Detail Katalog
ID: 28955Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
EKSPLOITASI KEMISKINAN SEBAGAI MODAL POLITIK DALAM RELASI KUASA DI PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN KUPANG TAHUN 2019 / Gabriela Sisilia Bunga Sani
Pengarang:
Gabriela Sisilia Bunga Sani ; Muhadam Labolo
Gabriela Sisilia Bunga Sani ; Muhadam Labolo
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Praktik Politik
Deskripsi Fisik:
15
15
Nomor Panggil:
324.709 598 686 2 GAB e
324.709 598 686 2 GAB e
Control Number:
INLIS000000001192205
INLIS000000001192205
BIB ID:
0010-0126000650
0010-0126000650
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kemiskinan yang masih tinggi di daerah seperti
Kabupaten Kupang menjadi permasalahan krusial yang memengaruhi dinamika politik lokal,
khususnya dalam konteks pemilihan kepala daerah (Pilkada). Elite politik kerap memanfaatkan
kemiskinan sebagai modal politik dengan mendistribusikan bantuan materi guna
mengamankan dukungan suara, memperkuat hubungan klientelistik yang merusak kualitas
demokrasi. Penelitian ini menyoroti tantangan dalam memahami bagaimana relasi kuasa
dibangun melalui praktik eksploitasi kemiskinan dalam proses pemilu. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan menganalisis bagaimana kemiskinan dieksploitasi sebagai modal politik dalam
Pilkada Kabupaten Kupang tahun 2019 serta mengkaji dampaknya terhadap hubungan kuasa
antara elite politik dan masyarakat miskin. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif untuk memahami secara mendalam interaksi kompleks antara kekuatan
sosial dan politik dalam praktik eksploitasi kemiskinan di Pilkada Kabupaten Kupang. Data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 informan yang dipilih secara purposif.
Informan terdiri dari berbagai kelompok yang relevan, yaitu warga miskin, tokoh masyarakat,
pengawas pemilu, serta mantan tim sukses kandidat Pilkada. Pemilihan informan ini
didasarkan pada relevansi pengetahuan dan pengalaman mereka terkait praktik politik uang
dan pemberian bantuan menjelang pemilu, yang menjadi fokus utama penelitian. Selain
wawancara, data juga diperoleh melalui analisis dokumen yang berhubungan dengan kebijakan
pemilu, serta observasi lapangan untuk melihat langsung dinamika sosial-politik yang terjadi
di masyarakat. Metode ini dipilih untuk mendapatkan pemahaman yang lebih holistik dan
kontekstual mengenai dampak eksploitasi kemiskinan terhadap partisipasi politik dan kualitas
demokrasi lokal. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi kemiskinan
dijalankan melalui tiga dimensi kekuasaan, yakni discipline, governmentality, dan
panoptisisme. Mekanisme ini membentuk perilaku pemilih dengan menormalkan politik
transaksional, mengelola persepsi publik, serta menciptakan rasa diawasi, sehingga
memperkuat relasi kuasa yang timpang. Kesimpulan: Eksploitasi kemiskinan dalam Pilkada
berkontribusi terhadap pelanggengan struktur klientelisme dan pelemahan praktik demokrasi.
Penanggulangan permasalahan ini memerlukan pendekatan multi-dimensi melalui
pemberdayaan masyarakat, reformasi pemilu, serta penguatan mekanisme pengawasan..
Kata Kunci: Klientelisme Politik, Eksploitasi Kemiskinan, Pilkada
Kabupaten Kupang menjadi permasalahan krusial yang memengaruhi dinamika politik lokal,
khususnya dalam konteks pemilihan kepala daerah (Pilkada). Elite politik kerap memanfaatkan
kemiskinan sebagai modal politik dengan mendistribusikan bantuan materi guna
mengamankan dukungan suara, memperkuat hubungan klientelistik yang merusak kualitas
demokrasi. Penelitian ini menyoroti tantangan dalam memahami bagaimana relasi kuasa
dibangun melalui praktik eksploitasi kemiskinan dalam proses pemilu. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan menganalisis bagaimana kemiskinan dieksploitasi sebagai modal politik dalam
Pilkada Kabupaten Kupang tahun 2019 serta mengkaji dampaknya terhadap hubungan kuasa
antara elite politik dan masyarakat miskin. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif untuk memahami secara mendalam interaksi kompleks antara kekuatan
sosial dan politik dalam praktik eksploitasi kemiskinan di Pilkada Kabupaten Kupang. Data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 informan yang dipilih secara purposif.
Informan terdiri dari berbagai kelompok yang relevan, yaitu warga miskin, tokoh masyarakat,
pengawas pemilu, serta mantan tim sukses kandidat Pilkada. Pemilihan informan ini
didasarkan pada relevansi pengetahuan dan pengalaman mereka terkait praktik politik uang
dan pemberian bantuan menjelang pemilu, yang menjadi fokus utama penelitian. Selain
wawancara, data juga diperoleh melalui analisis dokumen yang berhubungan dengan kebijakan
pemilu, serta observasi lapangan untuk melihat langsung dinamika sosial-politik yang terjadi
di masyarakat. Metode ini dipilih untuk mendapatkan pemahaman yang lebih holistik dan
kontekstual mengenai dampak eksploitasi kemiskinan terhadap partisipasi politik dan kualitas
demokrasi lokal. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi kemiskinan
dijalankan melalui tiga dimensi kekuasaan, yakni discipline, governmentality, dan
panoptisisme. Mekanisme ini membentuk perilaku pemilih dengan menormalkan politik
transaksional, mengelola persepsi publik, serta menciptakan rasa diawasi, sehingga
memperkuat relasi kuasa yang timpang. Kesimpulan: Eksploitasi kemiskinan dalam Pilkada
berkontribusi terhadap pelanggengan struktur klientelisme dan pelemahan praktik demokrasi.
Penanggulangan permasalahan ini memerlukan pendekatan multi-dimensi melalui
pemberdayaan masyarakat, reformasi pemilu, serta penguatan mekanisme pengawasan..
Kata Kunci: Klientelisme Politik, Eksploitasi Kemiskinan, Pilkada
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06761/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192205 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260121102837 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000650 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a EKSPLOITASI KEMISKINAN SEBAGAI MODAL POLITIK DALAM RELASI KUASA DI PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN KUPANG TAHUN 2019 /$c Gabriela Sisilia Bunga Sani | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Gabriela Sisilia Bunga Sani | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 15 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24557 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Muhadam Labolo | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 324.709 598 686 2 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 324.709 598 686 2 GAB e | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Praktik Politik | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kemiskinan yang masih tinggi di daerah seperti Kabupaten Kupang menjadi permasalahan krusial yang memengaruhi dinamika politik lokal, khususnya dalam konteks pemilihan kepala daerah (Pilkada). Elite politik kerap memanfaatkan kemiskinan sebagai modal politik dengan mendistribusikan bantuan materi guna mengamankan dukungan suara, memperkuat hubungan klientelistik yang merusak kualitas demokrasi. Penelitian ini menyoroti tantangan dalam memahami bagaimana relasi kuasa dibangun melalui praktik eksploitasi kemiskinan dalam proses pemilu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kemiskinan dieksploitasi sebagai modal politik dalam Pilkada Kabupaten Kupang tahun 2019 serta mengkaji dampaknya terhadap hubungan kuasa antara elite politik dan masyarakat miskin. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami secara mendalam interaksi kompleks antara kekuatan sosial dan politik dalam praktik eksploitasi kemiskinan di Pilkada Kabupaten Kupang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 informan yang dipilih secara purposif. Informan terdiri dari berbagai kelompok yang relevan, yaitu warga miskin, tokoh masyarakat, pengawas pemilu, serta mantan tim sukses kandidat Pilkada. Pemilihan informan ini didasarkan pada relevansi pengetahuan dan pengalaman mereka terkait praktik politik uang dan pemberian bantuan menjelang pemilu, yang menjadi fokus utama penelitian. Selain wawancara, data juga diperoleh melalui analisis dokumen yang berhubungan dengan kebijakan pemilu, serta observasi lapangan untuk melihat langsung dinamika sosial-politik yang terjadi di masyarakat. Metode ini dipilih untuk mendapatkan pemahaman yang lebih holistik dan kontekstual mengenai dampak eksploitasi kemiskinan terhadap partisipasi politik dan kualitas demokrasi lokal. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi kemiskinan dijalankan melalui tiga dimensi kekuasaan, yakni discipline, governmentality, dan panoptisisme. Mekanisme ini membentuk perilaku pemilih dengan menormalkan politik transaksional, mengelola persepsi publik, serta menciptakan rasa diawasi, sehingga memperkuat relasi kuasa yang timpang. Kesimpulan: Eksploitasi kemiskinan dalam Pilkada berkontribusi terhadap pelanggengan struktur klientelisme dan pelemahan praktik demokrasi. Penanggulangan permasalahan ini memerlukan pendekatan multi-dimensi melalui pemberdayaan masyarakat, reformasi pemilu, serta penguatan mekanisme pengawasan.. Kata Kunci: Klientelisme Politik, Eksploitasi Kemiskinan, Pilkada | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 21 Jan 2026