Detail Katalog
ID: 28802Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
IMPLEMENTASI PROGRAM LORONG WISATA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT : STUDI LORONG KYOTO KELURAHAN PARANG TAMBUNG KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR / Elza Rezky Saputry
Pengarang:
Elza Rezky Saputry ; Jamaruddin
Elza Rezky Saputry ; Jamaruddin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
pendapatan asli daerah
Deskripsi Fisik:
11
11
Nomor Panggil:
336.925 984 771 ELZ i
336.925 984 771 ELZ i
Control Number:
INLIS000000001192054
INLIS000000001192054
BIB ID:
0010-0126000499
0010-0126000499
Catatan
Permasalahan (GAP): Peningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan dengan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata. Dalam hal ini,
Pemerintah Kota Makassar membentuk suatu gagasan disektor pariwisata dengan memaksimalkan potensi masyarakat yang ada di lorong dengan membuat Program Lorong
Wisata di Kota Makassar. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Makasssar No 94 Tahun 2022
Tentang Pembentukan Lorong Wisata, mengatahui faktor pendukung dan penghambat
Implementasi Program Lorong Wisata, serta upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor
penghambat Implementasi Program Lorong Wisata di Lorong Kyoto Kota Makassar dalam
meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,
wawancara mendalam (9 informan), dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang
digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan:
Berdasarkan hasil penelitian, Implementasi Program Lorong Wisata di Lorong Kyoto Kota
Makassar secara umum sudah berjalan dengan baik. Kesimpulan: Keberhasilan program ini
dapat dilihat dari adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan
ekonomi di lorong wisata tersebut. Misalnya, Sanggar Batara Gowa mencatat kenaikan pendapatan sekitar 20–25 persen. Usaha penyewaan Mega Baju Bodo naik dari Rp2.500.000
menjadi sekitar Rp4.000.000 per bulan. UMKM Pancake Durian Medan Nurul mengalami
peningkatan 15–20 persen, dari Rp5.000.000 menjadi Rp5.700.000–Rp6.000.000. Pendapatan
penjual kue baruasa naik dari Rp2.000.000 menjadi Rp2.800.000 per bulan, sementara
penjualan gorengan meningkat dari Rp200.000–Rp250.000 menjadi Rp300.000–Rp400.000
per hari. Adapun UMKM Kue Surabe mencatat kenaikan dari Rp750.000 menjadi Rp1.500.000
per bulan. Namun, masih adanya kendala yaitu keterbatasan finansial berupa anggaran dalam
pengembangan program lorong wisata dan program top-down pemerintah tidak berjalan
optimal.
Kata Kunci: Implementasi, Peningkatan Pendapatan, Lorong Wisata
Pemerintah Kota Makassar membentuk suatu gagasan disektor pariwisata dengan memaksimalkan potensi masyarakat yang ada di lorong dengan membuat Program Lorong
Wisata di Kota Makassar. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Makasssar No 94 Tahun 2022
Tentang Pembentukan Lorong Wisata, mengatahui faktor pendukung dan penghambat
Implementasi Program Lorong Wisata, serta upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor
penghambat Implementasi Program Lorong Wisata di Lorong Kyoto Kota Makassar dalam
meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,
wawancara mendalam (9 informan), dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang
digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan:
Berdasarkan hasil penelitian, Implementasi Program Lorong Wisata di Lorong Kyoto Kota
Makassar secara umum sudah berjalan dengan baik. Kesimpulan: Keberhasilan program ini
dapat dilihat dari adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan
ekonomi di lorong wisata tersebut. Misalnya, Sanggar Batara Gowa mencatat kenaikan pendapatan sekitar 20–25 persen. Usaha penyewaan Mega Baju Bodo naik dari Rp2.500.000
menjadi sekitar Rp4.000.000 per bulan. UMKM Pancake Durian Medan Nurul mengalami
peningkatan 15–20 persen, dari Rp5.000.000 menjadi Rp5.700.000–Rp6.000.000. Pendapatan
penjual kue baruasa naik dari Rp2.000.000 menjadi Rp2.800.000 per bulan, sementara
penjualan gorengan meningkat dari Rp200.000–Rp250.000 menjadi Rp300.000–Rp400.000
per hari. Adapun UMKM Kue Surabe mencatat kenaikan dari Rp750.000 menjadi Rp1.500.000
per bulan. Namun, masih adanya kendala yaitu keterbatasan finansial berupa anggaran dalam
pengembangan program lorong wisata dan program top-down pemerintah tidak berjalan
optimal.
Kata Kunci: Implementasi, Peningkatan Pendapatan, Lorong Wisata
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06689/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192054 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260120093637 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000499 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a IMPLEMENTASI PROGRAM LORONG WISATA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT : $b STUDI LORONG KYOTO KELURAHAN PARANG TAMBUNG KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR /$c Elza Rezky Saputry | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Elza Rezky Saputry | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23854 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Jamaruddin | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 336.925 984 771 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 336.925 984 771 ELZ i | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a pendapatan asli daerah | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan (GAP): Peningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan dengan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Makassar membentuk suatu gagasan disektor pariwisata dengan memaksimalkan potensi masyarakat yang ada di lorong dengan membuat Program Lorong Wisata di Kota Makassar. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Makasssar No 94 Tahun 2022 Tentang Pembentukan Lorong Wisata, mengatahui faktor pendukung dan penghambat Implementasi Program Lorong Wisata, serta upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor penghambat Implementasi Program Lorong Wisata di Lorong Kyoto Kota Makassar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam (9 informan), dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian, Implementasi Program Lorong Wisata di Lorong Kyoto Kota Makassar secara umum sudah berjalan dengan baik. Kesimpulan: Keberhasilan program ini dapat dilihat dari adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ekonomi di lorong wisata tersebut. Misalnya, Sanggar Batara Gowa mencatat kenaikan pendapatan sekitar 20–25 persen. Usaha penyewaan Mega Baju Bodo naik dari Rp2.500.000 menjadi sekitar Rp4.000.000 per bulan. UMKM Pancake Durian Medan Nurul mengalami peningkatan 15–20 persen, dari Rp5.000.000 menjadi Rp5.700.000–Rp6.000.000. Pendapatan penjual kue baruasa naik dari Rp2.000.000 menjadi Rp2.800.000 per bulan, sementara penjualan gorengan meningkat dari Rp200.000–Rp250.000 menjadi Rp300.000–Rp400.000 per hari. Adapun UMKM Kue Surabe mencatat kenaikan dari Rp750.000 menjadi Rp1.500.000 per bulan. Namun, masih adanya kendala yaitu keterbatasan finansial berupa anggaran dalam pengembangan program lorong wisata dan program top-down pemerintah tidak berjalan optimal. Kata Kunci: Implementasi, Peningkatan Pendapatan, Lorong Wisata | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 20 Jan 2026