Detail Katalog
ID: 29347Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS MIGRSI TENAGA KERJA TERAMPIL (BRAIN DRAIN) DI KOTA AMBON PROVINSI MALUKU / Huka, Adrianus Louse
Pengarang:
Huka, Adrianus Louse ; Hutasoi, Imelda
Huka, Adrianus Louse ; Hutasoi, Imelda
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
tenaga kerja
Deskripsi Fisik:
11 : Ilus
11 : Ilus
Nomor Panggil:
331.159 852 22 HUK a
331.159 852 22 HUK a
Control Number:
INLIS000000001192578
INLIS000000001192578
BIB ID:
0010-0126001023
0010-0126001023
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Migrasi tenaga kerja terampil (brain drain) di Kota
Ambon merupakan tantangan signifikan bagi pembangunan daerah, namun belum terdapat
penelitian komprehensif yang mengkaji faktor pendorong dan dampaknya secara multidimensi
dalam konteks sosial-ekonomi khusus Indonesia Timur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
menganalisis pola, determinan, dan dampak migrasi tenaga kerja terampil di Kota Ambon
menggunakan kerangka multidimensi yang mengkaji faktor predisposisi, proksimal,
presipitasi, dan mediasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposeful maximal variation sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 26 informan kunci yang mewakili pejabat
pemerintah, tenaga terampil yang bermigrasi, dan pemangku kepentingan pendidikan,
dilengkapi dengan metode dokumentasi dan observasi. Hasil/Temuan: Penelitian
mengidentifikasi peningkatan migrasi tenaga terampil sebesar 12% per tahun (2019-2023),
terutama pada sektor kesehatan (35%), teknologi informasi (25%), pendidikan (20%), dan
teknik (15%). Faktor determinan utama meliputi keterbatasan struktural ekonomi (penyerapan
sektor formal 45% vs. 62% rata-rata nasional), disparitas upah signifikan (hingga 40-50%
untuk tenaga spesialis), terbatasnya jenjang karir, infrastruktur digital tidak memadai
(bandwidth 10 Mbps vs. 50-100 Mbps di kota besar), dan kebijakan retensi yang belum efektif.
Kesimpulan: Brain drain di Kota Ambon berakar pada faktor struktural, ekonomi, dan
institusional yang kompleks, memerlukan intervensi kebijakan komprehensif berfokus pada
diversifikasi ekonomi, peningkatan infrastruktur digital, manajemen talenta terarah, dan
penguatan kapasitas institusional untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi
profesional terampil.
Kata kunci: Brain Drain, Migrasi Tenaga Kerja Terampil, Kesenjangan Pembangunan
Ambon merupakan tantangan signifikan bagi pembangunan daerah, namun belum terdapat
penelitian komprehensif yang mengkaji faktor pendorong dan dampaknya secara multidimensi
dalam konteks sosial-ekonomi khusus Indonesia Timur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
menganalisis pola, determinan, dan dampak migrasi tenaga kerja terampil di Kota Ambon
menggunakan kerangka multidimensi yang mengkaji faktor predisposisi, proksimal,
presipitasi, dan mediasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposeful maximal variation sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 26 informan kunci yang mewakili pejabat
pemerintah, tenaga terampil yang bermigrasi, dan pemangku kepentingan pendidikan,
dilengkapi dengan metode dokumentasi dan observasi. Hasil/Temuan: Penelitian
mengidentifikasi peningkatan migrasi tenaga terampil sebesar 12% per tahun (2019-2023),
terutama pada sektor kesehatan (35%), teknologi informasi (25%), pendidikan (20%), dan
teknik (15%). Faktor determinan utama meliputi keterbatasan struktural ekonomi (penyerapan
sektor formal 45% vs. 62% rata-rata nasional), disparitas upah signifikan (hingga 40-50%
untuk tenaga spesialis), terbatasnya jenjang karir, infrastruktur digital tidak memadai
(bandwidth 10 Mbps vs. 50-100 Mbps di kota besar), dan kebijakan retensi yang belum efektif.
Kesimpulan: Brain drain di Kota Ambon berakar pada faktor struktural, ekonomi, dan
institusional yang kompleks, memerlukan intervensi kebijakan komprehensif berfokus pada
diversifikasi ekonomi, peningkatan infrastruktur digital, manajemen talenta terarah, dan
penguatan kapasitas institusional untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi
profesional terampil.
Kata kunci: Brain Drain, Migrasi Tenaga Kerja Terampil, Kesenjangan Pembangunan
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06989/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192578 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260127121428 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126001023 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS MIGRSI TENAGA KERJA TERAMPIL (BRAIN DRAIN) DI KOTA AMBON PROVINSI MALUKU /$c Huka, Adrianus Louse | 4 |
| 100 | 3 |
# |
$a Huka, Adrianus Louse | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20179 | 7 |
| 700 | 3 |
# |
$a Hutasoi, Imelda | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 331.159 852 22 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 331.159 852 22 HUK a | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a tenaga kerja | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Migrasi tenaga kerja terampil (brain drain) di Kota Ambon merupakan tantangan signifikan bagi pembangunan daerah, namun belum terdapat penelitian komprehensif yang mengkaji faktor pendorong dan dampaknya secara multidimensi dalam konteks sosial-ekonomi khusus Indonesia Timur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pola, determinan, dan dampak migrasi tenaga kerja terampil di Kota Ambon menggunakan kerangka multidimensi yang mengkaji faktor predisposisi, proksimal, presipitasi, dan mediasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposeful maximal variation sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 26 informan kunci yang mewakili pejabat pemerintah, tenaga terampil yang bermigrasi, dan pemangku kepentingan pendidikan, dilengkapi dengan metode dokumentasi dan observasi. Hasil/Temuan: Penelitian mengidentifikasi peningkatan migrasi tenaga terampil sebesar 12% per tahun (2019-2023), terutama pada sektor kesehatan (35%), teknologi informasi (25%), pendidikan (20%), dan teknik (15%). Faktor determinan utama meliputi keterbatasan struktural ekonomi (penyerapan sektor formal 45% vs. 62% rata-rata nasional), disparitas upah signifikan (hingga 40-50% untuk tenaga spesialis), terbatasnya jenjang karir, infrastruktur digital tidak memadai (bandwidth 10 Mbps vs. 50-100 Mbps di kota besar), dan kebijakan retensi yang belum efektif. Kesimpulan: Brain drain di Kota Ambon berakar pada faktor struktural, ekonomi, dan institusional yang kompleks, memerlukan intervensi kebijakan komprehensif berfokus pada diversifikasi ekonomi, peningkatan infrastruktur digital, manajemen talenta terarah, dan penguatan kapasitas institusional untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi profesional terampil. Kata kunci: Brain Drain, Migrasi Tenaga Kerja Terampil, Kesenjangan Pembangunan | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 27 Jan 2026