Detail Katalog
ID: 28800Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA KAMPUNG ADAT GEBONG MEMARONG DI DESA GUNUNG MUDA KECAMATAN BELINYU KABUPATEN BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG / Fadli Hakim
Pengarang:
Fadli Hakim ; Ridwan
Fadli Hakim ; Ridwan
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Wisata di Belinyu
Deskripsi Fisik:
16
16
Nomor Panggil:
915.981 631 204 FAD s
915.981 631 204 FAD s
Control Number:
INLIS000000001192052
INLIS000000001192052
BIB ID:
0010-0126000497
0010-0126000497
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengembangan wisata budaya di Indonesia umumnya masih
terfokus pada destinasi-destinasi populer, sehingga potensi wisata berbasis komunitas adat belum
tergarap maksimal. Kampung Adat Gebong Memarong di Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka,
memiliki kekayaan budaya dan ekologis yang tinggi, namun belum dikembangkan optimal sebagai
destinasi wisata akibat keterbatasan infrastruktur, promosi digital yang minim, serta rendahnya
kolaborasi antar pihak terkait. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan
strategi pengembangan wisata Kampung Adat Gebong Memarong berbasis kerangka Triple Bottom
Line (Profit, People, Planet). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif
dengan teori Triple Bottom Line (TBL). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap enam informan kunci. Informan dipilih secara
purposive karena memiliki keterlibatan langsung dalam pengelolaan dan kebijakan wisata, terdiri dari
Kepala Desa Gunung Muda, Ketua Lembaga Adat Mapur, pelaku UMKM, pengelola wisata,
wisatawan, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka. Jumlah dan komposisi
informan dipilih untuk merepresentasikan tiga dimensi keberlanjutan: profit, people, dan
planet.Hasil/Temuan: Strategi yang dirumuskan mencakup: (1) pemberdayaan ekonomi melalui
UMKM dan wisata budaya; (2) peningkatan partisipasi aktif masyarakat adat Mapur khususnya
generasi muda; dan (3) pelestarian nilai budaya tradisional dan keberlanjutan lingkungan.
Kesimpulan: Strategi pengembangan berbasis TBL mampu menghadirkan pendekatan yang holistik
antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan. Kolaborasi antara
pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat menjadi kunci utama pengembangan wisata
berkelanjutan di Gebong Memarong.
Kata Kunci: Wisata Budaya; Komunitas Adat; Strategi Pengembangan; Triple Bottom Line; Gebong
Memarong.
terfokus pada destinasi-destinasi populer, sehingga potensi wisata berbasis komunitas adat belum
tergarap maksimal. Kampung Adat Gebong Memarong di Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka,
memiliki kekayaan budaya dan ekologis yang tinggi, namun belum dikembangkan optimal sebagai
destinasi wisata akibat keterbatasan infrastruktur, promosi digital yang minim, serta rendahnya
kolaborasi antar pihak terkait. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan
strategi pengembangan wisata Kampung Adat Gebong Memarong berbasis kerangka Triple Bottom
Line (Profit, People, Planet). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif
dengan teori Triple Bottom Line (TBL). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap enam informan kunci. Informan dipilih secara
purposive karena memiliki keterlibatan langsung dalam pengelolaan dan kebijakan wisata, terdiri dari
Kepala Desa Gunung Muda, Ketua Lembaga Adat Mapur, pelaku UMKM, pengelola wisata,
wisatawan, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka. Jumlah dan komposisi
informan dipilih untuk merepresentasikan tiga dimensi keberlanjutan: profit, people, dan
planet.Hasil/Temuan: Strategi yang dirumuskan mencakup: (1) pemberdayaan ekonomi melalui
UMKM dan wisata budaya; (2) peningkatan partisipasi aktif masyarakat adat Mapur khususnya
generasi muda; dan (3) pelestarian nilai budaya tradisional dan keberlanjutan lingkungan.
Kesimpulan: Strategi pengembangan berbasis TBL mampu menghadirkan pendekatan yang holistik
antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan. Kolaborasi antara
pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat menjadi kunci utama pengembangan wisata
berkelanjutan di Gebong Memarong.
Kata Kunci: Wisata Budaya; Komunitas Adat; Strategi Pengembangan; Triple Bottom Line; Gebong
Memarong.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06688/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192052 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260120093226 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000497 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA KAMPUNG ADAT GEBONG MEMARONG DI DESA GUNUNG MUDA KECAMATAN BELINYU KABUPATEN BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG /$c Fadli Hakim | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Fadli Hakim | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 16 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24834 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Ridwan | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 915.981 631 204 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 915.981 631 204 FAD s | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Wisata di Belinyu | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengembangan wisata budaya di Indonesia umumnya masih terfokus pada destinasi-destinasi populer, sehingga potensi wisata berbasis komunitas adat belum tergarap maksimal. Kampung Adat Gebong Memarong di Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka, memiliki kekayaan budaya dan ekologis yang tinggi, namun belum dikembangkan optimal sebagai destinasi wisata akibat keterbatasan infrastruktur, promosi digital yang minim, serta rendahnya kolaborasi antar pihak terkait. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi pengembangan wisata Kampung Adat Gebong Memarong berbasis kerangka Triple Bottom Line (Profit, People, Planet). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori Triple Bottom Line (TBL). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap enam informan kunci. Informan dipilih secara purposive karena memiliki keterlibatan langsung dalam pengelolaan dan kebijakan wisata, terdiri dari Kepala Desa Gunung Muda, Ketua Lembaga Adat Mapur, pelaku UMKM, pengelola wisata, wisatawan, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka. Jumlah dan komposisi informan dipilih untuk merepresentasikan tiga dimensi keberlanjutan: profit, people, dan planet.Hasil/Temuan: Strategi yang dirumuskan mencakup: (1) pemberdayaan ekonomi melalui UMKM dan wisata budaya; (2) peningkatan partisipasi aktif masyarakat adat Mapur khususnya generasi muda; dan (3) pelestarian nilai budaya tradisional dan keberlanjutan lingkungan. Kesimpulan: Strategi pengembangan berbasis TBL mampu menghadirkan pendekatan yang holistik antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat menjadi kunci utama pengembangan wisata berkelanjutan di Gebong Memarong. Kata Kunci: Wisata Budaya; Komunitas Adat; Strategi Pengembangan; Triple Bottom Line; Gebong Memarong. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 20 Jan 2026