Detail Katalog
ID: 30090Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
EVALUASI PROGRAM SEMBAKO DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MISKIN DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS / Rediva Nur Meilya
Pengarang:
Rediva Nur Meilya ; Anwar Rosshad
Rediva Nur Meilya ; Anwar Rosshad
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Masalah dan Layanan untuk Orang Miskin
Deskripsi Fisik:
16 : illus
16 : illus
Nomor Panggil:
362.509 598 262 1 RED e
362.509 598 262 1 RED e
Control Number:
INLIS000000001193319
INLIS000000001193319
BIB ID:
0010-0226000403
0010-0226000403
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Fokus penulis dalam penelitian ini yaitu pada
pelaksanaan Program Sembako di Kecamatan Sokaraja dimana adanya ketidaksesuaian jumlah
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan jumlah realisasi Keluarga Penerima
Manfaat (KPM) yang menerima bantuan. Kemudian adanya penyalahgunaan dalam
pemanfaatan bantuan yang dilakukan oleh salah satu KPM yang tidak mempergunakan bantuan
dengan semestinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan evaluasi maupun
mendeskripsikan terkait pelaksanaan Program Sembako dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat miskin di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas serta memberikan gambaran
mengenai upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program Sembako.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta triangulasi data. Analisis
penelitian ini yaitu menggunakan teori Evaluasi menurut William Dunn yang terdiri dari 6
(enam) dimensi. Hasil/Temuan:. Temuan yang didapatkan penulis pada penelitian ini masih
adanya kendala dalam pelaksanaan yaitu permasalahan dalam pembaruan data penerima
Program Sembako oleh operator desa yang ada di DTKS, kurangnya pemahaman operator desa
mengenai kriteria kemiskinan, ada pihak yang memanfaatkan kesempatan pada proses
penyaluran, dan terdapat KPM yang menyalahgunakan dalam pemanfaatan bantuan. Untuk
mengatasi beberapa kendala tersebut maka terdapat beberapa upaya dari pihak pelaksana
program yaitu pendalaman data KPM Program Sembako yang lebih konkrit, membuat batasan
waktu dan rentang usia bagi penerima program sembako, dan memasang daftar nama penerima
program sembako di kantor kecamatan maupun kantor desa serta pemasangan stiker penerima
program sembako di rumah penerima. Kesimpulan: Evaluasi pelaksanaan Program Sembako
dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Kecamatan Sokaraja Kabupaten
Banyumas dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik tetapi belum optimal yang dapat dilihat
dari dimensi efisiensi, kecukupan, responsivitas, dan perataan serta pelaksanaannya sudah
sesuai dengan mekanisme program. Namun disamping itu masih terdapat beberapa kendala
yang dapat dilihat dari dimensi efektivitas dan ketepatan. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan
program ini maka dapat dilakukan meningkatan fungsi kontrol serta penambahan pendamping
sosial dalam pelaksanaan serta pemanfaatan Program Sembako oleh TKSK harus dilakukan
secara berkala dan terjadwal, melakukan pembaruan data kependudukan desa bagi warga yang
mengalami peristiwa kependudukan maupun peristiwa penting, dan untuk pelaksana program
hendaknya dapat meningkatkan frekuensi dalam pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi
(Rakor) bagi pelaksana Program Sembako sebagai tindak lanjut pembahasan mengenai
hambatan maupun kendala dalam pelaksanaan penyaluran yang dapat dilaksanakan oleh dinas,
kecamatan, maupun desa.
pelaksanaan Program Sembako di Kecamatan Sokaraja dimana adanya ketidaksesuaian jumlah
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan jumlah realisasi Keluarga Penerima
Manfaat (KPM) yang menerima bantuan. Kemudian adanya penyalahgunaan dalam
pemanfaatan bantuan yang dilakukan oleh salah satu KPM yang tidak mempergunakan bantuan
dengan semestinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan evaluasi maupun
mendeskripsikan terkait pelaksanaan Program Sembako dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat miskin di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas serta memberikan gambaran
mengenai upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program Sembako.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta triangulasi data. Analisis
penelitian ini yaitu menggunakan teori Evaluasi menurut William Dunn yang terdiri dari 6
(enam) dimensi. Hasil/Temuan:. Temuan yang didapatkan penulis pada penelitian ini masih
adanya kendala dalam pelaksanaan yaitu permasalahan dalam pembaruan data penerima
Program Sembako oleh operator desa yang ada di DTKS, kurangnya pemahaman operator desa
mengenai kriteria kemiskinan, ada pihak yang memanfaatkan kesempatan pada proses
penyaluran, dan terdapat KPM yang menyalahgunakan dalam pemanfaatan bantuan. Untuk
mengatasi beberapa kendala tersebut maka terdapat beberapa upaya dari pihak pelaksana
program yaitu pendalaman data KPM Program Sembako yang lebih konkrit, membuat batasan
waktu dan rentang usia bagi penerima program sembako, dan memasang daftar nama penerima
program sembako di kantor kecamatan maupun kantor desa serta pemasangan stiker penerima
program sembako di rumah penerima. Kesimpulan: Evaluasi pelaksanaan Program Sembako
dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Kecamatan Sokaraja Kabupaten
Banyumas dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik tetapi belum optimal yang dapat dilihat
dari dimensi efisiensi, kecukupan, responsivitas, dan perataan serta pelaksanaannya sudah
sesuai dengan mekanisme program. Namun disamping itu masih terdapat beberapa kendala
yang dapat dilihat dari dimensi efektivitas dan ketepatan. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan
program ini maka dapat dilakukan meningkatan fungsi kontrol serta penambahan pendamping
sosial dalam pelaksanaan serta pemanfaatan Program Sembako oleh TKSK harus dilakukan
secara berkala dan terjadwal, melakukan pembaruan data kependudukan desa bagi warga yang
mengalami peristiwa kependudukan maupun peristiwa penting, dan untuk pelaksana program
hendaknya dapat meningkatkan frekuensi dalam pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi
(Rakor) bagi pelaksana Program Sembako sebagai tindak lanjut pembahasan mengenai
hambatan maupun kendala dalam pelaksanaan penyaluran yang dapat dilaksanakan oleh dinas,
kecamatan, maupun desa.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04677/IPDN/2024 |
362.509 598 262 1 RED e |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193319 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260205112123 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000403 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a EVALUASI PROGRAM SEMBAKO DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MISKIN DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS /$c Rediva Nur Meilya | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Rediva Nur Meilya | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 16 : $b illus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16951 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Anwar Rosshad | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 362.509 598 262 1 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 362.509 598 262 1 RED e | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Masalah dan Layanan untuk Orang Miskin | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Fokus penulis dalam penelitian ini yaitu pada pelaksanaan Program Sembako di Kecamatan Sokaraja dimana adanya ketidaksesuaian jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan jumlah realisasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan. Kemudian adanya penyalahgunaan dalam pemanfaatan bantuan yang dilakukan oleh salah satu KPM yang tidak mempergunakan bantuan dengan semestinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan evaluasi maupun mendeskripsikan terkait pelaksanaan Program Sembako dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas serta memberikan gambaran mengenai upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program Sembako. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta triangulasi data. Analisis penelitian ini yaitu menggunakan teori Evaluasi menurut William Dunn yang terdiri dari 6 (enam) dimensi. Hasil/Temuan:. Temuan yang didapatkan penulis pada penelitian ini masih adanya kendala dalam pelaksanaan yaitu permasalahan dalam pembaruan data penerima Program Sembako oleh operator desa yang ada di DTKS, kurangnya pemahaman operator desa mengenai kriteria kemiskinan, ada pihak yang memanfaatkan kesempatan pada proses penyaluran, dan terdapat KPM yang menyalahgunakan dalam pemanfaatan bantuan. Untuk mengatasi beberapa kendala tersebut maka terdapat beberapa upaya dari pihak pelaksana program yaitu pendalaman data KPM Program Sembako yang lebih konkrit, membuat batasan waktu dan rentang usia bagi penerima program sembako, dan memasang daftar nama penerima program sembako di kantor kecamatan maupun kantor desa serta pemasangan stiker penerima program sembako di rumah penerima. Kesimpulan: Evaluasi pelaksanaan Program Sembako dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik tetapi belum optimal yang dapat dilihat dari dimensi efisiensi, kecukupan, responsivitas, dan perataan serta pelaksanaannya sudah sesuai dengan mekanisme program. Namun disamping itu masih terdapat beberapa kendala yang dapat dilihat dari dimensi efektivitas dan ketepatan. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan program ini maka dapat dilakukan meningkatan fungsi kontrol serta penambahan pendamping sosial dalam pelaksanaan serta pemanfaatan Program Sembako oleh TKSK harus dilakukan secara berkala dan terjadwal, melakukan pembaruan data kependudukan desa bagi warga yang mengalami peristiwa kependudukan maupun peristiwa penting, dan untuk pelaksana program hendaknya dapat meningkatkan frekuensi dalam pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) bagi pelaksana Program Sembako sebagai tindak lanjut pembahasan mengenai hambatan maupun kendala dalam pelaksanaan penyaluran yang dapat dilaksanakan oleh dinas, kecamatan, maupun desa. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 05 Feb 2026