meningkatkan kualitas aparatur yang bertujuan agar admin OPD dapat memahami tugas dan fungsinya. Kesimpulan: Implementasi LAPOR di Kota Bengkulu belum optimal dan masih memiliki tiga dimensi penting yang perlu ditingkatkan, yaitu program yang dilaksanakan, kelompok target, dan pelaksanaan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07294/IPDN/2023 352.160 959 817 31 M. a Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 12 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195785 1
005 _ _ 20260505071203 2
035 # # $a 0010-0526000013 3
245 1 # $a ANALISIS IMPLEMENTASI APLIKASI LAPOR DALAM PELAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT DI KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU /$c M. ALANG HARDIKA 4
100 _ # $a M. ALANG HARDIKA 5
300 # # $a 21 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15948 7
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 8
082 # # $a 352.160 959 817 31 9
084 # # $a 352.160 959 817 31 M. a 10
650 # 4 $a Administrasi Pemerintah Kota 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Dalam rangka menaikan kualitas pengelolaan pemerintahan serta pelayanan publik, dilakukan percepatan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik di Instansi Pusat serta Pemerintah Daerah. Menanggapi isu tersebut pemerintah mulai berinisiatif untuk membuat serta mengembangkan website yang mampu terintegarasi dengan seluruh perangkat daerah, sehingga mewujudkan sebuah website aduan berbasis elektronik yakni Layanan Aspirasi serta Pengaduan Online Rakyat (LAPOR). LAPOR digunakan oleh seluruh OPD penyedia layanan publik sebagai sarana evaluasi serta perbaikan pelayanan. Di Kota Bengkulu, LAPOR dikelola oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Bengkulu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis implementasi Aplikasi LAPOR pada pelayanan pengaduan masyarakat di Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu. Metode: Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dilakukan keabsahaan data yang diperoleh dengan triangulasi serta menggunakan teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data yang selanjutnya dapat ditarik kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan implementasi LAPOR di Kota Bengkulu belum optimal dan masih memiliki tiga dimensi penting yang perlu ditingkatkan, yaitu program yang dilaksanakan, kelompok target, dan pelaksanaan. Implementasi LAPOR ini juga masih dihadapkan dengan berbagai kendala diantaranya minimnya sosialisasi akan keberadaan LAPOR, kualitas aparatur yang belum optimal, serta jaringan yang serring mengalami gangguan. Adapun upaya yang dilakukan oleh Dinas Kominfo dan Persandian Kota Bengkulu untuk memaksimalkan penerapan LAPOR meliputi penyelenggaraan sosialisasi terkait LAPOR kepada masyarakat, meningkatkan kualitas aparatur agar dapat menangani aduan dengan tepat waktu dan baik serta meningkatkan kualitas aparatur yang bertujuan agar admin OPD dapat memahami tugas dan fungsinya. Kesimpulan: Implementasi LAPOR di Kota Bengkulu belum optimal dan masih memiliki tiga dimensi penting yang perlu ditingkatkan, yaitu program yang dilaksanakan, kelompok target, dan pelaksanaan. 12
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 05 May 2026
Export