Detail Katalog
ID: 30930Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN NGADA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Polu, Theodorus Alexandro
Edisi: -
Pengarang:
Polu, Theodorus Alexandro ; Dadang Suwanda
Polu, Theodorus Alexandro ; Dadang Suwanda
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Keuangan Daerah
Deskripsi Fisik:
8 hlm : - ; - -
8 hlm : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
352.480 959 868 31 POL a
352.480 959 868 31 POL a
Control Number:
INLIS000000001194155
INLIS000000001194155
BIB ID:
0010-0226001239
0010-0226001239
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang sistem
pemerintah Indonesia yang bergeser menjadi desentralisasi fiskal terkait dengan wewenang yang telah
diberikan oleh pemerintah pusat kepada pihak pemerintah Daerah yaitu otonomi daerah. Kewenangan
penyelenggaraan, pengendalian, pengaturan, dan perencanaan yang diberikan oleh pemerintah pusat
agar bisa mengatur urusannya sendiri berdasarkan kemampuan dan karakteristik daerahnya masingmasing serta mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengikat. Tujuan:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada
dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah, untuk mengetahui factor pendukung dan
penghambat kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada dalam mendukung pelaksanaan
otonomi daerah. untuk mengetahui upaya pemerintah daerah Kabupaten Ngada untuk meningkatkan
kemampuan keuangan daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Metode: Metode
penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Kabupaten Ngada selama 5
tahun anggaran yakni tahun 2016-2020 menunjukkan bahwa masih tingginya tingkat ketergantungan
daerah Kabupaten Ngada terhadap pendapatan daerah yang berasal dari pemerintah pusat maupun
provinsi. Upaya yang dapat dilakukan pemerintahdaerah dalam rangka meningkatkan kemampuan
keuangan daerah, yakni dengan cara antara lain: Menggali potensi-potensi daerah yang dapat
dimanfaatkan sebagai sumber PAD baru untuk dijadikan objek maupun subjek dari pajak dan retribusi
daerah. Kemudian pengembangan hal baru dalam meningkatkan PAD melalui penerapan teknologi
informasi berbasis online sebagai sarana pendukung bagi pendataan, penetapan dan pemungutan
PAD yang ada. Kesimpulan: Kemampuan keuangan daerah yang ada diukur berdasarkan hasil
analisis rasio yang menunjukkan Kabupaten Ngada tergolong masih rendah dalam mendukung
pelaksanaan otonomi daerah. Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah yang belum optimal atau
masih sangat rendah, hal ini dapat kita ilihat dari target dan realisasi PAD yang masih rendah.
Kemudian potensi daerah yang belum dimanfaatkan dengan baik, hal ini ditandai dengan banyaknya
aktivitas perekonoman daerah yang belum optimal dikenakan pajak dan retribusi. Serta tingginya
tingkat ketergantungan daerah Kabupaten Ngada terhadap dana transfer yang ada, hal ini ditandai
dengan tingkat kemampuan PAD yang rendah jika dibandingkan dengan dana transfer umum yang
masih sangat tinggi.
pemerintah Indonesia yang bergeser menjadi desentralisasi fiskal terkait dengan wewenang yang telah
diberikan oleh pemerintah pusat kepada pihak pemerintah Daerah yaitu otonomi daerah. Kewenangan
penyelenggaraan, pengendalian, pengaturan, dan perencanaan yang diberikan oleh pemerintah pusat
agar bisa mengatur urusannya sendiri berdasarkan kemampuan dan karakteristik daerahnya masingmasing serta mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengikat. Tujuan:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada
dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah, untuk mengetahui factor pendukung dan
penghambat kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada dalam mendukung pelaksanaan
otonomi daerah. untuk mengetahui upaya pemerintah daerah Kabupaten Ngada untuk meningkatkan
kemampuan keuangan daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Metode: Metode
penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Kabupaten Ngada selama 5
tahun anggaran yakni tahun 2016-2020 menunjukkan bahwa masih tingginya tingkat ketergantungan
daerah Kabupaten Ngada terhadap pendapatan daerah yang berasal dari pemerintah pusat maupun
provinsi. Upaya yang dapat dilakukan pemerintahdaerah dalam rangka meningkatkan kemampuan
keuangan daerah, yakni dengan cara antara lain: Menggali potensi-potensi daerah yang dapat
dimanfaatkan sebagai sumber PAD baru untuk dijadikan objek maupun subjek dari pajak dan retribusi
daerah. Kemudian pengembangan hal baru dalam meningkatkan PAD melalui penerapan teknologi
informasi berbasis online sebagai sarana pendukung bagi pendataan, penetapan dan pemungutan
PAD yang ada. Kesimpulan: Kemampuan keuangan daerah yang ada diukur berdasarkan hasil
analisis rasio yang menunjukkan Kabupaten Ngada tergolong masih rendah dalam mendukung
pelaksanaan otonomi daerah. Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah yang belum optimal atau
masih sangat rendah, hal ini dapat kita ilihat dari target dan realisasi PAD yang masih rendah.
Kemudian potensi daerah yang belum dimanfaatkan dengan baik, hal ini ditandai dengan banyaknya
aktivitas perekonoman daerah yang belum optimal dikenakan pajak dan retribusi. Serta tingginya
tingkat ketergantungan daerah Kabupaten Ngada terhadap dana transfer yang ada, hal ini ditandai
dengan tingkat kemampuan PAD yang rendah jika dibandingkan dengan dana transfer umum yang
masih sangat tinggi.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06090/IPDN/2023 |
352.480 959 868 31 POL a |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194155 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260211090153 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001239 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN NGADA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Polu, Theodorus Alexandro | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Polu, Theodorus Alexandro | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 8 hlm : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15666 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Dadang Suwanda | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 352.480 959 868 31 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 352.480 959 868 31 POL a | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Keuangan Daerah | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang sistem pemerintah Indonesia yang bergeser menjadi desentralisasi fiskal terkait dengan wewenang yang telah diberikan oleh pemerintah pusat kepada pihak pemerintah Daerah yaitu otonomi daerah. Kewenangan penyelenggaraan, pengendalian, pengaturan, dan perencanaan yang diberikan oleh pemerintah pusat agar bisa mengatur urusannya sendiri berdasarkan kemampuan dan karakteristik daerahnya masingmasing serta mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengikat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah, untuk mengetahui factor pendukung dan penghambat kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. untuk mengetahui upaya pemerintah daerah Kabupaten Ngada untuk meningkatkan kemampuan keuangan daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Kabupaten Ngada selama 5 tahun anggaran yakni tahun 2016-2020 menunjukkan bahwa masih tingginya tingkat ketergantungan daerah Kabupaten Ngada terhadap pendapatan daerah yang berasal dari pemerintah pusat maupun provinsi. Upaya yang dapat dilakukan pemerintahdaerah dalam rangka meningkatkan kemampuan keuangan daerah, yakni dengan cara antara lain: Menggali potensi-potensi daerah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber PAD baru untuk dijadikan objek maupun subjek dari pajak dan retribusi daerah. Kemudian pengembangan hal baru dalam meningkatkan PAD melalui penerapan teknologi informasi berbasis online sebagai sarana pendukung bagi pendataan, penetapan dan pemungutan PAD yang ada. Kesimpulan: Kemampuan keuangan daerah yang ada diukur berdasarkan hasil analisis rasio yang menunjukkan Kabupaten Ngada tergolong masih rendah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah yang belum optimal atau masih sangat rendah, hal ini dapat kita ilihat dari target dan realisasi PAD yang masih rendah. Kemudian potensi daerah yang belum dimanfaatkan dengan baik, hal ini ditandai dengan banyaknya aktivitas perekonoman daerah yang belum optimal dikenakan pajak dan retribusi. Serta tingginya tingkat ketergantungan daerah Kabupaten Ngada terhadap dana transfer yang ada, hal ini ditandai dengan tingkat kemampuan PAD yang rendah jika dibandingkan dengan dana transfer umum yang masih sangat tinggi. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 11 Feb 2026