Detail Katalog
ID: 31121Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
KOLABORASI DINAS SOSIAL DENGAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PEMBINAAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS GUNA MENJAGA KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN UMUM DI BALAI REHABILITASI SOSIAL BINA KARYA DAN LARAS PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA / Hesti Virra Adventia
Pengarang:
Hesti Virra Adventia ; Sri Hartati
Hesti Virra Adventia ; Sri Hartati
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Permasalahan dan Layanan Kepada Tuna Wisma
Deskripsi Fisik:
11 : ilus
11 : ilus
Nomor Panggil:
362.592 095 982 7 HES k
362.592 095 982 7 HES k
Control Number:
INLIS000000001194345
INLIS000000001194345
BIB ID:
0010-0226001429
0010-0226001429
Catatan
Pemasalahan : Kolaborasi Dinas Sosial Dengan Satuan Polisi Pamong Praja dalam
Pembinaan Gelandangan dan Pengemis guna menjaga Ketenteraman dan Ketertiban
Umum Di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta perlu dilakukan untuk mengurangi permasalahan gelandangan dan
pengemis karena kemiskinan, kurangnya keterampilan kerja, tingkat pendidikan yang
rendah, lingkungan, sosial budaya, kesehatan, dan sebagainya. Tujuan : untuk
menganalisis kolaborasi Dinas Sosial dengan Satuan Polisi Pamong Praja dalam
pembinaan gelandangan dan pengemis guna menjaga ketenteraman dan ketertiban
umum di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras serta faktor pendukung dan
penghambat dalam melaksanakan tugasnya. Metode : Teori yang digunakan adalah
menggunakan teori Collaborative Governance Ansell dan Gash dan teori pembinaan
Miftah Thoha. Penelitian ini dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan
metode deskriptif dan analisis data secara induktif. Hasil : Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kolaborasi Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja telah
berjalan cukup baik dengan melakukan tugas pokok dan fungsinya. Faktor
penghambat kolaborasi adalah kurangnya daya tampung atau kapasitas yang dimiliki.
Faktor pendukung kolaborasi adalah adanya Peraturan Daerah Daerah Istimewa
Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis
dan komitmen antara Dinas Sosial dengan Satuan Polisi Pamong Praja untuk
bersepakat menangani gelandangan dan pengemis. Kesimpulan : Upaya yang
dilakukan dengan melakukan upaya preventif, koersif, rehabilitas, dan reintegrasi
sosial.
Pembinaan Gelandangan dan Pengemis guna menjaga Ketenteraman dan Ketertiban
Umum Di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta perlu dilakukan untuk mengurangi permasalahan gelandangan dan
pengemis karena kemiskinan, kurangnya keterampilan kerja, tingkat pendidikan yang
rendah, lingkungan, sosial budaya, kesehatan, dan sebagainya. Tujuan : untuk
menganalisis kolaborasi Dinas Sosial dengan Satuan Polisi Pamong Praja dalam
pembinaan gelandangan dan pengemis guna menjaga ketenteraman dan ketertiban
umum di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras serta faktor pendukung dan
penghambat dalam melaksanakan tugasnya. Metode : Teori yang digunakan adalah
menggunakan teori Collaborative Governance Ansell dan Gash dan teori pembinaan
Miftah Thoha. Penelitian ini dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan
metode deskriptif dan analisis data secara induktif. Hasil : Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kolaborasi Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja telah
berjalan cukup baik dengan melakukan tugas pokok dan fungsinya. Faktor
penghambat kolaborasi adalah kurangnya daya tampung atau kapasitas yang dimiliki.
Faktor pendukung kolaborasi adalah adanya Peraturan Daerah Daerah Istimewa
Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis
dan komitmen antara Dinas Sosial dengan Satuan Polisi Pamong Praja untuk
bersepakat menangani gelandangan dan pengemis. Kesimpulan : Upaya yang
dilakukan dengan melakukan upaya preventif, koersif, rehabilitas, dan reintegrasi
sosial.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06193/IPDN/2023 |
362.592 095 982 7 HES k |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194345 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260220094932 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001429 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a KOLABORASI DINAS SOSIAL DENGAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PEMBINAAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS GUNA MENJAGA KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN UMUM DI BALAI REHABILITASI SOSIAL BINA KARYA DAN LARAS PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA /$c Hesti Virra Adventia | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Hesti Virra Adventia | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 : $b ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13296 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Sri Hartati | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 362.592 095 982 7 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 362.592 095 982 7 HES k | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Permasalahan dan Layanan Kepada Tuna Wisma | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Pemasalahan : Kolaborasi Dinas Sosial Dengan Satuan Polisi Pamong Praja dalam Pembinaan Gelandangan dan Pengemis guna menjaga Ketenteraman dan Ketertiban Umum Di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta perlu dilakukan untuk mengurangi permasalahan gelandangan dan pengemis karena kemiskinan, kurangnya keterampilan kerja, tingkat pendidikan yang rendah, lingkungan, sosial budaya, kesehatan, dan sebagainya. Tujuan : untuk menganalisis kolaborasi Dinas Sosial dengan Satuan Polisi Pamong Praja dalam pembinaan gelandangan dan pengemis guna menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras serta faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan tugasnya. Metode : Teori yang digunakan adalah menggunakan teori Collaborative Governance Ansell dan Gash dan teori pembinaan Miftah Thoha. Penelitian ini dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan analisis data secara induktif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja telah berjalan cukup baik dengan melakukan tugas pokok dan fungsinya. Faktor penghambat kolaborasi adalah kurangnya daya tampung atau kapasitas yang dimiliki. Faktor pendukung kolaborasi adalah adanya Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis dan komitmen antara Dinas Sosial dengan Satuan Polisi Pamong Praja untuk bersepakat menangani gelandangan dan pengemis. Kesimpulan : Upaya yang dilakukan dengan melakukan upaya preventif, koersif, rehabilitas, dan reintegrasi sosial. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 20 Feb 2026