Detail Katalog
ID: 30776Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PELAYANAN IZIN USAHA MIKRO DAN KECIL MELALUI OSS-RBA DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT : - / Alfirsty Juwita Anjani
Edisi: -
Pengarang:
Alfirsty Juwita Anjani
Alfirsty Juwita Anjani
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
usaha mikro
Deskripsi Fisik:
11 : Ilust. ; - -
11 : Ilust. ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
338.642 598 651 2 ALF p
338.642 598 651 2 ALF p
Control Number:
INLIS000000001194001
INLIS000000001194001
BIB ID:
0010-0226001085
0010-0226001085
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan terkait pelayanan
izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui
OSS-RBA di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok
Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian
kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini informan ditentukan melalui
teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang dianalisis
menggunakan teori pelayanan dari Zeithmal, dalam Hardiansyah (2018:63-63) meliputi lima
dimensi yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy menunjukkan bahwa
pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA telah berjalan dengan baik. Namun, masih
saja terdapat kendala seperti sumber daya aparatur yang kurang memadai, kurangnya kemampuan
pelaku usaha dalam penggunaan sistem OSS-RBA, kinerja dan disiplin aparatur yang kurang
maksimal dan kesadaran masyarakat akan legalitas usaha dan tempat masih kurang. Kesimpulan:
Pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA di Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah
cukup baik dilihatdari dimensi tangibles, responsiveness, assurance, dan empaty. Namun untuk
dimensi reliability masih kurang baik dan perlu ditingkatkan sehingga disarankan Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dapat melakukan pendidikan dan pelatihan
sistem OSS-RBA bagi para ASN, mengadakan sosialisasi OSS-RBA kepada pelaku usaha,
melakukan rekruitmen yang tepat, dan pembinaan disiplin aparatur. Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat diharapkan dapat merekrut aparatur yang
menguasai bidang tertentu, dalam hal ini adalah bidang pelayanan perizinan, mengadakan
pelatihan kepada para ASN, mengadakan sosialisasi secara rutin guna memperkenalkan secara luas
bahwa penggunaan OSS-RBA yang bisa diakses dari rumah mampu memudahkan para pelaku
usaha, termasuk pemohon IUMK.
izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui
OSS-RBA di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok
Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian
kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini informan ditentukan melalui
teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang dianalisis
menggunakan teori pelayanan dari Zeithmal, dalam Hardiansyah (2018:63-63) meliputi lima
dimensi yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy menunjukkan bahwa
pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA telah berjalan dengan baik. Namun, masih
saja terdapat kendala seperti sumber daya aparatur yang kurang memadai, kurangnya kemampuan
pelaku usaha dalam penggunaan sistem OSS-RBA, kinerja dan disiplin aparatur yang kurang
maksimal dan kesadaran masyarakat akan legalitas usaha dan tempat masih kurang. Kesimpulan:
Pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA di Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah
cukup baik dilihatdari dimensi tangibles, responsiveness, assurance, dan empaty. Namun untuk
dimensi reliability masih kurang baik dan perlu ditingkatkan sehingga disarankan Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dapat melakukan pendidikan dan pelatihan
sistem OSS-RBA bagi para ASN, mengadakan sosialisasi OSS-RBA kepada pelaku usaha,
melakukan rekruitmen yang tepat, dan pembinaan disiplin aparatur. Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat diharapkan dapat merekrut aparatur yang
menguasai bidang tertentu, dalam hal ini adalah bidang pelayanan perizinan, mengadakan
pelatihan kepada para ASN, mengadakan sosialisasi secara rutin guna memperkenalkan secara luas
bahwa penggunaan OSS-RBA yang bisa diakses dari rumah mampu memudahkan para pelaku
usaha, termasuk pemohon IUMK.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06010/IPDN/2023 |
338.642 598 651 2 ALF p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 14 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194001 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260211091831 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001085 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PELAYANAN IZIN USAHA MIKRO DAN KECIL MELALUI OSS-RBA DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT : $b - /$c Alfirsty Juwita Anjani | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Alfirsty Juwita Anjani | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 11 : $b Ilust. ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14030 | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 338.642 598 651 2 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 338.642 598 651 2 ALF p | 11 |
| 020 | # |
# |
$a - | 12 |
| 650 | # |
4 |
$a usaha mikro | 13 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan terkait pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini informan ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan teori pelayanan dari Zeithmal, dalam Hardiansyah (2018:63-63) meliputi lima dimensi yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy menunjukkan bahwa pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA telah berjalan dengan baik. Namun, masih saja terdapat kendala seperti sumber daya aparatur yang kurang memadai, kurangnya kemampuan pelaku usaha dalam penggunaan sistem OSS-RBA, kinerja dan disiplin aparatur yang kurang maksimal dan kesadaran masyarakat akan legalitas usaha dan tempat masih kurang. Kesimpulan: Pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah cukup baik dilihatdari dimensi tangibles, responsiveness, assurance, dan empaty. Namun untuk dimensi reliability masih kurang baik dan perlu ditingkatkan sehingga disarankan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dapat melakukan pendidikan dan pelatihan sistem OSS-RBA bagi para ASN, mengadakan sosialisasi OSS-RBA kepada pelaku usaha, melakukan rekruitmen yang tepat, dan pembinaan disiplin aparatur. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat diharapkan dapat merekrut aparatur yang menguasai bidang tertentu, dalam hal ini adalah bidang pelayanan perizinan, mengadakan pelatihan kepada para ASN, mengadakan sosialisasi secara rutin guna memperkenalkan secara luas bahwa penggunaan OSS-RBA yang bisa diakses dari rumah mampu memudahkan para pelaku usaha, termasuk pemohon IUMK. | 14 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 11 Feb 2026