Detail Katalog
ID: 29383Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DALAM SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DI KOTA LHOKSEUMAWE / Abhiseka Muhammad Daffa
Pengarang:
Abhiseka Muhammad Daffa ; Ayu Widowati Johannes
Abhiseka Muhammad Daffa ; Ayu Widowati Johannes
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Administrasi Keuangan Daerah
Deskripsi Fisik:
12
12
Nomor Panggil:
352.459 811 42 ABH p
352.459 811 42 ABH p
Control Number:
INLIS000000001192614
INLIS000000001192614
BIB ID:
0010-0126001059
0010-0126001059
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD)
yang menjadi permasalahan sumber daya manusia, sehingga kualitas pelaporan pendapatan
masih belum optimal. Hal ini menjadi dasar permasalahan umum dari permasalahan pegawai,
mengingat bahwa penggunaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) ini sudah
diwajibkan oleh pemerintah pusat dan juga pastinya akan lebih membantu pemerintah daerah
dan pemerintah pusat dalam mengolah data yang diperlukan secara terintegrasi. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan daerah melalui penerapan
Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Kota Lhokseumawe, dengan fokus pada
pelaksanaan sistem, hambatan yang dihadapi, serta upaya strategis yang dilakukan oleh
Badan Pengelola Keuangan dan Daerah (BPKD) dalam mengoptimalkan fungsi SIPD.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan
teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan
informan kunci, serta dokumentasi dari arsip keuangan daerah. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa meskipun SIPD telah diterapkan sesuai regulasi, namun
efektivitasnya belum tercapai sepenuhnya akibat kendala teknis dan kelembagaan. BPKAD
telah melakukan berbagai upaya seperti pelatihan internal, peningkatan koordinasi antar unit
kerja, serta perbaikan teknis pada sistem SIPD. Kesimpulan: Dari penelitian ini menekankan
pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia, modernisasi sistem, serta dukungan
anggaran untuk infrastruktur teknologi informasi. Adapun saran yang diajukan adalah
perlunya program pelatihan yang berkelanjutan, pembaruan sistem SIPD secara berkala, serta
kolaborasi lintas sektor guna menciptakan tata kelola keuangan daerah yang transparan,
akuntabel, dan terintegrasi.
Kata kunci: Laporan Keuangan Daerah, Pemerintahan Daerah,Sistem Informasi, SIPD.
yang menjadi permasalahan sumber daya manusia, sehingga kualitas pelaporan pendapatan
masih belum optimal. Hal ini menjadi dasar permasalahan umum dari permasalahan pegawai,
mengingat bahwa penggunaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) ini sudah
diwajibkan oleh pemerintah pusat dan juga pastinya akan lebih membantu pemerintah daerah
dan pemerintah pusat dalam mengolah data yang diperlukan secara terintegrasi. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan daerah melalui penerapan
Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Kota Lhokseumawe, dengan fokus pada
pelaksanaan sistem, hambatan yang dihadapi, serta upaya strategis yang dilakukan oleh
Badan Pengelola Keuangan dan Daerah (BPKD) dalam mengoptimalkan fungsi SIPD.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan
teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan
informan kunci, serta dokumentasi dari arsip keuangan daerah. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa meskipun SIPD telah diterapkan sesuai regulasi, namun
efektivitasnya belum tercapai sepenuhnya akibat kendala teknis dan kelembagaan. BPKAD
telah melakukan berbagai upaya seperti pelatihan internal, peningkatan koordinasi antar unit
kerja, serta perbaikan teknis pada sistem SIPD. Kesimpulan: Dari penelitian ini menekankan
pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia, modernisasi sistem, serta dukungan
anggaran untuk infrastruktur teknologi informasi. Adapun saran yang diajukan adalah
perlunya program pelatihan yang berkelanjutan, pembaruan sistem SIPD secara berkala, serta
kolaborasi lintas sektor guna menciptakan tata kelola keuangan daerah yang transparan,
akuntabel, dan terintegrasi.
Kata kunci: Laporan Keuangan Daerah, Pemerintahan Daerah,Sistem Informasi, SIPD.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07018/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192614 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260128084826 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126001059 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DALAM SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DI KOTA LHOKSEUMAWE /$c Abhiseka Muhammad Daffa | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Abhiseka Muhammad Daffa | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 12 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20249 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Ayu Widowati Johannes | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 352.459 811 42 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 352.459 811 42 ABH p | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Keuangan Daerah | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang menjadi permasalahan sumber daya manusia, sehingga kualitas pelaporan pendapatan masih belum optimal. Hal ini menjadi dasar permasalahan umum dari permasalahan pegawai, mengingat bahwa penggunaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) ini sudah diwajibkan oleh pemerintah pusat dan juga pastinya akan lebih membantu pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengolah data yang diperlukan secara terintegrasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan daerah melalui penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Kota Lhokseumawe, dengan fokus pada pelaksanaan sistem, hambatan yang dihadapi, serta upaya strategis yang dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Daerah (BPKD) dalam mengoptimalkan fungsi SIPD. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci, serta dokumentasi dari arsip keuangan daerah. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun SIPD telah diterapkan sesuai regulasi, namun efektivitasnya belum tercapai sepenuhnya akibat kendala teknis dan kelembagaan. BPKAD telah melakukan berbagai upaya seperti pelatihan internal, peningkatan koordinasi antar unit kerja, serta perbaikan teknis pada sistem SIPD. Kesimpulan: Dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia, modernisasi sistem, serta dukungan anggaran untuk infrastruktur teknologi informasi. Adapun saran yang diajukan adalah perlunya program pelatihan yang berkelanjutan, pembaruan sistem SIPD secara berkala, serta kolaborasi lintas sektor guna menciptakan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan terintegrasi. Kata kunci: Laporan Keuangan Daerah, Pemerintahan Daerah,Sistem Informasi, SIPD. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 28 Jan 2026