Detail Katalog
ID: 30819Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI SUMBER DAYA APARATUR DALAM PENINGKATAN PARIWISATA DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR / Hilmy Rahayu Mahbub Putra
Edisi: -
Pengarang:
Hilmy Rahayu Mahbub Putra ; Rizki Amalia
Hilmy Rahayu Mahbub Putra ; Rizki Amalia
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
manajemen kepegawaian
Deskripsi Fisik:
16 hlm : Ilust ; - -
16 hlm : Ilust ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
352.359 828 14 HIL s
352.359 828 14 HIL s
Control Number:
INLIS000000001194044
INLIS000000001194044
BIB ID:
0010-0226001128
0010-0226001128
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kompetensi ASN berdasarkan Permenpan RB Nomor 38
Tahun 2017 diantaranya adalah kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial
kultural. Hal ini senada dengan kompetensi menurut teori Covey, Roger dan Rebecca Merril dalam
Sedarmayanti (2017) terdapat tiga dimensi kompetensi aparatur yakni kompetensi teknis, kompetensi
konseptual dan kompetensi untuk hidup. Ketiga kompetensi tersebut penting untuk dimiliki dan
dikembangkan oleh aparatur. Penulis berfokus pada aparatur yang ada di Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kabupaten Tulungagung selanjutnya disebut dengan Disbudpar sebagai organisasi
perangkat daerah yang bertugas untuk meningkatkan kepariwisataan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengembangan kompetensi sumber daya aparatur,
menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan kompetensi sumber
daya aparatur, serta dapat merumuskan strategi pengembangan kompetensi sumber daya aparatur
dalam peningkatan pariwisata di Disbudpar Kabupaten Tulungagung. Metode: Metode penelitian
menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Mengumpulkan data dengan
teknik triangulasi data yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian menganalisis data
dengan melakukan reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan
pariwisata di Disbudpar Kabupaten Tulungagung belum berjalan dengan cukup baik. Faktor
pendukung pengembangan kompentensi sumber daya aparatur diantaranya adalah terdapat kesesuaian
visi dan misi, komitmen kuat dari stakeholder, peluang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia,
dukungan pengaruh politik, perkembangan teknologi yang pesat serta regulasi pemerintah yang
mendukung. Faktor penghambat diantaranya adalah rendahnya kualitas sumber daya aparatur,
anggaran yang minim, kurangnya kondisi dan ketersediaan sarana dan prasarana, serta ancaman dari
pengaruh kondisi sosial budaya yang kurang mendukung. Kesimpulan: Strategi pengembangan
kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan pariwisata dengan tingkat prioritas tertinggi
berdasarkan hasil uji litmus yakni Memperbaiki dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia
aparatur diimbangi dengan pembenahan anggaran dan melengkapi sarana prasarana yang mendukung
pengembangan kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan pariwisata melalui pemanfaatan
perkembangan ekonomi, teknologi informasi dan pengaruh dukungan politik di tahun 2023.
Tahun 2017 diantaranya adalah kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial
kultural. Hal ini senada dengan kompetensi menurut teori Covey, Roger dan Rebecca Merril dalam
Sedarmayanti (2017) terdapat tiga dimensi kompetensi aparatur yakni kompetensi teknis, kompetensi
konseptual dan kompetensi untuk hidup. Ketiga kompetensi tersebut penting untuk dimiliki dan
dikembangkan oleh aparatur. Penulis berfokus pada aparatur yang ada di Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kabupaten Tulungagung selanjutnya disebut dengan Disbudpar sebagai organisasi
perangkat daerah yang bertugas untuk meningkatkan kepariwisataan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengembangan kompetensi sumber daya aparatur,
menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan kompetensi sumber
daya aparatur, serta dapat merumuskan strategi pengembangan kompetensi sumber daya aparatur
dalam peningkatan pariwisata di Disbudpar Kabupaten Tulungagung. Metode: Metode penelitian
menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Mengumpulkan data dengan
teknik triangulasi data yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian menganalisis data
dengan melakukan reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan
pariwisata di Disbudpar Kabupaten Tulungagung belum berjalan dengan cukup baik. Faktor
pendukung pengembangan kompentensi sumber daya aparatur diantaranya adalah terdapat kesesuaian
visi dan misi, komitmen kuat dari stakeholder, peluang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia,
dukungan pengaruh politik, perkembangan teknologi yang pesat serta regulasi pemerintah yang
mendukung. Faktor penghambat diantaranya adalah rendahnya kualitas sumber daya aparatur,
anggaran yang minim, kurangnya kondisi dan ketersediaan sarana dan prasarana, serta ancaman dari
pengaruh kondisi sosial budaya yang kurang mendukung. Kesimpulan: Strategi pengembangan
kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan pariwisata dengan tingkat prioritas tertinggi
berdasarkan hasil uji litmus yakni Memperbaiki dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia
aparatur diimbangi dengan pembenahan anggaran dan melengkapi sarana prasarana yang mendukung
pengembangan kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan pariwisata melalui pemanfaatan
perkembangan ekonomi, teknologi informasi dan pengaruh dukungan politik di tahun 2023.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06042/IPDN/2023 |
352.359 828 14 HIL s |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194044 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260211101435 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001128 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI SUMBER DAYA APARATUR DALAM PENINGKATAN PARIWISATA DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR /$c Hilmy Rahayu Mahbub Putra | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Hilmy Rahayu Mahbub Putra | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 16 hlm : $b Ilust ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12191 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Rizki Amalia | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 352.359 828 14 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 352.359 828 14 HIL s | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a manajemen kepegawaian | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kompetensi ASN berdasarkan Permenpan RB Nomor 38 Tahun 2017 diantaranya adalah kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultural. Hal ini senada dengan kompetensi menurut teori Covey, Roger dan Rebecca Merril dalam Sedarmayanti (2017) terdapat tiga dimensi kompetensi aparatur yakni kompetensi teknis, kompetensi konseptual dan kompetensi untuk hidup. Ketiga kompetensi tersebut penting untuk dimiliki dan dikembangkan oleh aparatur. Penulis berfokus pada aparatur yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung selanjutnya disebut dengan Disbudpar sebagai organisasi perangkat daerah yang bertugas untuk meningkatkan kepariwisataan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengembangan kompetensi sumber daya aparatur, menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan kompetensi sumber daya aparatur, serta dapat merumuskan strategi pengembangan kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan pariwisata di Disbudpar Kabupaten Tulungagung. Metode: Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Mengumpulkan data dengan teknik triangulasi data yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian menganalisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan pariwisata di Disbudpar Kabupaten Tulungagung belum berjalan dengan cukup baik. Faktor pendukung pengembangan kompentensi sumber daya aparatur diantaranya adalah terdapat kesesuaian visi dan misi, komitmen kuat dari stakeholder, peluang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, dukungan pengaruh politik, perkembangan teknologi yang pesat serta regulasi pemerintah yang mendukung. Faktor penghambat diantaranya adalah rendahnya kualitas sumber daya aparatur, anggaran yang minim, kurangnya kondisi dan ketersediaan sarana dan prasarana, serta ancaman dari pengaruh kondisi sosial budaya yang kurang mendukung. Kesimpulan: Strategi pengembangan kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan pariwisata dengan tingkat prioritas tertinggi berdasarkan hasil uji litmus yakni Memperbaiki dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur diimbangi dengan pembenahan anggaran dan melengkapi sarana prasarana yang mendukung pengembangan kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan pariwisata melalui pemanfaatan perkembangan ekonomi, teknologi informasi dan pengaruh dukungan politik di tahun 2023. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 11 Feb 2026