Detail Katalog

ID: 30300
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA BANJARBARU SEBELUM DAN SESUDAH MENJADI IBU KOTA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN : - / VINA AZHARISKA

Edisi: -

Pengarang:
VINA AZHARISKA ; Maisondra
Penerbit:
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Keuangan Negara di daerah atau provinsi tertrentu
Deskripsi Fisik:
13 : - ; - -
ISBN:
-
Nomor Panggil:
336.013 598 36 VIN k
Control Number:
INLIS000000001193529
BIB ID:
0010-0226000613
Catatan
Kinerja keuangan pemerintah daerah adalah hal penting untuk mencapai
tujuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Studi ini berfokus pada analisis kinerja keuangan
Pemerintah Daerah Kota Banjarbaru sebelum dan sesudah menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan
Selatan dari tahun anggaran 2019 hingga 2023. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
kinerja keuangan pemerintah daerah Kota Banjarbaru, mengidentifikasi faktor-faktor yang
menghambat kinerjanya, dan mengevaluasi upaya pemerintah untuk meningkatkan pengelolaan
keuangan. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan
kerangka berpikir induktif. Analisis rasio keuangan berdasarkan teori Mahmudi meliputi rasio derajat
desentralisasi, rasio ketergantungan keuangan daerah, rasio kemandirian keuangan daerah, dan rasio
2
efektivitas pendapatan asli daerah (PAD). Hasil/Temuan: Analisis menunjukkan bahwa rasio derajat
desentralisasi di Kota Banjarbaru dikategorikan sebagai cukup (20,01%-30,00%). Rasio
ketergantungan keuangan daerah menunjukkan tingkat ketergantungan yang sangat tinggi (lebih dari
50%), sementara rasio kemandirian keuangan daerah menunjukkan pola hubungan konsultatif (25%-
50%). Efektivitas pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD) tergolong sangat efektif (>100%).
Kesimpulan: Untuk meningkatkan kinerja keuangan, disarankan untuk mengoptimalkan penerimaan
PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber PAD yang sah, serta mengoptimalkan
penerimaan retribusi daerah.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04849/IPDN/2024 336.013 598 36 VIN k Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193529 1
005 _ _ 20260206100253 2
035 # # $a 0010-0226000613 3
245 1 # $a KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA BANJARBARU SEBELUM DAN SESUDAH MENJADI IBU KOTA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN : $b - /$c VINA AZHARISKA 4
100 _ # $a VINA AZHARISKA 5
250 # # $a - 6
300 # # $a 13 : $b - ; $c -$e - 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19123 8
700 _ # $a Maisondra 9
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 10
082 # # $a 336.013 598 36 11
084 # # $a 336.013 598 36 VIN k 12
020 # # $a - 13
650 # 4 $a Keuangan Negara di daerah atau provinsi tertrentu 14
520 # # $a Kinerja keuangan pemerintah daerah adalah hal penting untuk mencapai tujuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Studi ini berfokus pada analisis kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Banjarbaru sebelum dan sesudah menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan dari tahun anggaran 2019 hingga 2023. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan pemerintah daerah Kota Banjarbaru, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kinerjanya, dan mengevaluasi upaya pemerintah untuk meningkatkan pengelolaan keuangan. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan kerangka berpikir induktif. Analisis rasio keuangan berdasarkan teori Mahmudi meliputi rasio derajat desentralisasi, rasio ketergantungan keuangan daerah, rasio kemandirian keuangan daerah, dan rasio 2 efektivitas pendapatan asli daerah (PAD). Hasil/Temuan: Analisis menunjukkan bahwa rasio derajat desentralisasi di Kota Banjarbaru dikategorikan sebagai cukup (20,01%-30,00%). Rasio ketergantungan keuangan daerah menunjukkan tingkat ketergantungan yang sangat tinggi (lebih dari 50%), sementara rasio kemandirian keuangan daerah menunjukkan pola hubungan konsultatif (25%- 50%). Efektivitas pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD) tergolong sangat efektif (>100%). Kesimpulan: Untuk meningkatkan kinerja keuangan, disarankan untuk mengoptimalkan penerimaan PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber PAD yang sah, serta mengoptimalkan penerimaan retribusi daerah. 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 06 Feb 2026
Export