Detail Katalog
ID: 30322Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAERAH KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI : - / Mahfuz Al Hafiz
Edisi: -
Pengarang:
Mahfuz Al Hafiz ; Agni Grandita Permata Sari
Mahfuz Al Hafiz ; Agni Grandita Permata Sari
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Keuangan Negara di daerah atau provinsi tertrentu
Deskripsi Fisik:
19 : Ilust. ; - -
19 : Ilust. ; - -
Nomor Panggil:
336.013 598 152 1 MAH a
336.013 598 152 1 MAH a
Control Number:
INLIS000000001193551
INLIS000000001193551
BIB ID:
0010-0226000635
0010-0226000635
Catatan
Otonomi daerah, yang ditetapkan melalui Peraturan
Perundang-Undangan Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, memberikan kewenangan
kepada daerah otonom untuk mengurus dan mengatur kepentingan masyarakat setempat. Namun,
ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat masih menjadi kenyataan, yang
menghasilkan ketergantungan fiskal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami kontribusi
pendapatan asli daerah Kabupaten Sarolangun dalam meningkatkan kemandirian daerah, tantangan
yang dihadapi, dan upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam mewujudkan otonomi daerah.
Metode: Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan
lengkap dari informan yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil/Temuan: Hasil penelitian
menunjukkan bahwa data yang diperoleh dari tahun 2020-2022, berdasarkan beberapa kategori rasio
yang diantaranya yaitu kemandirian tidak bisa dikatakan mandiri. Rasio keefektifan hanya
mendapatkan katergori kurang efektif. Rasio efisiensi dapat dikatan sangat efisien. Rasio
ketergantungan dibilang sangat bergantung. Rasio desentralisasi memiliki tingkat desentralisasi yang
tinggi. Efisensi pajak mendaptkan hasil yang tidak efisien. Efektivitas pajak yang tiap taunnya
mengalami peningkatan. Derajat Kontribusi BMD masih rendah. Rasio Hutang terhadap pendapatan
terjadi fluktuatif. Rasio kemampuan mengembalikan pinjaman masih dibawah angka 2,5.
Kesimpulan: Kabupaten Sarolangun menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kemandirian
keuangan daerah, ditandai dengan rendahnya efektivitas, efisiensi, dan kontribusi PAD serta tingginya
ketergantungan pada pendapatan transfer. Meskipun ada upaya peningkatan seperti peningkatan
efektivitas pajak daerah, fluktuasi dan ketergantungan tinggi pada pendapatan transfer tetap menjadi
masalah utama. Pemerintah daerah perlu meningkatkan efektivitas dan efisiensi PAD, diversifikasi
sumber pendapatan, mendorong kontribusi yang lebih besar dari Badan Milik Daerah (BMD), dan
mengembangkan strategi untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan. Implementasi langkahlangkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian keuangan dan efektivitas pelaksanaan
otonomi daerah Kabupaten Sarolangun.
Perundang-Undangan Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, memberikan kewenangan
kepada daerah otonom untuk mengurus dan mengatur kepentingan masyarakat setempat. Namun,
ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat masih menjadi kenyataan, yang
menghasilkan ketergantungan fiskal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami kontribusi
pendapatan asli daerah Kabupaten Sarolangun dalam meningkatkan kemandirian daerah, tantangan
yang dihadapi, dan upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam mewujudkan otonomi daerah.
Metode: Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan
lengkap dari informan yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil/Temuan: Hasil penelitian
menunjukkan bahwa data yang diperoleh dari tahun 2020-2022, berdasarkan beberapa kategori rasio
yang diantaranya yaitu kemandirian tidak bisa dikatakan mandiri. Rasio keefektifan hanya
mendapatkan katergori kurang efektif. Rasio efisiensi dapat dikatan sangat efisien. Rasio
ketergantungan dibilang sangat bergantung. Rasio desentralisasi memiliki tingkat desentralisasi yang
tinggi. Efisensi pajak mendaptkan hasil yang tidak efisien. Efektivitas pajak yang tiap taunnya
mengalami peningkatan. Derajat Kontribusi BMD masih rendah. Rasio Hutang terhadap pendapatan
terjadi fluktuatif. Rasio kemampuan mengembalikan pinjaman masih dibawah angka 2,5.
Kesimpulan: Kabupaten Sarolangun menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kemandirian
keuangan daerah, ditandai dengan rendahnya efektivitas, efisiensi, dan kontribusi PAD serta tingginya
ketergantungan pada pendapatan transfer. Meskipun ada upaya peningkatan seperti peningkatan
efektivitas pajak daerah, fluktuasi dan ketergantungan tinggi pada pendapatan transfer tetap menjadi
masalah utama. Pemerintah daerah perlu meningkatkan efektivitas dan efisiensi PAD, diversifikasi
sumber pendapatan, mendorong kontribusi yang lebih besar dari Badan Milik Daerah (BMD), dan
mengembangkan strategi untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan. Implementasi langkahlangkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian keuangan dan efektivitas pelaksanaan
otonomi daerah Kabupaten Sarolangun.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04862/IPDN/2024 |
336.013 598 152 1 MAH a |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 14 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193551 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260206102740 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000635 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAERAH KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI : $b - /$c Mahfuz Al Hafiz | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Mahfuz Al Hafiz | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 19 : $b Ilust. ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18534 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Agni Grandita Permata Sari | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 336.013 598 152 1 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 336.013 598 152 1 MAH a | 12 |
| 650 | # |
4 |
$a Keuangan Negara di daerah atau provinsi tertrentu | 13 |
| 520 | # |
# |
$a Otonomi daerah, yang ditetapkan melalui Peraturan Perundang-Undangan Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, memberikan kewenangan kepada daerah otonom untuk mengurus dan mengatur kepentingan masyarakat setempat. Namun, ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat masih menjadi kenyataan, yang menghasilkan ketergantungan fiskal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami kontribusi pendapatan asli daerah Kabupaten Sarolangun dalam meningkatkan kemandirian daerah, tantangan yang dihadapi, dan upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam mewujudkan otonomi daerah. Metode: Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan lengkap dari informan yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang diperoleh dari tahun 2020-2022, berdasarkan beberapa kategori rasio yang diantaranya yaitu kemandirian tidak bisa dikatakan mandiri. Rasio keefektifan hanya mendapatkan katergori kurang efektif. Rasio efisiensi dapat dikatan sangat efisien. Rasio ketergantungan dibilang sangat bergantung. Rasio desentralisasi memiliki tingkat desentralisasi yang tinggi. Efisensi pajak mendaptkan hasil yang tidak efisien. Efektivitas pajak yang tiap taunnya mengalami peningkatan. Derajat Kontribusi BMD masih rendah. Rasio Hutang terhadap pendapatan terjadi fluktuatif. Rasio kemampuan mengembalikan pinjaman masih dibawah angka 2,5. Kesimpulan: Kabupaten Sarolangun menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kemandirian keuangan daerah, ditandai dengan rendahnya efektivitas, efisiensi, dan kontribusi PAD serta tingginya ketergantungan pada pendapatan transfer. Meskipun ada upaya peningkatan seperti peningkatan efektivitas pajak daerah, fluktuasi dan ketergantungan tinggi pada pendapatan transfer tetap menjadi masalah utama. Pemerintah daerah perlu meningkatkan efektivitas dan efisiensi PAD, diversifikasi sumber pendapatan, mendorong kontribusi yang lebih besar dari Badan Milik Daerah (BMD), dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan. Implementasi langkahlangkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian keuangan dan efektivitas pelaksanaan otonomi daerah Kabupaten Sarolangun. | 14 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 06 Feb 2026