Detail Katalog

ID: 29057
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PENGARUH BUDAYA PO-5 TERHADAP DISIPLIN PEGAWAI DI INSPEKTORAT KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA / Nurlia Febriani

Pengarang:
Nurlia Febriani ; Yeti Fatimah
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Manajemen Kepegawaian
Deskripsi Fisik:
25 : Ilus
Nomor Panggil:
658.309 598 48 NUR p
Control Number:
INLIS000000001192290
BIB ID:
0010-0126000735
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya nilai integritas pegawai di Insepktorat Kota Baubau yang menduduki angka 72,63 (kategori rentan), terdapat 3% atau 17 dari 40 pegawai di Inspektorat Kota Baubau yang melakukan kecurangan dengan memakai aplikasi fake GPS, dan adanya kasus pelanggaran disiplin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh budaya PO-5 terhadap kedisiplinan pegawai di Inspektorat Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. PO-5 adalah nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Buton yang mencakup: Po-Maamasiaka (saling menyayangi), PoPiapiara (saling memelihara), Po-Maemaeaka (rasa malu), Po-Angkaangkataka (mengangkat martabat), dan Po-Bincibinciki Kuli (menjaga perasaan). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif, dan pengolahan data dilakukan dengan aplikasi SmartPLS 3. Teori disiplin yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Hasibuan (2021), yang mencakup indikator seperti tujuan, kemampuan, teladan pimpinan, keadilan, pengawasan, sanksi, ketegasan, hubungan kemanusiaan, dan balas jasa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner/angket (40 responden), observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Uji Outer Model terhitung nilai AVE >0,5, untuk nilai loading variabel terhitung lebih besar dari variabel lainnya, serta composite reliability terhitung >0,70. Uji Inner Model terhitung R2=0,308, Q2=0,31, GoF untuk Nilai NFI=0,487. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh signifikan secara parsial antara dimensi PO-5 dan disiplin pegawai,. Oleh karena itu, disarankan: (1) Pemerintah Kota Baubau dapat memperkuat aturan disiplin, menyediakan fasilitas yang layak, dan rutin menyelenggarakan pelatihan; (2) Inspektorat dapat mengadakan rapat internal secara rutin dan menerapkan sistem reward and punishment; serta (3) ASN dapat menumbuhkan kesadaran terhadap tanggung jawab, aktif mengikuti pelatihan, menjadi teladan dalam bekerja, serta terbuka terhadap evaluasi dan berpartisipasi dalam program instansi. Kata kunci: PO-5, Budaya Lokal, Disiplin Pegawai, PNS, Inspektorat
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06794/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192290 1
005 _ _ 20260122103959 2
035 # # $a 0010-0126000735 3
245 1 # $a PENGARUH BUDAYA PO-5 TERHADAP DISIPLIN PEGAWAI DI INSPEKTORAT KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c Nurlia Febriani 4
100 _ # $a Nurlia Febriani 5
300 # # $a 25 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/20648/ 7
700 _ # $a Yeti Fatimah 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 9
082 # # $a 658.309 598 48 10
084 # # $a 658.309 598 48 NUR p 11
650 # 4 $a Manajemen Kepegawaian 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya nilai integritas pegawai di Insepktorat Kota Baubau yang menduduki angka 72,63 (kategori rentan), terdapat 3% atau 17 dari 40 pegawai di Inspektorat Kota Baubau yang melakukan kecurangan dengan memakai aplikasi fake GPS, dan adanya kasus pelanggaran disiplin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh budaya PO-5 terhadap kedisiplinan pegawai di Inspektorat Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. PO-5 adalah nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Buton yang mencakup: Po-Maamasiaka (saling menyayangi), PoPiapiara (saling memelihara), Po-Maemaeaka (rasa malu), Po-Angkaangkataka (mengangkat martabat), dan Po-Bincibinciki Kuli (menjaga perasaan). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif, dan pengolahan data dilakukan dengan aplikasi SmartPLS 3. Teori disiplin yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Hasibuan (2021), yang mencakup indikator seperti tujuan, kemampuan, teladan pimpinan, keadilan, pengawasan, sanksi, ketegasan, hubungan kemanusiaan, dan balas jasa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner/angket (40 responden), observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Uji Outer Model terhitung nilai AVE >0,5, untuk nilai loading variabel terhitung lebih besar dari variabel lainnya, serta composite reliability terhitung >0,70. Uji Inner Model terhitung R2=0,308, Q2=0,31, GoF untuk Nilai NFI=0,487. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh signifikan secara parsial antara dimensi PO-5 dan disiplin pegawai,. Oleh karena itu, disarankan: (1) Pemerintah Kota Baubau dapat memperkuat aturan disiplin, menyediakan fasilitas yang layak, dan rutin menyelenggarakan pelatihan; (2) Inspektorat dapat mengadakan rapat internal secara rutin dan menerapkan sistem reward and punishment; serta (3) ASN dapat menumbuhkan kesadaran terhadap tanggung jawab, aktif mengikuti pelatihan, menjadi teladan dalam bekerja, serta terbuka terhadap evaluasi dan berpartisipasi dalam program instansi. Kata kunci: PO-5, Budaya Lokal, Disiplin Pegawai, PNS, Inspektorat 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name