Detail Katalog
ID: 30661Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
NETWORK GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA MASA TANGGAP DARURAT DI KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN : - / Muh Basith At Thariq
Edisi: -
Pengarang:
Muh Basith At Thariq ; Udaya Madjid
Muh Basith At Thariq ; Udaya Madjid
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Bencana tanah longsor
Deskripsi Fisik:
12 : Ilust. ; -
12 : Ilust. ; -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
363.349 459 847 MUH n
363.349 459 847 MUH n
Control Number:
INLIS000000001193887
INLIS000000001193887
BIB ID:
0010-0226000971
0010-0226000971
Catatan
Wilayah Kabupaten Gowa sebagian besar berupa
dataran tinggi berbukit- bukit, yaitu sekitar 72,26% dan memiliki beberapa daerah
yang berpotensi longsor berbahaya. Bencana longsor yang terjadi menelan banyak
korban jiwa dan memberi dampak kerusakan pada kegiatan siklus kehidupan
masyarakat kabupaten Gowa yang terkena bencana longsor. Tujuan : Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Network Governance atau tata
jaringan kelola pemerintah (Network Governance) dalam penanggulangan bencana
2
tanah longsor di Kabupaten Gowa, menganalisis faktor pendukung dan penghambat
serta upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana longsor pada masa
tanggap darurat di Kabupaten Gowa. Metode : Penelitian ini menggunakan teori
Network Governance oleh Provan dan Kenis (2008) yang memiliki 4 tahap dimensi
yaitu trust (kepercayaan), number of network participants (jumlah peserta
jaringan), network goal consensus (tujuan konsensus jaringan), dan need for
network-level competencies (kebutuhan akan kompetensi tingkat jaringan).
Hasil/temuan : Hasil penelitian menunjukkan tata Kelola jaringan pemerintah
Kabupaten Gowa dalam menanggulangi bencana tanah longsor pada masa tanggap
darurat sudah optimal terlihat dari terpenuhinya dimensi yang digunakan.
Kesimpulan : Adapun hal yang paling berpengaruh dalam penanggulangan
bencana tersebut yaitu anggaran, telah digunakan secara maksimal sesuai dengan
kebutuhan dalam penanggulangan bencana tanah longsor pada masa tanggap
darurat sehingga meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana yang
dilakukan.
dataran tinggi berbukit- bukit, yaitu sekitar 72,26% dan memiliki beberapa daerah
yang berpotensi longsor berbahaya. Bencana longsor yang terjadi menelan banyak
korban jiwa dan memberi dampak kerusakan pada kegiatan siklus kehidupan
masyarakat kabupaten Gowa yang terkena bencana longsor. Tujuan : Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Network Governance atau tata
jaringan kelola pemerintah (Network Governance) dalam penanggulangan bencana
2
tanah longsor di Kabupaten Gowa, menganalisis faktor pendukung dan penghambat
serta upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana longsor pada masa
tanggap darurat di Kabupaten Gowa. Metode : Penelitian ini menggunakan teori
Network Governance oleh Provan dan Kenis (2008) yang memiliki 4 tahap dimensi
yaitu trust (kepercayaan), number of network participants (jumlah peserta
jaringan), network goal consensus (tujuan konsensus jaringan), dan need for
network-level competencies (kebutuhan akan kompetensi tingkat jaringan).
Hasil/temuan : Hasil penelitian menunjukkan tata Kelola jaringan pemerintah
Kabupaten Gowa dalam menanggulangi bencana tanah longsor pada masa tanggap
darurat sudah optimal terlihat dari terpenuhinya dimensi yang digunakan.
Kesimpulan : Adapun hal yang paling berpengaruh dalam penanggulangan
bencana tersebut yaitu anggaran, telah digunakan secara maksimal sesuai dengan
kebutuhan dalam penanggulangan bencana tanah longsor pada masa tanggap
darurat sehingga meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana yang
dilakukan.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
05035/IPDN/2024 |
363.349 459 847 MUH n |
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193887 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260210104214 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000971 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a NETWORK GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA MASA TANGGAP DARURAT DI KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN : $b - /$c Muh Basith At Thariq | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Muh Basith At Thariq | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 12 : $b Ilust. ; $c - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16987 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Udaya Madjid | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 363.349 459 847 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 363.349 459 847 MUH n | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Bencana tanah longsor | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Wilayah Kabupaten Gowa sebagian besar berupa dataran tinggi berbukit- bukit, yaitu sekitar 72,26% dan memiliki beberapa daerah yang berpotensi longsor berbahaya. Bencana longsor yang terjadi menelan banyak korban jiwa dan memberi dampak kerusakan pada kegiatan siklus kehidupan masyarakat kabupaten Gowa yang terkena bencana longsor. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Network Governance atau tata jaringan kelola pemerintah (Network Governance) dalam penanggulangan bencana 2 tanah longsor di Kabupaten Gowa, menganalisis faktor pendukung dan penghambat serta upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana longsor pada masa tanggap darurat di Kabupaten Gowa. Metode : Penelitian ini menggunakan teori Network Governance oleh Provan dan Kenis (2008) yang memiliki 4 tahap dimensi yaitu trust (kepercayaan), number of network participants (jumlah peserta jaringan), network goal consensus (tujuan konsensus jaringan), dan need for network-level competencies (kebutuhan akan kompetensi tingkat jaringan). Hasil/temuan : Hasil penelitian menunjukkan tata Kelola jaringan pemerintah Kabupaten Gowa dalam menanggulangi bencana tanah longsor pada masa tanggap darurat sudah optimal terlihat dari terpenuhinya dimensi yang digunakan. Kesimpulan : Adapun hal yang paling berpengaruh dalam penanggulangan bencana tersebut yaitu anggaran, telah digunakan secara maksimal sesuai dengan kebutuhan dalam penanggulangan bencana tanah longsor pada masa tanggap darurat sehingga meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana yang dilakukan. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 10 Feb 2026