Detail Katalog
ID: 29222Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
EFEKTIVITAS PENERAPAN PAJAK NON TUNAI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA / Barus, Rizki Eikl Bastanta
Pengarang:
Barus, Rizki Eikl Bastanta ; Tumija
Barus, Rizki Eikl Bastanta ; Tumija
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Pajak daerah
Deskripsi Fisik:
12
12
Nomor Panggil:
336.259 812 33 BAR e
336.259 812 33 BAR e
Control Number:
INLIS000000001192453
INLIS000000001192453
BIB ID:
0010-0126000898
0010-0126000898
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengelolaan keuangan daerah merupakan aspek krusial
dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik. Untuk meningkatkan transparansi dan
akuntabilitas, pemerintah Indonesia mendorong penerapan sistem transaksi non tunai di daerah,
termasuk dalam pemungutan pajak daerah. Kabupaten Simalungun telah mengadopsi kebijakan pajak non tunai sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, implementasi sistem ini masih menghadapi berbagai kendala. Tujuan: untuk Mendapatkan gambaran penerapan pajak non tunai dalam meningkatkan PAD di Kabupaten Simalungun. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori teori Efektivitas oleh Duncan dalam Steers (1985: 53). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pajak non tunai di Kabupaten Simalungun sudah berjalan cukup efektif, ditandai dengan peningkatan realisasi penerimaan pajak yang mendekati target. Namun, masih terdapat kendala utama berupa rendahnya literasi digital masyarakat, kebiasaan pembayaran tunai, serta keterbatasan infrastruktur teknologi, terutama di wilayah terpencil. Kesimpulan: Penerapan pajak non tunai di Kabupaten Simalungun telah menunjukkan efektivitas yang cukup baik dalam meningkatkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meskipun demikian, masih terdapat kendala signifikan berupa rendahnya literasi digital masyarakat dan keterbatasan infrastruktur teknologi. Upaya sosialisasi, insentif, dan pendampingan teknis yang dilakukan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mengatasi hambatan tersebut. Untuk meningkatkan efektivitas secara menyeluruh, diperlukan penguatan kapasitas masyarakat dan peningkatan akses teknologi di seluruh
wilayah Kabupaten Simalungun.
Kata Kunci: Pajak non tunai, Pendapatan Asli Daerah, Efektivitas
dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik. Untuk meningkatkan transparansi dan
akuntabilitas, pemerintah Indonesia mendorong penerapan sistem transaksi non tunai di daerah,
termasuk dalam pemungutan pajak daerah. Kabupaten Simalungun telah mengadopsi kebijakan pajak non tunai sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, implementasi sistem ini masih menghadapi berbagai kendala. Tujuan: untuk Mendapatkan gambaran penerapan pajak non tunai dalam meningkatkan PAD di Kabupaten Simalungun. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori teori Efektivitas oleh Duncan dalam Steers (1985: 53). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pajak non tunai di Kabupaten Simalungun sudah berjalan cukup efektif, ditandai dengan peningkatan realisasi penerimaan pajak yang mendekati target. Namun, masih terdapat kendala utama berupa rendahnya literasi digital masyarakat, kebiasaan pembayaran tunai, serta keterbatasan infrastruktur teknologi, terutama di wilayah terpencil. Kesimpulan: Penerapan pajak non tunai di Kabupaten Simalungun telah menunjukkan efektivitas yang cukup baik dalam meningkatkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meskipun demikian, masih terdapat kendala signifikan berupa rendahnya literasi digital masyarakat dan keterbatasan infrastruktur teknologi. Upaya sosialisasi, insentif, dan pendampingan teknis yang dilakukan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mengatasi hambatan tersebut. Untuk meningkatkan efektivitas secara menyeluruh, diperlukan penguatan kapasitas masyarakat dan peningkatan akses teknologi di seluruh
wilayah Kabupaten Simalungun.
Kata Kunci: Pajak non tunai, Pendapatan Asli Daerah, Efektivitas
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06893/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192453 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260126115727 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000898 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a EFEKTIVITAS PENERAPAN PAJAK NON TUNAI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Barus, Rizki Eikl Bastanta | 4 |
| 100 | 3 |
# |
$a Barus, Rizki Eikl Bastanta | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 12 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20978 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Tumija | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 336.259 812 33 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 336.259 812 33 BAR e | 11 |
| 600 | # |
4 |
$a Pajak daerah | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengelolaan keuangan daerah merupakan aspek krusial dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik. Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, pemerintah Indonesia mendorong penerapan sistem transaksi non tunai di daerah, termasuk dalam pemungutan pajak daerah. Kabupaten Simalungun telah mengadopsi kebijakan pajak non tunai sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, implementasi sistem ini masih menghadapi berbagai kendala. Tujuan: untuk Mendapatkan gambaran penerapan pajak non tunai dalam meningkatkan PAD di Kabupaten Simalungun. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori teori Efektivitas oleh Duncan dalam Steers (1985: 53). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pajak non tunai di Kabupaten Simalungun sudah berjalan cukup efektif, ditandai dengan peningkatan realisasi penerimaan pajak yang mendekati target. Namun, masih terdapat kendala utama berupa rendahnya literasi digital masyarakat, kebiasaan pembayaran tunai, serta keterbatasan infrastruktur teknologi, terutama di wilayah terpencil. Kesimpulan: Penerapan pajak non tunai di Kabupaten Simalungun telah menunjukkan efektivitas yang cukup baik dalam meningkatkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meskipun demikian, masih terdapat kendala signifikan berupa rendahnya literasi digital masyarakat dan keterbatasan infrastruktur teknologi. Upaya sosialisasi, insentif, dan pendampingan teknis yang dilakukan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mengatasi hambatan tersebut. Untuk meningkatkan efektivitas secara menyeluruh, diperlukan penguatan kapasitas masyarakat dan peningkatan akses teknologi di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun. Kata Kunci: Pajak non tunai, Pendapatan Asli Daerah, Efektivitas | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 26 Jan 2026