Detail Katalog

ID: 30080
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET TETAP TANAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA TANJUNGPINANG PROVINSI KEPULAUAN RIAU : - / Andreas Tarigan

Edisi: -

Pengarang:
Andreas Tarigan ; Dadang Suwanda
Penerbit:
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Administrasi Publik
Deskripsi Fisik:
13 : - ; - -
ISBN:
-
Nomor Panggil:
352. 598 143 7 AND o
Control Number:
INLIS000000001193309
BIB ID:
0010-0226000393
Catatan
Masih terdapat banyak aset tanah Pemerintah Kota
Tanjungpinang yang belum memiliki sertifikat, hal ini dapat menyebabkan risiko
pengambilalihan tanah oleh pihak lain karena belum ada kejelasan hukum mengenai
kepemilikan tanah tersebut. Pengelolaan aset tetap, terutama aset tanah, yang belum optimal
menghambat upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga optimalisasi
pengelolaan dan pemanfaatan aset tanah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku
sangat penting untuk meningkatkan PAD dan, secara tidak langsung, memajukan
perekonomian daerah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aset tanah milik
Pemerintah Kota Tanjungpinang dimanfaatkan sebagai apa dan sebagai informasi bagi
masyarakat jika ingin digunakan kemudian dianalisis untuk memperoleh hasil yang dapat
memberikan gambaran tentang Optimalisasi pemanfaatan aset tetap tanah, menguraikan
faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung, serta upaya-upaya yang
dilakukan dalam mengatasi faktor-faktor penghambat tersebut. Metode: Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif.
Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui
wawancara dan dokumentasi, dengan sampel informan yang ditentukan menggunakan teknik
purposive sampling. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh menunjukkan bahwa Kota
Tanjungpinang belum berhasil mengoptimalisasikan pemanfaatan aset tetap tanah guna
meningkatkan pendapatan asli daerah di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Hal
tersebut dibuktikan karena masih banyaknya aset tanah yang belum memiliki sertifikat, serta
inventarisasi aset yang belum optimal. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa
Kota Tanjungpinang belum berhasil mengoptimalisasikan pemanfaatan aset tetap tanah guna
meningkatkan pendapatan asli daerah di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau,
meskipun masih terdapat beberapa hambatan dan kendala yang dihadapi tetapi telah ditangani
dengan baik. Adapun saran yang diberikan yaitu Pemerintah Kota Tanjungpinang segera
membuat regulasi terkait pemanfaatan aset tanah agar dapat memanfaatkan aset lebih optimal
dan jelas dimata hukum.Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Badan Pengelolaan
Keuangan dan Aset daerah perlu mendata aset tanah secara lengkap dan akurat untuk
mempercepat proses sertifikasi. Sebaiknya Pemerintah Kota Tanjungpinang memberi
wawasan dan pelatihan agar dapat meningkatkan kualitas dan menambah pegawai untuk
dapat menyelesaikan beban kerja yang besar.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04667/IPDN/2024 352. 598 143 7 AND o Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193309 1
005 _ _ 20260205110114 2
035 # # $a 0010-0226000393 3
245 1 # $a OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET TETAP TANAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA TANJUNGPINANG PROVINSI KEPULAUAN RIAU : $b - /$c Andreas Tarigan 4
100 _ # $a Andreas Tarigan 5
250 # # $a - 6
300 # # $a 13 : $b - ; $c -$e - 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19554 8
700 _ # $a Dadang Suwanda 9
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 10
082 # # $a 352. 598 143 7 11
084 # # $a 352. 598 143 7 AND o 12
020 # # $a - 13
650 # 4 $a Administrasi Publik 14
520 # # $a Masih terdapat banyak aset tanah Pemerintah Kota Tanjungpinang yang belum memiliki sertifikat, hal ini dapat menyebabkan risiko pengambilalihan tanah oleh pihak lain karena belum ada kejelasan hukum mengenai kepemilikan tanah tersebut. Pengelolaan aset tetap, terutama aset tanah, yang belum optimal menghambat upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan aset tanah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku sangat penting untuk meningkatkan PAD dan, secara tidak langsung, memajukan perekonomian daerah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aset tanah milik Pemerintah Kota Tanjungpinang dimanfaatkan sebagai apa dan sebagai informasi bagi masyarakat jika ingin digunakan kemudian dianalisis untuk memperoleh hasil yang dapat memberikan gambaran tentang Optimalisasi pemanfaatan aset tetap tanah, menguraikan faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung, serta upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor-faktor penghambat tersebut. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, dengan sampel informan yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh menunjukkan bahwa Kota Tanjungpinang belum berhasil mengoptimalisasikan pemanfaatan aset tetap tanah guna meningkatkan pendapatan asli daerah di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Hal tersebut dibuktikan karena masih banyaknya aset tanah yang belum memiliki sertifikat, serta inventarisasi aset yang belum optimal. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa Kota Tanjungpinang belum berhasil mengoptimalisasikan pemanfaatan aset tetap tanah guna meningkatkan pendapatan asli daerah di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau, meskipun masih terdapat beberapa hambatan dan kendala yang dihadapi tetapi telah ditangani dengan baik. Adapun saran yang diberikan yaitu Pemerintah Kota Tanjungpinang segera membuat regulasi terkait pemanfaatan aset tanah agar dapat memanfaatkan aset lebih optimal dan jelas dimata hukum.Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah perlu mendata aset tanah secara lengkap dan akurat untuk mempercepat proses sertifikasi. Sebaiknya Pemerintah Kota Tanjungpinang memberi wawasan dan pelatihan agar dapat meningkatkan kualitas dan menambah pegawai untuk dapat menyelesaikan beban kerja yang besar. 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 05 Feb 2026
Export