Detail Katalog
ID: 31257Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
OPTIMALISASI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DALAM RANGKA PERCEPATAN PEMULIHAN EKONOMI DAERAH DI KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA / Inayah Asnan Nabila
Pengarang:
Inayah Asnan Nabila ; Syarifuddin
Inayah Asnan Nabila ; Syarifuddin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Keuangan Daerah
Deskripsi Fisik:
7 : ilus
7 : ilus
Nomor Panggil:
336.013 598 485 2 INA o
336.013 598 485 2 INA o
Control Number:
INLIS000000001194481
INLIS000000001194481
BIB ID:
0010-0226001565
0010-0226001565
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Munculnya Covid-19 telah menimbulkan ketidakstabilan
pada perekonomian di Kota Baubau maka diperlukannya pemulihan ekonomi untuk
mengembalikan ketidakstabilan ekonomi di Kota Baubau melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tujuan: Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana optimalisasi PAD dalam rangka
percepatan pemulihan ekonomi daerah, mengetahui faktor hambatan dalam optimalisasi PAD
dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi daerah, dan mengetahui upaya pemerintah untuk
mencegah hambatan tersebut. Metode: Metode yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif
dengan pendekatan induktif. Data yang digunakan adalah Laporan Realisasi Anggaran Kota
Baubau sebagai data sekunder dan hasil wawancara dari pejabat Badan Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah (BPKAD) Kota Baubau dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Baubau
sebagai data primer. Analisis data menggunakan metode analisis reduksi data, penyajian data,
deskripsi data dengan penarikan kesimpulan. Penelitian menggunakan teori optimalisasi dan teori
pemenuhan kebutuhan (wants) dan keinginan (needs). Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil
penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi PAD dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi
daerah di Kota Baubau sudah berjalan tetapi belum optimal. Kesimpulan: Belum optimalnya
disebabkan oleh beberapa faktor penghambat yaitu kurangnya kompetensi sumber daya manusia,
masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, retribusi dan pungutan lainnya,
kurang maksimalnya pengawasan terhadap wajib pajak, kurangnya sarana dan prasarana, dan
keterbatasan sumber daya. BPKAD Kota Baubau dan Disperindag telah membuat upaya dalam
mengatasi hal tersebut yaitu upaya meningkatkan sumber daya manusia, upaya meningkatkan
kesadaran wajib pajak yang tidak tertib dalam membayar pajak, upaya meningkatkan pengawasana
terhadap wajib pajak, upaya mengatasi kurangnya sarana dan pra sarana dan upaya dalam
mengatasi keterbatasan sumber daya. Penelitian ini penulis memberikan saran yaitu melaksanakan
pelatihan secara rutin dan berkala kepada sumber daya manusia, melakukan penambahan terhadap
aparat pemungut pajak dan retribusi juga pengawasan yang lebih ketat lagi, membuat suatu
kebijakan dalam meningkatkan PAD, pemeliharaan fasilitas, dan membuat kebijakan yang
berbasis teknologi informasi dengan online.
pada perekonomian di Kota Baubau maka diperlukannya pemulihan ekonomi untuk
mengembalikan ketidakstabilan ekonomi di Kota Baubau melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tujuan: Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana optimalisasi PAD dalam rangka
percepatan pemulihan ekonomi daerah, mengetahui faktor hambatan dalam optimalisasi PAD
dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi daerah, dan mengetahui upaya pemerintah untuk
mencegah hambatan tersebut. Metode: Metode yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif
dengan pendekatan induktif. Data yang digunakan adalah Laporan Realisasi Anggaran Kota
Baubau sebagai data sekunder dan hasil wawancara dari pejabat Badan Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah (BPKAD) Kota Baubau dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Baubau
sebagai data primer. Analisis data menggunakan metode analisis reduksi data, penyajian data,
deskripsi data dengan penarikan kesimpulan. Penelitian menggunakan teori optimalisasi dan teori
pemenuhan kebutuhan (wants) dan keinginan (needs). Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil
penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi PAD dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi
daerah di Kota Baubau sudah berjalan tetapi belum optimal. Kesimpulan: Belum optimalnya
disebabkan oleh beberapa faktor penghambat yaitu kurangnya kompetensi sumber daya manusia,
masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, retribusi dan pungutan lainnya,
kurang maksimalnya pengawasan terhadap wajib pajak, kurangnya sarana dan prasarana, dan
keterbatasan sumber daya. BPKAD Kota Baubau dan Disperindag telah membuat upaya dalam
mengatasi hal tersebut yaitu upaya meningkatkan sumber daya manusia, upaya meningkatkan
kesadaran wajib pajak yang tidak tertib dalam membayar pajak, upaya meningkatkan pengawasana
terhadap wajib pajak, upaya mengatasi kurangnya sarana dan pra sarana dan upaya dalam
mengatasi keterbatasan sumber daya. Penelitian ini penulis memberikan saran yaitu melaksanakan
pelatihan secara rutin dan berkala kepada sumber daya manusia, melakukan penambahan terhadap
aparat pemungut pajak dan retribusi juga pengawasan yang lebih ketat lagi, membuat suatu
kebijakan dalam meningkatkan PAD, pemeliharaan fasilitas, dan membuat kebijakan yang
berbasis teknologi informasi dengan online.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06325/IPDN/2023 |
336.013 598 485 2 INA o |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194481 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260222115541 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001565 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a OPTIMALISASI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DALAM RANGKA PERCEPATAN PEMULIHAN EKONOMI DAERAH DI KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c Inayah Asnan Nabila | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Inayah Asnan Nabila | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 7 : $b ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13056 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Syarifuddin | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 336.013 598 485 2 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 336.013 598 485 2 INA o | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Keuangan Daerah | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Munculnya Covid-19 telah menimbulkan ketidakstabilan pada perekonomian di Kota Baubau maka diperlukannya pemulihan ekonomi untuk mengembalikan ketidakstabilan ekonomi di Kota Baubau melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tujuan: Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana optimalisasi PAD dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi daerah, mengetahui faktor hambatan dalam optimalisasi PAD dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi daerah, dan mengetahui upaya pemerintah untuk mencegah hambatan tersebut. Metode: Metode yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Data yang digunakan adalah Laporan Realisasi Anggaran Kota Baubau sebagai data sekunder dan hasil wawancara dari pejabat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Baubau dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Baubau sebagai data primer. Analisis data menggunakan metode analisis reduksi data, penyajian data, deskripsi data dengan penarikan kesimpulan. Penelitian menggunakan teori optimalisasi dan teori pemenuhan kebutuhan (wants) dan keinginan (needs). Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi PAD dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi daerah di Kota Baubau sudah berjalan tetapi belum optimal. Kesimpulan: Belum optimalnya disebabkan oleh beberapa faktor penghambat yaitu kurangnya kompetensi sumber daya manusia, masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, retribusi dan pungutan lainnya, kurang maksimalnya pengawasan terhadap wajib pajak, kurangnya sarana dan prasarana, dan keterbatasan sumber daya. BPKAD Kota Baubau dan Disperindag telah membuat upaya dalam mengatasi hal tersebut yaitu upaya meningkatkan sumber daya manusia, upaya meningkatkan kesadaran wajib pajak yang tidak tertib dalam membayar pajak, upaya meningkatkan pengawasana terhadap wajib pajak, upaya mengatasi kurangnya sarana dan pra sarana dan upaya dalam mengatasi keterbatasan sumber daya. Penelitian ini penulis memberikan saran yaitu melaksanakan pelatihan secara rutin dan berkala kepada sumber daya manusia, melakukan penambahan terhadap aparat pemungut pajak dan retribusi juga pengawasan yang lebih ketat lagi, membuat suatu kebijakan dalam meningkatkan PAD, pemeliharaan fasilitas, dan membuat kebijakan yang berbasis teknologi informasi dengan online. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 22 Feb 2026